A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
68. Ditunjuk ke dalam misi berbahaya


__ADS_3

"Sebelum mulai izinkan aku memperkenalkan diri. Nama samaranku adalah Silver Tongue, aku agen dari pusat yang bertugas sebagai kepala divisi Komputer dan Informatika DKK cabang Kalimantan Selatan."


"Kenapa ketemuan di tempat ini? Ini restoran bordil yang terkenal di dunia malam itu kan. Sekali mencium baunya saja aku sudah tahu."


"Aku suka tempat ini. Tahu kenapa? Karena banyak pejuang kehidupan di tempat ini."


Pejuang kehidupan yang ia maksud adalah orang yang rela mengerjakan apapun asalkan bisa menghidupi diri sendiri maupun keluarga.


"Tidak harus di tempat ini. Mereka hanya mementingkan gaji yang besar, tidak dengan kehormatan diri, padahal banyak tempat lain yang menyediakan pekerjaan yang halal." Balas Hasan.


"Tak aku sangka orang yang mengkhianati istrinya sendiri berani bicara seperti itu."


Hasan terdiam. "Katakan sekali lagi. Tadi kau bilang apa?"


"Tenanglah Hall Fame, aku tidak sengaja menemukan rekaman ini dari laptop Burn Shadow saat dia menyambungkan perangkatnya dengan server kami. Rekaman CCTV yang menunjukkan kau pergi ke rumah wanita bernama Melinda dan pengakuanmu saat di depan menara pandang, Burn Shadow memiliki semuanya. Dia gadis penyendiri yang berbahaya, tapi aku suka."


Hasan mencoba tetap tenang, dia tidak tahu apa konsekuensi dari menyinggung orang ini.


"Apa yang kau inginkan dariku?"


"Kau langsung ke intinya? Aku bahkan belum mengatakan apapun, nikmati saja dulu 'layanan' di tempat ini."


Secara eksklusif Silver Tongue memesan 5 pelayan terbaik untuk memakai farfum paling harum.


Kelima wanita itu menggerumbungi Hasan. 2 wanita duduk di sampingnya, 3 wanita duduk bawah kakinya. Situasi itu sangatlah vulgar, apalagi bau bauan di ruangan itu dirancang untuk membangkitkan gairah seksual orang yang duduk di dalamnya, seperti zat Afrodisiak.


"Kau pasti jenuh dengan istrimu yang sedang hamil besar. Nikmati saja waktumu disini, aku yang akan membayarnya." Ucap Silver Tongue dengan senyum lebar.


"Kenapa kau melakukan ini...?"


Hasan merasakan pusing yang luar biasa saat menghirup bau zat afrodisiak yang muncul tiba tiba.


Tenaganya tidak bisa disalurkan, sentuhan para wanita itu seakan melemahkan ototnya, dan menutup jalur peredaran qi di tubuhnya, karena itulah Hasan tidak bisa bergerak.


Dalam upaya terakhirnya keluar dari tempat mengerikan itu Hasan memukul kepalanya sendiri dengan baton, berulang kali sampai kepalanya berdarah.

__ADS_1


Para wanita itu melepaskan pegangan mereka, Hasan pun bergegas meraih pintu dan membukanya. Hasan berhasil keluar dari ruangan bau itu dengan nafas terengah engah.


"Kembalilah Hall Fame...!!!! Kalau tidak mau itu, aku tidak akan memaksamu." Teriakan Silver Tongue bergema dalam ruangan.


"Kenapa orang sepertinya bisa menjadi agen DKK? DKK pusat lagi." Batin Hasan.


"Aku tidak mau..!! Kalau kau yang butuh, datangilah aku disini...!"


"Masuklah Hall Fame...! Ini perintah."


"Tidak mau, terlalu banyak bau di dalam sana."


Para wanita yang seharusnya melayani Hasan kecewa.


Silver Tongue akhirnya mengalah. Seakan tak punya rasa malu Silver Tongue yang kaya raya menyuruh para pelayan untuk memblokir jalan agar mereka bisa bermain di luar.


"Berhenti main main...! Apa yang ingin kau lakukan dengan memanggilku ke tempat terkutuk ini..!!?"


"Ini adalah misi tingkat B barumu, kau akan mengawal pemilik rumah bordil ini. Dia bukan orang yang polos apalagi suci seperti CEO Grace Company yang kau jaga saat ini. Karena itulah kau harus mulai membiasakan dirimu mulai sekarang." Tutur Silver Tongue dengan enteng misi seperti itu lazim di bidang ini.


"Kau tidak bisa menolak misi ini. Kau pikir misi itu seperti pekerjaan sepele yang bisa di cancel semaumu hanya karena kau tidak menyukainya!? Ketahuilah, pengawalanmu disini adalah langkah awal untuk mengungkap siapa pelaku penyerangan bom asap di kantor gubernur."


Hasan mendengarkan Silver Tongue kali ini.


Secara singkatnya polisi berhasil menemukan rekaman seorang wanita mencurigakan berjalan ke gedung gubernur saat malam hari. Jejak terakhir wanita itu ditemukan di kamera dashboard sebuah mobil yang memperlihatkan wanita itu masuk ke restoran ini pada dini hari.


Si pemilik restoran yang merupakan target pengawalan Hasan berikutnya mengaku kalau baru pertama kali kedatangan pelanggan seperti itu. Untuk membuktikannya dia punya album foto dirinya dengan setiap pelanggan yang datang ke rumah bordilnya. Wanita itu menolak difoto dengan berbagai alasan, tuturnya.


"Departemen sudah menetapkan tugas ini sebagai misi tingkat B dan berpotensi jadi A. Oleh karena itu Silverblade juga ditugaskan ke dalam misi ini. Dia akan berjaga sendiri, kau akan bergabung dengannya saat masa kontrak DKK dengan Grace Company berakhir. Tidak ada pertanyaan. Bubar!"


Hasan pergi namun beberapa detik kemudian dia kembali.


"Maaf saya menganggu waktu anda. Saya agen Hall Fame ingin mengucapkan terima kasih atas traktir tubuh wanita yang bapak tawarkan, tapi dengan hormat saya menolak. Sebab saya tidak ingin mengkhianati istri saya lagi. Satu hal lagi, saya sudah tobat jadi buaya darat jadi saya harap bapak tidak membocorkan dosa saya duluan ketimbang saya."


Silver Tongue memutar mata dengan jengah. "Baiklah aku tidak akan memberitahu siapapun. Lac*r disini juga tidak akan buka mulut, tapi buktikan kalau kau memang layak dipertahankan...!"

__ADS_1


Hasan tidak tahu bagaimana cara membuktikannya, dia mengiyakan saja perintah Silver Tongue berhubung jabatannya lebih tinggi.


***


Hasan kembali bertemu dengan Ren Kagume si bocah ninja. Seperti biasa mereka berdua disuruh mengawasi CEO dan tunangannya.


"Hei, Mr. Ninja. Tidakkah menurutmu bos mu terlalu lengket? Dia mengganggu pekerjaan CEO. Sebagai orang yang lebih berpengalaman dariku harusnya kau bisa melihat wajah jenuh dan bosan yang ditunjukkan CEO. Hei! Kau dengar aku?"


Ren tidak menjawab. Dia seperti patung manekin. Tenang, sunyi, dan tidak mudah terpancing.


Carol mengetuk jarinya di meja, sambil melirik Hasan lalu dengan cepat matanya berputar kembali ke Mitsuda.


Awalnya Hasan ragu Carol meminta bantuan padanya. Ketukan jarinya itu membentuk pola sos.


Ren menyadari lebih awal dari Hasan, dia pun bersiap jika Hasan melakukan sesuatu yang akan menyakiti bosnya.


Tiba-tiba angin kencang bertiup dari jendela balkon yang terbuka, menerbangkan kertas kertas penting milik Carol. Hasan membantu menangkap kertas kertas itu, dia juga mengambil kesempatan untuk mendorong Ren diam-diam, lalu menumpahkan minuman ke baju Mitsuda.


Mitsuda pun marah besar padahal Hasan hanya berakting saat menumpahkan minuman itu. 


Hasan berpura-pura menundukkan kepala sampai Mitsuda lelah memarahinya dan memilih meninggalkan kantor karena malu pakaiannya kotor.


Sebelum Ren pergi Hasan sempat menangkap respon tidak biasa di organ jantung Carol. Jantung Carol berdegup lebih kencang saat melihat Ren dan mereda saat Ren menghilang di tangga.


"Apa itu tadi? Jangan jangan bos kami tercinta, telah jatuh cinta pada pangeran jepang itu?!"


Walaupun penasaran Hasan tidak berniat mencari tahu karena itu bukanlah urusannya.


Jam pulang tiba, Hasan menemukan Ren Kagume di duduk di atas mobilnya.


"Katakan apa maksudmu mendorongku tadi siang?"


Ren Kagume sang ahli ninjutsu tidak akan bisa tidur jika masih ada urusan yang belum terselesaikan.


***

__ADS_1


__ADS_2