A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
52. Balas dendam (tuntas)


__ADS_3

Sebelum melanjutkan cerita balas dendam Hasan mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan tempat Hasan bekerja, Departemen Kepolisian Khusus cabang Kalsel.


Ada 5 agen tetap di cabang ini mereka adalah : 


Kolonel, Across Graham [Rum Candle]


Kapten, Cakra Silverblade [Silver Blade]


Letnan, Bernard Beto [Beyond Birthday]


Letnan, Cha Hae Lim [Lilipad]


Kopral, Hasan [Hall Fame]


Kelima agen ini bisa bekerja di lapangan maupun dalam ruangan, kecuali Hall Fame si anak baru. Departemen Kepolisian Khusus sebenarnya bukan hanya lima orang, ada tim medis, tim forensik, dan tim informasi yang bekerja di tempat lain. Karena itulah gedung departemen sangat sepi. Karena gedung itu hanya bisa ditinggali oleh agen lapangan.


***


Silverblade sedang berada di gedung lainnya. Dia sedang diobati oleh tim medis.


"Bengkaknya besar sekali, kau habis menendang tiang besi atau apa?" Tanya perawat yang merawat Silverblade.


"Kau sebaiknya tidak tahu, ini agak memalukan bagi seorang pria." Kata Silverblade sambil memalingkan wajah dari perawatnya.


Lebih mengejutkannya lagi klinik yang didatangi oleh Silverblade adalah klinik milik Neon Blood.


"Bagaimana undanganku apa dia menerimanya?" Tanya Neon Blood yang sedang minum kopi di teras beranda.


"Iya."


"Apa dia akan datang?"


"Tidak."


Neon Blood kecewa. Dia menelepon Burn Shadow memintanya untuk membocorkan rahasia agen Hall Fame saat dia suruh, namun Burn Shadow menolak melakukannya.


"Ayolah shadow, apa kau tidak tertarik mengetahui rahasia tubuh pria itu? dengan meneliti tubuhnya kita mungkin bisa membuat inovasi obat yang dapat membunuh kanker kakakmu."


[Kau terlalu banyak berkhayal Neon Blood.] Sahut Burn Shadow dengan ketus.


[Sudah berapa kali kau meminta bantuanku dengan alasan itu. Semuanya selalu gagal dan berakhir aku yang dimarahi.]


"...kali ini berbeda kawan, aku akan meneliti tubuh seorang mutant."


[Lakukan saja sendiri.]


[Tut~ tut~]


Shadow mematikan teleponnya.


Neon Blood lagi lagi merasa kecewa.


***


Kembali ke Hasan dan Lim. Mereka menunggu sampai malam hari, tepatnya jam setengah 8 malam untuk melancarkan aksi pembalasannya.

__ADS_1


"Ingat Lim, lumpuhkan mereka secara diam-diam."


Lim pasti bisa melakukannya menyusup seperti ninja.


Rencananya adalah mengikuti orang-orang ini ke markas persembunyian mereka, lalu menghajar mereka semua.


Hasan masih terbawa emosi. Lim memintanya tenang terutama saat mengayunkan baton ke para begal.


"Ya, aku akan mencoba tenang." Ucap Hasan dengan suara tersendat sendat menahan amarah.


Akhirnya mereka sampai di markas persembunyian para begal. Pas sekali malam itu para begal berkumpul untuk membahas oknum polisi yang mereka pukuli seminggu yang lalu.


"Harusnya kita membunuh polisi itu, aku dengar dari temanku yang bekerja di rumah sakit tempat dia dirawat polisi itu sudah pulih kembali."


Semua orang ribut mendengarnya, salah seorang dari mereka mengangkat tangannya.


"Apa bos yakin? saya sudah memukulnya dengan batu bata sebanyak 8 kali. Harusnya dia tidak tertolong."


Hasan yang mengintip mereka dari balik pintu panas telinga mendengarnya.


"Dokter di rumah sakit itu menyebutnya wolfverine karena dia bisa sembuh dengan cepat. Kalau kalian nonton channel Smell Detective dia pernah bilang sendiri saat wawancara kalau pernah dirinya selamat dari kecelakaan lalu lintas yang seharusnya sudah merenggut nyawanya. Lehernya patah, rusuknya hancur, tapi dia masih sehat. Bahkan tangan kirinya yang kalian patahkan bisa dia gunakan lagi."


"Nampaknya orang ini memiliki ajian gaib."


Kesimpulan yang sangat jitu, Hasan sendiri sempat berpikir begitu. Namun sekarang dia sadar kalau berkah dan keselematan ini berasal dari tuhan yang maha esa.


"Kita sudah dapat bukti percakapan mereka. Ayo kita serang! aku akan masuk lebih dulu lalu kau masuk setelah aku naik ke panggung itu, dengan begitu kita bisa menghajar mereka dari dua arah dan mencegah ada yang melarikan diri."


"Btw, kau sanggup melawan 10 orang kan?"


Lim pun mengetuk pintu gudang itu lalu berakting sama seperti siang tadi.


Hasan tertawa melihat Lim yang ternyata juga bisa gugup saat berhadapan dengan banyak musuh.


"Lim.. Lim... kau masih sekali. Kalau saja aku belum menikah aku pasti sudah... "


Lim menendang salah satu pria di depannya sampai kepalanya membentur lantai semen dengan keras.


Hasan terkejut Lim membelokkan rencana yang mereka buat karena hal kecil. Yaitu salah satu pria yang bicara dengannya tanpa sengaja menyenggol dadanya.


"Agen Hall Fame! kita ganti rencana!"


Mendengar itu Hasan langsung menyusul ke pintu masuk dan langsung menghajar begal yang berjaga di pintu.


"Itu polisi yang kita keroyok! dia benar-benar masih hidup!"


Tanpa basa basi Hasan menghajar semua orang yang dilihatnya.


Lim turun membantunya melindungi bagian belakangnya, hari ini panggungnya untuk Hasan.


Hasan menemukan orang yang memukulnya dengan batu. Khusus untuk orang itu Hasan memberinya pukulan bertubi tubi sampai dahinya pecah.


Para begal itu sudah terjebak di dalam gudang bersama 1 orang gila dan 1 petarung profesional.


Hasan terus memukul sampai keluar cairan putih aneh dari lubang di kepala si begal.

__ADS_1


"Apa ini cairan otak? penampilan ini cocok untukmu yang memukuli orang tanpa ampun. Cuih!" Hasan meludah ke wajah orang itu lalu menginjak tubuhnya.


Begal lainnya yang melihat kebrutalan Hasan berusaha menghindari serangannya tapi semua itu sia-sia. Ayunan baton Hasan semakin kuat setiap kali dia memukul.


Orang terakhir adalah yang paling sial nomor 2, Hasan memukul pipinya sampai 3 gigi gerahamnya copot.


Bak! Buk! Bak!


Pemimpin mereka yang berdiri di atas panggung yang tersusun dari kotak kosong mencoba melarikan diri.


"Berhenti!! aku sudah tahu alamat kalian semua. Kalau kau kabur akan kupukuli ibumu!"


Si pemimpin pun terdiam di tempatnya.


"Aku sudah hafal wajahmu brengsek! Tidak ada penjara untukmu, yang ada adalah ruang penyiksaan!"


Hasan mengayunkan tongkatnya ke kaki pria itu.


Si pria pun membalas dengan uppercut ke dada Hasan.


Berbeda dari yang lainnya sang pemimpin bisa Kick Boxing.


Hasan bersiap dengan kuda kuda Arnis yang diajarkan BB.


Bentuk serangan pertama, Double Baton.


Hasan menyilangkan kedua batonnya ke leher si pemimpin, disaat yang sama si pemimpin melancarkan jab ke wajahnya.


Serangan Hasan mendarat lebih dulu dan lebih kuat dari jab si pemimpin.


Serangan tadi sukses memecahkan jakun si pemimpin.


Mulutnya mengeluarkan darah,


Hasan pun menghajarnya tanpa ampun, menjadikannya orang paling sial nomor 2 yang sesungguhnya.


Setelah pembantaian itu polisi datang untuk menangkapi para begal.


Salah satu dari mereka meregang nyawa setelah dipukuli oleh Hasan, meskipun begitu Hasan tidak ditangkap. Polisi hanya berpura pura menangkapnya di depan publik.


"Kalian gila! orang itu pembunuh! dia memukuli temanku sampai mati!!" Si pemimpin terus menyumpahi Hasan.


Dia masih hidup dan memiliki tenaga untuk mengamuk meskipun wajahnya sudah tidak berbentuk.


Hasan mengaku puas pada Lim. Meskipun tangannya telah membunuh orang untuk pertama kali Hasan sama sekali tidak gemetar apalagi menyesal.


***


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................

__ADS_1


__ADS_2