A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
84. Team up [...Lilipad...]


__ADS_3

Di dalam gereja suci umat kristiani dua kubu saling berkonfrontasi. Lim melawan The Flow botak, BB melawan The Flow jenggot, Hasan melawan The Flow wanita. Hasan mengira Lim dan BB tertukar lawan namun perkiraannya itu salah.


Lim sangat cocok melawan pria perkasa tersebut karena bela dirinya yaitu Krav Maga memfokuskan serangan kepada titik titik yang dapat vital, menjadikan praktisi bela diri ini sebagai prajurit yang tidak kenal ampun.


Merasa yakin dengan kemampuan masing masing ketiga orang itu pun berpisah untuk mencegah lawan bersatu. Lim menendang buah ***** si botak lalu melarikan diri ke pintu yang membawanya ke ruangan penuh anak tangga berputar. Beyond Birthday melempar musuhnya yaitu si jenggot berkacamata ke ruang yang bersebelahan dengan ruang Lim yaitu ruangan penebusan dosa. Sedangkan Hasan tetap di tengah menghadapi Yupi yang tidak bergeming sedikit pun meskipun ditodong dengan pistol.


Wajah Hasan terekam kamera tersembunyi milik Yupi. Tidak jelas dimana Yupi meletakkan kamera itu, yang jelas sudut pandang kameranya menyorot seluruh badan Hasan.


Salah satu saudari wanita iblis mengenali Hasan. Dialah Hagi wanita yang menyerang kantor gubernur kalsel, iblis wanita yang meracuni puluhan orang tidak bersalah. Hagi sedang menunggu pak gubernur keluar dari kantornya baru melancarkan aksinya. Hagi sangat berbeda dengan adik adiknya yang masih hidup, dia cukup santai dalam menjalankan pekerjaannya.


"Kamera Bomberman dan Destroyer juga menyala. Mereka sedang menghadapi agen agen terbaik dari kalimantan selatan. Tapi aku hanya tertarik dengan yang dihadapi Yupi. Aku pernah bertemu pria itu di sebuah bazar. Ya, bazar yang itu! Yang aku ledakkan karena ada pedagang buku yang menyebalkan."


Nampaknya Hagi tidak tahu kalau penjaga buku itu adalah Rum Candle, ketua departemen kepolisian khusus.


Hasan bertanya tujuan The Flow menyerang para gubernur. Sembari menangkis pukulan Yupi dengan gampang dengan ayunan pangkal pistolnya.


Yupi mengeluarkan pisau membuat hati Hasan sedikit bergetar ketakutan. Yupi mengayunkan pisau dengan gencar ditambah dia tidak mau menjawab pertanyaan Hasan.


"Berhenti bicara pribumi, alasan kami sama sekali tidak penting untukmu. Kalahkan saja aku!"


"Ya sudah, temanku punya kemampuan hacker yang bagus untuk mengambil alih kendali kamera persidangan nanti." Ucapan Hasan menyinggung Burn Shadow.


Sedangkan Lim harus merasakan telinganya panas karena ucapan ucapan cabul yang keluar dari mulut si botak.


Lim menghindar dengan gesit. Beberapa kali dia berhasil merobek kulit lengan si botak yang berusaha meraihnya. Si botak memuji kecepatan Lim tapi dia juga belum menunjukkan semua kemampuannya.


Si botak menarik ikat pinggangnya lalu memecut tangan Lim yang memegang pisau. Rintihan Lim membuatnya terangsang seperti anjing birahi. Terlihat lengan Lim lebam merah karena pecutan itu.


Keadaan jadi berbalik Lim dipojokkan ke tangga memaksanya untuk terus mundur menaiki tangga.

__ADS_1


"Mau naik sampai atas gadis kecil? Pas sekali aku sedang horny, selain itu aku belum pernah main dengan wanita korea." si botak berbacot ria.


"Hei botak, apa kalian membawa pasukan kemari?" Tanya Lim.


"Tentu saja. Mereka bersembunyi di perumahan. Di Indonesia menyembunyikan penjahat itu mudah karena itulah kami memilih negara ini sebagai tempat operasi perdana The Flow."


Entah kenapa Lim tertawa mendengar ini operasi pertama The Flow. Ternyata mereka hanya seorang amatiran yang tampak menakutkan. Pikir Lim.


Lim membuat rencana untuk mengalahkan pria mesum itu dengan sekali serang. Yang pasti bukan dengan menjatuhkannya ke bawah dari lantai teratas.


Lim membuka kemejanya lalu menunjukkan gunung kembarnya. Baldy Flow tidak mengerti apa yang dilakukan Lim. Lim menantangnya mendekatinya. Karena jika Baldy Flow mendekatinya dia akan mati dengan cara yang mengenaskan.


Terpancing dengan ucapan Lim yang seolah memandang remeh dirinya Baldy Flow pun menaiki tangga dengan cepat.


Lim lari. Dia terus naik hingga ke puncak yang merupakan ruangan bel gereja.


Lim membakar birahi pria itu dengan membuka celananya juga. Kini Lim dalam keadaan telanjang dada akan menghadapi Baldy Flow.


Lim memiliki kebiasaan aneh, dia akan menjadi jauh lebih kuat saat merasa malu atau tidak percaya diri. Namun karena kedua sifat itu menghalanginya beraksi, kolonel Graham jadi melarangnya melakukan hal yang akan membuatnya malu saat bertugas.


Sekarang Lim membuka pakaiannya untuk memancing rasa malunya.


"Kau jadi lebih kuat saat merasa malu? Kemampuan aneh, tapi aku merasa beruntung bisa melihatmu sebelum kita *******."


Lim menyembunyikan banyak senjata di balik bajunya salah satunya semprotan cabai isi ulang yang dia gunakan saat masih tinggal di korea utara.


Lim membalik serbuk cabainya ke udara.


"Kau mau merusak mood ku dengan cabai bau? Tidak akan ku biarkan!"

__ADS_1


Baldy Flow memeluk Lim, diantara semua senjata yang ada Lim lebih memilih menggunakan semprotan cabai yang kemudian dia tumpahkan ke dirinya.


Baldy Flow sangat bernafsu pada Lim namun tubuhnya tidak mengabulkan harapannya. Baldy Flow merasakan sensasi panas yang luar biasa di setiap luka yang dibuat Lim di tangannya. Pegangannya melemah dan Lim berhasil melepaskan diri dari pelukannya.


"Panas tidak? Itu adalah gambaran azab neraka untuk orang jahat sepertimu,"


Semprotan cabai Lim memiliki tingkat kepedasan ekstrim yang bahkan berpotensi membuat mata menjadi buta meski tidak permanen, ada kemungkinan mata terbakar jika terlalu dekat, dan luka akan terasa sangat panas jika terkena bubuk cabai ini.


Baldy Flow tertawa terbahak bahak. Trik kecil dari Lim tidak membuatnya kalah hanya sedikit sakit. Dia kembali memasang wajah mesum lalu mendekati Lim dengan penuh nafsu.


Pertarungan jarak dekat tidak menguntungkan bagi Lim karena jangkauannya tidak sepanjang Baldy Flow. Baldy Flow berhasil mencekik Lim dan menahannya di tanah.


"Kau tidak bertambah kuat."


Dengan cepat Lim memotong nadi Baldy Flow, serangan itulah yang diincarnya sedari tadi, karena itulah dia membiarkan dirinya dicekik. 


Lim menumbuk buah zakarnya Baldy Flow. Dia bertahan di tubuh Baldy dengan kakinya lalu menusuknya berkali kali dengan satu tangan yang terbebas. Dia sempat kena pukulan di wajah sampai pipinya berdarah. Lim menahan pukulan demi pukulan menunggu dengan sabar sampai Baldy Flow kehabisan darah.


Akhirnya Baldy Flow jatuh menimpanya.


Kemenangan itu dia dapatkan dengan luka yang parah. Untuk memastikan pria itu tidak bangkit lagi Lim memotong urat kakinya supaya dia tidak bisa berjalan lagi. Dan ada sinyal di puncak menara bel ini.


Lilipad [Cepatlah datang ke gereja kapten Blade. Ada 3 teror*s dan mungkin pasukan mereka, jadi jangan datang sendirian.]


Blade [...]


Blade [Aku segera kesana. Bertahanlah Lim.]


Lim ingin pergi ke tempat teman temannya tapi dia memutuskan untuk tetap disini demi menjaga Baldy Flow.

__ADS_1


***


__ADS_2