
"Hahh~"
Hasan bersantai di tempat si satpam, sementara si satpam dia suruh bekerja.
"Anda akan semakin gemuk kalau hanya diam di tempat pak. Sebaiknya lakukan patroli supaya tidak obesitas."
Si satpam yang tidak ingin ribut dengan Hasan pun memutuskan pergi.
Hasan membuat grup chat dengan 6 wanita yang menjadi umpannya.
Tak lama berselang umpan di titik barat daya diserang oleh begal, dia dipukul di kepalanya sampai pingsan lalu barang berharganya diambil.
Untuk berjaga jaga Hasan menyuruh para umpan untuk menyalakan telepon mereka jadi kalau terjadi sesuatu yang lain bisa mengetahuinya.
Mendengar suara pukulan benda keras dari salah satu umpannya Hasan pun segera mengirim bala bantuan yang juga dia bayar dengan uang.
Bala bantuannya yang dibayar 100 k per orang sudah berada di titik barat daya. 20 orang mengepung si begal, dia tidak bisa kabur dan berakhir habis oleh warga.
Namun warga juga tahu batas, mereka menggiring si begal ke tempat Hasan. Sementara si umpan yang terluka diantar k rumah sakit.
Ide umpan ini tidak terlalu bagus. Hasan menarik semua umpannya karena takut mereka terluka, seperti wanita malang itu.
Total Hasan menghabiskan uang 3,2 juta dalam operasi penangkapan ini.
Wanita yang dipukul kepalanya perlu diperhatikan.
"Gawat! Kalau dia sampai terluka parah aku akan dituntut. Hei kau! Pergilah ke rumah sakit, jadilah mata dan telingaku untuk memantau keadaannya. Aku akan memberimu upah yang lebih banyak nanti."
"Siap bos!"
Hasan dipercaya karena dia sudah membuktikan janjinya dengan memberi uang 100 k.
Hasan memilih untuk mengurus si begal terlebih dahulu sebelum, jatuh lebih banyak korban dia harus menemukan komplotan bajingan ini.
Si begal berpura pura pingsan. Jadi Hasan mencelupkan tangan si begal ke dalam air mendidih.
"Gyaaaaaaa...!!!!" rintihan si begal menjadi tontonan warga yang marah.
"Kau sudah bangun. Aku tahu kalian para begal memiliki komunitas kalian sendiri. Karena itulah kalian terus bermunculan seperti tikus got yang tidak pernah habis, katakan padaku dimana kawananmu bersembunyi! Atau aku lelehkan tangan kirimu supaya kau tidak bisa c*li lagi!!" Ancaman Hasan merasuk ke tulang si begal yang diketahui belakangan berinisial D.
D mencoba bertahan dengan menantang Hasan membuktikan perkataannya. Sebuah kesalahan besar menantang anggota departemen khusus.
"Apa kau pernah dengar departemen kepolisian khusus? Ada alasan mengapa mereka disebut kepolisian khusus. Salah satunya karena mereka dapat bertindak di luar moral kompas seorang polisi!"
Hasan memegang lengan si begal dengan kuat lalu memasukkannya ke dalam air yang masih sangat panas.
__ADS_1
Sontak si D pun menjerit kesakitan.
"Tambah air mendidihnya! Aku dari departemen khusus memiliki izin untuk melakukan kekerasan! Ini semua demi menangkap semua jagoan di daerah ini!!"
Anehnya tiada satupun orang yang bergerak dari tempatnya. Mereka tidak mau menuruti karena mereka mendukung para pembegal itu.
Beberapa orang yang berdiri di belakang Hasan bahkan adalah anggota komunitas pembegal itu sendiri.
Hasan yang tidak menyadari fakta ini berakhir dipukuli oleh orang-orang yang membantunya.
Kepalanya di pukul, punggungnya, lututnya, tangannya, dia benar benar dihabisi. Lebih parahnya lagi para begal itu memfitnah Hasan sebagai si begal dan si begal yang tangannya melepuh sebagai korban. Mereka memasang badan guna menutupi pengeroyokan yang mereka lakukan.
Hasan yang tidak berdaya di tengah badai pukulan dan tendangan hanya bisa merintih dalam diam.
"Mungkinkah itu terjadi lagi? Keajaiban?" Gumamnya dalam hati sebelum sebuah batu bata mendarat di kepalanya.
Disaat yang sama ada Melinda yang sedang berbelanja bersama kedua anaknya. Melinda mendengar teriakan Hasan disaat wajahnya dihantam batu bata.
Satpam pemilik pos yang mengenali ciri-ciri pembegal yang sering beraksi pun langsung menghentikan aksi mereka dengan berteriak memanggil warga.
"Tolong! Tolong!! Ada kawanan begal!!!" Teriak satpam sambil melawan mereka satu persatu.
Warga yang benar-benar baik pun berkumpul, beberapa pedagang juga membawa pisau ke lokasi.
"Tangkap semua orang yang ada di pondok! Mereka melakukan pengeroyokan pada satu orang!!"
Beberapa berhasil diringkus dengan dilukai kaki atau tangannya. Tapi tetap saja kebanyakan dari mereka kabur karena proses penangkapan yang kacau.
Melinda mendekati dua orang yang terbaring lemas salah satunya tampak akan mati. Dialah Hasan.
Bajunya compang camping, tubuhnya membiru dimana mana, dan masker wajah menutupi wajahnya. Tangan kirinya patah. Sekali lagi Hasan berada di ambang hidup dan mati.
***
Melinda mengantar Hasan ke rumah sakit. Di dalam ponselnya yang tidak terkunci dia menemukan nomor istri Hasan, Siska.
"Halo bu Siska. Saya ingin memberitahu kalau suami ibu kecelakaan di pasar. Dia menjadi korban pengeroyokan dan sekarang sedang kritis di rumah sakit."
Melinda baru tahu kalau pria itu adalah Hasan saat suster menyeka darah yang mengalir dari lubang di dahinya.
Siska bergegas ke rumah sakit. Dia menangis di samping suaminya yang terbaring lemah dengan perban di seluruh tubuh suaminya.
***
Berbeda dengan Hasan yang gagal total, Lim menyelesaikan pekerjaannya dalam 3 jam.
__ADS_1
"Aku sudah menangkap mereka kolonel. Aku akan segera kesana. Saat sampai mereka akan berbau busuk karena aku mengangkut mereka dengan mobil sampah."
Setelah memberi kabar baik ke komandannya, Lim pun menelepon Hasan karena penasaran sudah sejauh mana progres juniornya itu.
[Halo,]
Lim terkejut teleponnya diangkat oleh istrinya Hasan.
"Apa agen Has ada?" Tanya Lim.
[Dia di rumah sakit sekarang, kondisinya kritis setelah dikeroyok kawanan begal.] Tutur Siska dengan terbata bata.
Lim menutup mulutnya, tidak percaya Hasan tumbang semudah itu.
Dia pun langsung kembali ke kantor dan memberitahu kolonel musibah yang menimpa Hasan.
"Apa katamu? Agen Hall Fame masuk rumah sakit!?" pak Kolonel pun ikut terkejut.
"Izinkan saya menjenguknya... saya mohon... "
Kolonel Graham memberikan izin, Lim melesat ke sana setelah memberi buah buahan.
Lim menutup mulutnya saat melihat penampilan Hasan yang mirip Mumi. Disana juga ada seorang wanita yang tidak dia kenali.
Lim berkenalan dengan Melinda, lalu menjelaskan apa yang terjadi pada Hasan.
"Dia lengah," Batin Lim.
Penjelasan Melinda tadi direkam oleh Lim untuk dikirimkan ke para agen dan kolonel.
[Junior kita yang malang ditusuk dari belakang saat sedang bertugas.]
Lim juga mengirim foto Hasan yang tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.
BB sangat marah melihat keadaan Hasan, BB meminta kepada kolonel untuk menyerahkan tugas Hasan padanya agar dia bisa balas dendam.
"Tidak. Kita tunggu dia pulih. Biar korban yang membalas pelaku." Ucap Kolonel Graham.
***
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
.................................................................................