A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
91. Kegelapan di malam penuh cahaya '3'


__ADS_3

Hasan Lim dan Silverblade menemukan Hagi terkapar di atas gundukan tanah. Lim menyalakan flashlight di ponselnya untuk membantu Hasan dan Silverblade memapah Hagi.


***


- Di rumah Neon Blood -


"Bagus sekali anak-anak kalian berhasil membawa pembunuh gubernur kemari. Dan aku senang akhirnya agen Hall Fame mau memenuhi undanganku," Neon Blood tersenyum ramah namun di mata Hasan dan kawan kawan senyumnya itu tampak menjijikkan.


"Berhenti tersenyum, wanita ini akan mati jika kau tidak segera mengeluarkan peluru dari dalam perutnya. Neon Blood?"


Neon Blood sibuk mengamati retina mata Hasan.


"Oh oh baiklah, sayang! Siapkan meja operasi dan alat alatnya!"


Balasan permintaan Neon Blood terdengar dari arah dapur.


Sebagai agen Freelance Neon Blood sering mendapat tawaran bergabung dengan agensi tentunya dengan membuang satu orang agen. Namun Neon Blood selalu menolaknya denga berbagai alasan, salah satunya adalah dia beralasan hanya ingin menjadi dokter, kalau otaknya dibebani banyak pekerjaan maka kemampuannya pun akan menurun. Oleh karena itu departemen hanya mengandalkan Neon Blood disaat saat krusial saja.


Keempat peluru yang ditembakkan Silver Blade menusuk sampai menembus rahim Hagi, mengakibatkan kerusakan organ yang cukup parah. Meski Neon Blood bisa mengambil peluru itu dan menutup lukanya dalam waktu singkat, selamat tidaknya Hagi ditentukan oleh kehendak tuhan.


"Dia kehabisan banyak darah dan luka itu membuatnya syok berat. Aku ragu dia bisa bertahan." Ucap Neon Blood dengan pesimis.


"Tidak ada yang peduli jika dia mati. Tapi kita masih membutuhkannya untuk menangkap ******* lain, Spiral Riot. Dan kalau teori Hall Fame benar masih ada 2 saudari lagi yang berkeliaran di luar sana."


Saat semua orang kebingungan suara dari alat pendeteksi detak jantung memecah keheningan. Hagi sadar dari tidur menyakitkannya. Sadar dirinya ditipu oleh Hasan, dan ditembak oleh agen lain Hagi pun berusaha kabur dari situ, namun Lim yang menjaganya dari balik pintu menagih janji Hagi sebelumnya.


"Beritahu kami dimana teman temanmu! Atau aku akan menggelitikmu sampai gila."


Ancaman Lim terdengar remeh itu telinga Hagi, karena itu Hagi memakinya.


"Bicara apa kau ****** korea? Aku tidak punya urusan denganmu. Tapi aku penasaran bagaimana temanmu tahu aku sedang menyamar. Apa di matanya ada X-ray."


Lim tersenyum, dia memberikan jawaban di dalam hatinya.

__ADS_1


"Tidak ada hal seperti itu di dunia ini. Mungkin belum ada, kita tidak tahu bagaimana masa depan. Membicarakan soal masa depan, bagaimana kalau kita ngobrol sebentar sebelum kau diinterogasi?"


Hagi yang sudah tidak memiliki harapan tidak peduli apa yang ingin Lim lakukan padanya. Mau itu ngobrol, se*s, siksaan atau apapun, dia tidak peduli.


Hasan, Silverblade, Beyond Birthday, dan Neon Blood mendatangi ruangan tempat Hagi ditahan dan dirawat.


"Apa kau sudah memberinya minum ramuan kejujuran?" tanya Neon Blood ke Lim.


"Sudah dari 5 menit yang lalu. Seharusnya sebentar lagi efeknya akan dimulai."


Hagi nampak melakukan sesuatu di mulutnya seperti berusaha mengambil ampas makanan yang tersangkut di giginya.


Neon Blood segera menghentikan Hagi dengan mencekiknya. "Bantu aku membuka mulutnya! Dia sedang mencoba meracuni dirinya sendiri!!"


Hasan dan Neon Blood saling bantu mengeluarkan racun berbentuk obat dari tenggorokan Hagi. BB, Lim dan Blade menahan badan Hagi yang berontak saat jari Neon Blood masuk ke tenggorokannya.


Hanya dengan jari Neon Blood berhasil mengeluarkan obat yang hampir tertelan.


"Aku sudah mengulangi pemeriksaan 3 kali, tidak ada pecahan peluru yang tertinggal. Sekarang kalian bisa menanyainya."


Lim ditugaskan untuk menanyai Hagi sedangkan yang lain selain Silverblade berjaga di luar kamar.


Setelah menginterogasi Lim mendapatkan fakta yang mengejutkan bahwa keluarga An Pilgu difitnah oleh pelaku asli. Hagi mengatakan kalau dia tidak tahu siapa klien mereka yang sebenarnya, dia hanya tahu dia orang tiongkok, lalu suatu malam datang surat yang memberitahukan identitas si klien yaitu An Pilgu.


Bukti bukti transaksi mereka ada di rumah si 'terduga' klien, jadi Yupi tidak menipu Hasan dan yang lainnya.


Sementara itu di markas Yupi hampir saja dirujak oleh kolonel Graham yang murka karena mengira DKK SELATAN dipermainkan. Kolonel Graham hampir saja mematahkan tangan Yupi yang satunya lagi setelah tangan lainnya dipatahkan oleh Hasan.


"Aku tidak berbohong! Dia bilang kalau dia adalah An Pilgu, soal benar tidaknya aku tidak tahu!!" Yupi yang ketakutan berlari ke pojok penjara khusus milik DKK.


Sementara kolonel Graham mendinginkan kepalanya hingga amarah itu hilang sepenuhnya.


"Dengarkan anak buahmu bicara dulu kolonel." ucap Yupi dengan bibir bergetar karena takut.

__ADS_1


"Lihatlah dirimu gadis kecil. Jika yang seperti ini saja sudah membuatmu takut seharusnya kau tidak menjadi teror*s." Bentak kolonel Graham. "Aku ini paling tidak tegaan pada seorang wanita." Tambahnya dalam hati.


Kembali ke rumah Neon Blood.


"Meskipun bukan dia kurasa kita tetap harus menyelidiki rumah dan keluarganya. Mungkin dia punya musuh yang ingin menjatuhkannya." Ucap Hasan.


"Lalu kenapa teror*s itu menyamar menjadi anak pak An Pilgu?" Tanya Beyond Birthday.


"Karena dia mendapatkan tawaran menghabisi nyawa beliau 2 hari yang lalu. Tepat saat kita membuat janji dengan nyonya Yin."


Kasus ini belum menemukan benang merah. Ada banyak kepingan puzzle yang harus disusun mulai dari:


Pengakuan Yupi: An Pilgu si penjual alkohol ilegal adalah dalangnya (9 hari yang lalu).


Pengakuan Hagi: Kami tidak tahu siapa pelakunya.


Pengakuan lanjutan Hagi: Kami mendapat surat yang mengatakan An Pilgu pelakunya. (5 hari yang lalu)


Pengakuan lanjutan Hagi: Aku diperintahkan membunuh An Pilgu (2 hari yang lalu).


Di pengakuan ketiga terjadi di hari yang sama dengan Hasan dan Siska minta bantuan nyonya Yin. Hasan curiga kalau mantan diktator itulah dalang yang sebenarnya. Bukti terkuat mengapa ada pada bisnis yang dia jalankan. Bisnis rumah bordilnya tidak hanya melayani warga biasa tetapi juga masyarakat kalangan atas. Walaupun tidak terlalu mewah diluar bagian dalam restoran itu seperti surga saat pergantian hari. Hasan yang paling tahu soal itu karena dia pernah berada di sana.


"Aku curiga Yin Yue si pemilik restoran tiongkok adalah pelakunya." Ucap Hasan dengan nada tegas.


"Jangan mengambil inisiatif kalau belum pasti kebenarannya. Belum tentu wanita pemilik restoran ternama itu pelakunya, walaupun benar bisnis rumah bordilnya itu dikecam oleh banyak pihak." Kata Beyond Birthday.


"Terlalu banyak misteri yang menyelimuti wanita itu. Bagaimana dia mendirikan rumah bordil itu, bagaimana dia mendapatkan talent, mengapa masyarakat tidak pernah tahu sisi gelap restoran itu, dan masih banyak lagi hal aneh di sekitar wanita itu."


Lim dan BB saling menatap.


Penyelidikan ini akan semakin bercabang dan membingungkan mereka.


...***...

__ADS_1


__ADS_2