
Hasan dan Lim diminta menunggu sampai besok karena hari ini adalah tahun baru imlek namun karena waktu semakin menipis Hasan dan Lim memaksa untuk melakukannya malam ini. Dan mereka tidak akan menganggu warga yang sedang merayakan imlek.
Meski awalnya sempat ragu nyonya Yin akhirnya mengizinkan mereka pergi malam itu.
"Lihat, tamunya nyonya Yin berkeliaran saat malam tahun baru." Gumam orang orang yang melihat gadis korea berjalan dengan orang asli Indonesia. Rupanya warga disini membentuk jaringan informasi yang kuat, sehingga jika ada yang kedatangan tamu dari luar maka semua orang yang tinggal di perumahan akan tahu wajah dan nama orang tersebut.
***
Di malam Tahun Baru Imlek, di tengah suasana meriah yang melanda warga perumahan Tiongkok, kilauan kembang api menari-nari di langit malam, sementara pertunjukan-pertunjukan menakjubkan memikat mata setiap penontonnya. Suara riuh rendah yang familiar bagi telinga etnis lain memenuhi udara. Namun, di antara kerumunan yang begitu padat, Hasan menjelajahi lalu lintas manusia dengan hati yang teguh. Melalui keajaiban sinar-X yang mengisi kedua bola matanya, Hasan mampu melihat sebuah rumah tersembunyi di samudra orang-orangan ini.
Rumah itu menonjol dengan keanggunan tersendiri, dihiasi patung Buddha yang memancarkan ketenangan di halamannya. Seperti membuka pintu rumahnya untuk acara open house, deretan kue bulan dan hidangan lezat memenuhi meja di depan pintu, memikat banyak pengunjung yang tak bisa menahan diri untuk masuk ke dalamnya. Situasi ini menjadi hambatan bagi Hasan dalam menjalankan misi penyelidikannya.
Hasan menarik tangan Lim, entah kenapa gadis itu berhenti berjalan di depan hidangan kue bulan. Lim yang penasaran dengan rasa kue itu pun lantas memakannya.
Hasan berniat menegur Lim, namun dengan cepat Lim menyumpalkan kue bulan ke mulutnya. Kue bulan Hasan berisi gula merah yang sangat manis.
"Uekk! Aku tidak suka makanan yang terlalu manis." Hasan batuk setelah menggigit kue itu, dia pun ditertawakan oleh Lim.
Lim terkejut saat warga tiba tiba menggerumbungi Hasan. Mereka adalah para orang tua yang merupakan fans berat dari Smell Detective. Sebagai fans tentu saja mereka hafal wajah sang idola. Hasan lupa kalau dia adalah orang yang terkenal, dia lupa kalau banyak orang mengidolakannya waktu itu, terlihat dari banyaknya komentar positif dari netizen setiap kali upload video baru.
Mau tak mau, suka tidak suka, dia harus menghadapi para fans nya dulu yang terdiri dari orang tua berusia 50 - 60 tahun ke atas.
Drone milik DKK yang terbang sangat tinggi serta berwarna serba hitam yang dimaksudkan untuk kamufkase saat malam menangkap gambar Hasan yang sedang dihimpit banyak manula.
Burn Shadow iseng dengan menghubungkan mic nya ke earphone nirkabel di telinga kiri Hasan.
[Kau populer ya, karena video video mu biasa saja jadi wajar kalau hanya orang tua yang mengidolakanmu,]
__ADS_1
"Kau mengejekku?,"
[Konten yang kau bawakan terlihat seperti sihir namun saat orang orang membuktikannya sendiri mereka tercengang dan namamu pun melejit. Tapi sekarang Smell Detective tidak pernah lagi terlihat, para penggemarmu mulai melupakanmu tapi para manula itu tidak. Karena itulah kau seharusnya senang mereka menjabat tanganmu.]
Seorang kakek berbadan bungkuk menawari Hasan sepiring Nian Gao. Nian gao adalah kue ketan manis yang dibuat dari tepung ketan dan gula. Nama "nian gao" dalam bahasa Mandarin berarti "kue tahun baru," kue ini berbeda dengan kue bulan. Melambangkan harapan untuk memiliki tahun yang lebih baik dan manis.
Hasan menerima kue itu dan memakannya sebagai bentuk rasa saking menghormati. Meskipun sudah tua orang orang itu tidak melupakan sopan santun yang mereka pelajari ketika muda. Karena sopan santun itu mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari, kepada siapapun bukan hanya kepada keluarga maupun tetangga. Keramahan mereka mengetuk hati Hasan yang hanya fokus memperkaya diri dengan mengambil banyak misi sekaligus, bekerja tanpa henti sampai meninggalkan orang tua dan istri.
"Manula manula ini membuatku berpikir betapa berbahayanya pekerjaan ini. Bagaimana jika di masa depan aku kehilangan tangan atau kakiku? Aku pasti tidak akan bisa menikmati masa tua dengan bahagia seperti mereka. Aku harus menyelesaikan misi ini serapi mungkin agar tidak melakukan kesalahan yang akan membuat aku dan Lim terluka." Batin Hasan sembari menghapus kekhawatiran yang tidak perlu.
Hasan berpamitan dengan geng manula itu setelah memberi mereka tanda tangan dengan meminjam pulpen dari seorang pedagang kue.
Namun saat Hasan berbalik Lim sudah tidak ada di belakangnya.
"Shadow, kemana Lim pergi?"
Hasan bertemu seorang penjaga pintu yang sangat cantik dan anggun. Wanita itu meminta Hasan melepaskan sepatunya dengan lembut dan jangan berisik saat masuk ke dalam karena tuan rumah sedang sakit parah dan dia akan merasakan sakit saat merasakan getaran di gendang telinganya.
Anehnya orang seperti itu berada di tengah perumahan yang sedang merayakan hari raya imlek. Si penjaga pintu menjelaskan kalau tuan rumah ingin merayakan imlek untuk terakhir kalinya, karena itulah pihak keluarga membawanya pulang ke rumah.
"Ngomong ngomong anda tampaknya bukan orang sini. Ada keperluan apa kemari?" Tanya penjaga pintu.
"Saya sedang mencari teman saya, dia orang korea, hehee... "
"Ohh... nona cantik itu, dia ada di dalam."
Hasan menundukkan kepalanya ke si penjaga pintu, melepas sepatu kemudian mematikan X-ray nya. Matanya terasa sakit karena terlalu lama menggunakan X-ray itu.
__ADS_1
Atmosfernya sangat berbeda dengan di luar, rumah ini sangat sunyi. Tamu yang berkunjung tidak berbicara sepatah katapun seperti sedang berkabung.
Hasan berjalan ke arah tangga lalu melihat Lim turun dari lantai atas.
"Apa yang kau lakukan di lantai 2 rumah orang Lim??" tanya Hasan sedikit meninggikan suara.
Lim melambai ke Hasan, "Hasan... kemari..." panggil Lim dengan suara pelan.
Hasan naik lantai atas lalu Lim membisikkan sesuatu ke telinga kiri Hasan yang ada earphone nya.
"Pemilik rumah ini menderita penyakit yang sangat aneh, sekujur tubuhnya berubah menjadi batu pasir. Mereka tidak membiarkan semua orang melihat kondisinya."
"Lalu bagaimana kau bisa mendapatkan izin darinya??"
"Aku berjanji akan membantu anak anak tuan rumah mencari dokter yang bisa menyembuhkan penyakit aneh yang dia derita. Aku menawarkan Neon Blood kepada mereka. Tenaga medis terhebat yang mengangkat racun dari tubuh gubernur kita." terang Lim.
Hasan tertarik untuk melihat seberapa buruk kondisi pria itu. Hasan mendapatkan izin masuk juga berkat Lim.
Tuan muda tertua di keluarga itu yang bernama An Pilgu membuka selimut yang menutupi tubuh ayahnya, dan terlihatlah pemandangan mengerikan seperti yang disebutkan oleh Lim.
Hasan merasa iba kepada orang itu tapi dia juga harus menemukan bukti bukti transaksi antara tuan rumah dengan underwave.
Tuan rumah adalah dalang dibalik pembunuhan ketiga gubernur kalimantan. Dia memiliki bisnis khamar racikan yang diperjualbelikan secara ilegal.
"Huh, kau pantas mendapatkan karma ini tuan rumah! Karena sudah membunuh 3 orang penting di masyarakat kita!!" Hasan meledak di dalam hatinya. Dia masih harus menemukan bukti kejahatan itu.
***
__ADS_1