A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
94. Serangan balik underwave '3'


__ADS_3

Kolonel Graham menjatuhkan mereka berdua ke lantai dengan teknik Muay Thai. Sang kolonel berusaha melelai mereka terutama Silverblade yang hampir mengamuk.


"Hasan pasti takut terjadi sesuatu pada dirinya karena itulah dia menyembunyikan kemampuan luar biasanya yang bisa membantu kita menyelesaikan tugas dengan sangat mudah." Gumam kolonel Graham.


Silverblade meneguk liur pahit di tengah rasa geram dia berbalik membelakangi Hasan.


"Apa kau tahu siapa Spiral Riot itu? Dia adalah bajingan yang memiliki kecenderungan aneh. Kecenderungan merendah sampai ke inti bumi. Dia sangat hebat di masa angkatan pertama namun dia malah keluar dari departemen karena perdebatan kecil. Singkatnya dia itu kuat dan berbahaya, namun mentalnya tidak stabil sehingga membuat dia jauh lebih berbahaya." Terang Silverblade. Dan juga dia menjadi agak gila setelah kehilangan istri dan anaknya."


"Berapa persen orang itu hadir di Unison Square?" Tanya Hasan.


Silverblade memberikan contoh. "Kemungkinan terburuk 100 persen, karena seperti yang aku bilang tadi. Ucapannya selalu berlawanan dengan tindakannya. Dia bilang tidak mau berurusan dengan DKK lagi setelah resign dan sekarang dia muncul kembali sebagai musuh DKK."


Hasan pun mengajak semua agen untuk melakukan operasi penangkapan mandiri tanpa bantuan polisi eksternal maupun departemen pusat.


Secara nurani mereka semua memihak Hasan namun mereka masih ragu dengan kemampuannya sendiri terutama Beyond Birthday yang sudah lama mengesampingkan segala urusan pribadi untuk keperluan organisasi. Saat dihadapkan dengan keadaan seperti ini dia hanya bisa diam mendengarkan Hasan dan Silverblade beradu mulut.


"Bantu aku Silverblade! Ini mungkin satu satunya kesempatan untuk menangkap dua wanita iblis yang masih berkeliaran. Aku berjanji tidak akan melepaskan pandanganku dari keramaian dan mengarahkanmu ke mereka."


Silverblade menggaruk kepalanya. Bingung sekaligus cemas membuatnya tidak bisa berpikir jernih hingga gadis yang selama ini selalu dia pandang sebagai junior payah menggema di telinganya.


"Aku akan membantumu menyelamatkan mbak Siska dan mbak Hajeera. Alasannya selain aku juga perempuan, aku tidak akan membiarkan para teror*s itu berkeliaran dengan bebas setelah membuat departemen ku malu. Tolong arahkan aku ke dia. Siapapun akan aku hadapi!"


Semangat gadis kecil itu membuat Hasan terharu.


Silverblade merasa tidak enak, karena dialah yang menarik Hasan ke medan perang ini sejak hari itu. Dan Hasan sudah membantunya berbaikan dengan Mika Greywolf. Mempertimbangkan faktor ini Silverblade akhirnya bersedia membantu Hasan.


Beyond Birthday mendekat dengan langkah mantap lalu bercerita sedikit tentang masa kecilnya.

__ADS_1


"Aku sudah lupa bagaimana kasih sayang orang tua. Dan aku sudah lupa bagaimana rasanya mencintai kekasih sejak kekasihku pergi 10 tahun yang lalu. Itu semua tidak penting, aku ingin membantumu mendapatkan cinta itu lagi." Beyond Birthday sedikit malu karena gagal berkata kata keren.


Lim, Silverblade, dan Beyond Birthday sudah bergabung dengan Hasan tinggal kolonel mereka Rum Candle.


Nama Rum Candle yang memiliki arti Lilin Rum.


Di masa lalu yang kelam, terlahirlah seorang agen rahasia yang misterius dan legendaris, Rum Candle. Namanya yang unik mencerminkan sisi gelap dan cahaya dalam dirinya. Sebagai seorang anak yatim piatu, dia hidup di jalanan gelap kota besar, dihantui oleh kenangan pahit akan orangtua yang meninggalkannya begitu saja. Namun, dalam kehampaan dan keputusasaannya, dia menemukan secercah harapan dalam sebuah lilin. Di malam gelap yang penuh ketakutan, dia menemukan sebatang lilin yang menerangi jalannya, memberi kehangatan dalam kesendirian. Itulah Rum Candle yang menjadi tolok ukur dalam hidupnya, menyala sebagai simbol harapan dan ketabahan.


Dalam perjalanan hidupnya yang berliku, Rum Candle menjadi seorang agen rahasia yang tak tertandingi setelah dirinya gagal bergabung ke tentara Australia saat usia 28 tahun.


Dia memanfaatkan kekuatan mentalnya yang luar biasa untuk membaca pikiran musuh, seolah membaca pesan tersembunyi di balik api lilin. Kemampuan ini menjadikannya agen yang memegang kendali atas situasi tanpa diketahui oleh orang lain.


Rum Candle menyadari bahwa meski dunia agen rahasia penuh intrik dan tipu daya, dia tidak boleh kehilangan jati diri dan tetap harus menjadi cahaya dalam kegelapan.


Namun, dalam setiap kemenangan dan keberhasilan yang diraihnya, Rum Candle terus menghadapi tantangan emosionalnya. Dia berjuang untuk menerima masa lalunya yang kelam dan melawan bayangan kesepian yang terus menghantuinya. Dalam kesendirian malam, dia selalu menghabiskan waktu dengan merenung di depan Rum Candle-nya yang terus menyala, mengingatkannya akan semangat yang telah mengantarnya sampai ke titik ini.


Dan sekarang dia dihadapkan pada dua pilihan: menolong kawan-kawannya, ataukah mempertahankan posisinya karena kalau operasi ini gagal maka dia akan disalahkan oleh seluruh departemen dan diturunkan dari jabatannya. Begitulah Sistem kepemimpinan dari departemen pusat. Kesalahan apapun yang dilakukan anak buah di tanggung bosnya, dan bos berhak memberikan sebuah hukuman baik jangka panjang maupun pendek sebelum dia menjalankan dari departemen pusat.


Hati Hasan menjadi sedikit lega. Lalu Burn Shadow berjanji akan membantunya juga dan adiknya Kyle, entah apa alasan mereka.


"Musuh Hall Fame adalah musuh kami juga. Iya kan Kyle?" 


"I-iya,"


Hasan bingung mengapa Burn Shadow menjadi ekstrovert belakang ini, yang tahu hanya Lim. Karena dialah yang mengubah sifat Burn Shadow menjadi lebih bersahabat.


Lim mengedipkan mata ke Hasan, menandakan awal rencana mereka.

__ADS_1


Hagi dan Yupi tahu saat Hasan membebaskan mereka berarti Curry dan Levi sudah menjalankan rencana penyelamatan. Tangan mereka di borgol ke arah depan supaya tidak menarik kecurigaan pengunjung mall nantinya.


Di depan ada Bounty Hunter. Agen wanita dari departemen pusat ini bertanya dengan serius saat melihat Hasan dan kawan kawan membawa keluar tahanan dalam penyamaran. 


"Katakan padaku ini tidak seperti yang aku pikirkan."


Hasan hanya diam diikuti Lim dan Beyond Birthday yang diam seribu basa.


Silverblade memberi Bounty Hunter kejutan dari belakang.


"Ini memang seperti yang kau pikirkan, kami akan menggunakan mereka sebagai umpan menangkap teror*s lainnya." Bisik Silverblade sembari membius Bounty Hunter dengan gas afrodisiak. Dia memiliki agendanya sendiri membius Bounty Hunter dengan gas birahi tersebut.


Setelah Bounty Hunter menjadi gila birahi seperti Castle Snake, Hasan dan kawan kawan menguncinya di kamar Burn Shadow dan mengikatnya di atas ranjang Kyle.


Departemen Kepolisian Khusus Selatan berangkat ke Unison Square, tempat mereka akan melakukan konfrontasi terakhir dengan Underwave.


***


Di atap Unison Square Siska sedang duduk di antara para penari bergaun panjang. Di lantai teratas tempat hiburan itu sedang diadakan resepsi pernikahan mewah.


Curry dan Levi menyamar jadi tamu undangan. Curry menarik rambut Hajeera yang sudah dikepang. 


"Sebentar lagi giliranmu, kalau tarianmu jelek akan aku habisi kau!!" Ancam Curry di tengah pesta masyarakat berada.


Hajeera menahan tangis. Dia terus menggengam tangannya yang di borgol. Tarian yang akan dia lakukan adalah tarian khas cina yang tariannya meletakkan kedua tangan di dada.


Curry menikmati tarian yang Hajeera tampilkan di atas panggung bersama penari lainnya yang tidak tahu apa apa. 

__ADS_1


***


Hasan teringat seseorang yang pernah dia bantu. Inilah saat yang tepat untuk meminta bantuannya.


__ADS_2