
"Tidak dulu deh pak, saya baru saja berurusan dengan teror*s, itu saja sudah membuat saya kesulitan tidur selama seminggu. Saya rasa mental saya belum siap untuk sesuatu yang lebih besar dari pertempuran itu." Terang Hasan sambil mengawasi perubahan ekspresi Nameless.
"Gajinya akan lebih besar, dan biaya pengobatanmu akan ditanggung selama kau bekerja dengan baik, yakin menolak tawaran ini?"
"Iya saya yakin, biarkan saja Silverblade pergi. Saya akan ikut ke departemen pusat bersama dkk selatan tapi saya tidak mau bergabung ke CRYNO. Ngomong ngomong berapa kelipatan gaji bekerja di pusat?"
Nameless yang tadinya mendengarkan dengan serius jadi tertawa. Mary masuk kembali. Nameless pun mencap nama Hall Fame sebagai agen gagal.
"Jangan khawatirkan cap gagal di arsipmu, ini sebagai tanda kau tidak jadi masuk ke CRYNO, sebaiknya kau cepat selesaikan misimu karena sebentar lagi hari gajihan."
Hasan mengangguk, akhirnya Hasan pulang lebih dulu meninggalkan Nameless dengan Mary Leadswan. "Aku tidak menyangka Nameless semuda itu, dan dia memiliki hubungan baik dengan Mary, terlihat dari cara mereka berkomunikasi, Mary menunjukkan tatapan yang berbeda padanya. Seperti... orang yang sedang jatuh cinta..."
Hasan pergi untuk menjalankan misi tingkat C, dia menyelesaikan misi itu dan berhasil menemukan penyokong dana mereka. Singkatnya misi itu sukses besar.
Kolonel Graham memuji prestasi Hasan yang semakin mengesankan dari waktu ke waktu, tapi mulai sekarang pekerjaan dkk akan semakin sulit dari waktu ke waktu. Nameless memunculkan dirinya, divisi baru CRYNO dibentuk untuk memaksimalkan pencapaian dkk juga meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari pihak dkk. Dan, keberadaan kekuatan super di dunia ini.
Apapun itu Hasan memilih untuk tutup mata dan telinga, apapun yang terjadi di masa depan ada baiknya terjadilah sekarang supaya manusia bisa mengetahuinya dan bangkit kembali untuk mencari jalan keluarnya jika berhasil selamat dari masalah yang pertama.
Hasan masih tidak tahu darimana datangnya kekuatan super itu, namun menurut Nameless kekuatan itu berasal dari tubuh Hasan sendiri. Sekali lagi Hasan memilih untuk tutup mata dan telinga.
Di rumahnya Hasan sedang memikirkan akan masuk kemana anaknya nanti. Dia tidak ingin mengontrol mimpi dan keinginan Amara saat anak itu besar nanti. Tapi sebagai ayah yang baik Hasan ingin memastikan anaknya berjalan di jalan yang lurus, tak sepertinya yang belok dan bermaksiat di masa awal pembangunan karirnya di BPOM.
Sampai sekarang Hasan tidak memberitahu Siska kalau dia selingkuh dengan Melinda di masa lalu. Hasan sangat takut jika suatu hari nanti Melinda datang ke rumahnya dan membongkar perbuatan kejinya. Walaupun wanita itu tidak memiliki bukti karena semua bukti berada di tangannya, tetap saja ia tak bisa menghadapi hari itu.
Hasan pun mempertimbangkan kembali tawaran Nameless. Sebelum Hasan Nameless memberikan kartu namanya, dan kartu nama itu tersimpan dengan aman di kantung celana Hasan. "Kalau aku membuat relasi dengannya dan meminta bantuannya, aku bisa mungkin mengubur skandal perselingkuhan ini selamanya, dan urusan selanjutnya hanya dengan tuhan dan Melinda di akhirat."
__ADS_1
Hasan meletakkan kartu nama itu di atas meja. "Aku harus mendinginkan kepala. Kalau meminta bergabung ke CRYNO demi membuat relasi bayangkan apa yang akan terjadi setelahnya, aku mungkin tidak akan punya waktu untuk keluarga, dan anakku akan tumbuh tanpa figure seorang ayah."
Terasa dua buah tangan mungil di pipi, tanpa menoleh pun Hasan sudah tahu itu tangan Amara, Amara betingkaung mendekati Hasan. Setelah bermain sebentar dengan Amara, Hasan membawa gadis kecil itu ke ruang tamu, tempat ia menemukan Siska tergeletak bersimbah darah di lantai ruangan.
Dengan cepat Hasan menutup mata Amara, serta menelepon ambulan. Pikirannya menjadi kacau, dia memeriksa keadaan Siska dengan Amara masih di tangannya, apapun yang terjadi Hasan tidak mau melepaskan Amara selama pembunuh masih ada di rumahnya.
"Siska..!! Siska...!!!" Hasan memanggil Siska berulang kali namun tidak ada jawaban. Terlihat mulut Siska dipotong serupa dengan hantu jepang Kuchisake-onna.
Hasan tidak bisa menahan amarahnya terlebih saat Siska melihat darah mengalir deras dari lubang di kepala Siska. Hasan menelepon Lim dan Beyond Birthday untuk membantunya menangkap si penyerang yang nampaknya belum kabur terlalu jauh.
Lim dan Beyond Birthday pun datang, Lim menjaga Amara yang diungsikan ke rumah ayah dan ibu, Beyond Birthday menjaga Siska yang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan, sedangkan Hasan akan mengejar jejak pelaku.
Tidak butuh waktu lama dia langsung menemukan helai rambut berwarna merah tersangkut di pagarnya. Helai rambut merah itu pastilah milik penculik karena tidak ada tetangga komplek yang rambutnya merah menyala seperti itu.
"Aku khawatir kau tidak bisa menangkapnya, lagipula mood ku sedang jelek, jadi ingin menghajar seseorang."
Anjing anjing Silverblade yang jauh di depan menggonggong dengan keras saat menemukan pelaku. Kedua agen ini pun meminjam sepeda motor warga yang sedang melakukan ronda, mengejar pelaku lebih cepat."
***Di kantor museum dkk selatan***
Burn shadow mengangkat telepon dari Lim dengan malas. "Kenapa Lim? apa yang bisa kubantu saat malam hari?"
[Istri Hall Fame diserang di rumahnya dan sedang kritis dibawa ke rumah sakit! Tolong retas cctv rumahnya, dan awasi siapa tahu si pelaku masih di rumahnya!]
Burn shadow mematikan tv lalu menyalakan laptopnya. Dari mata virtual itu Burn Shadow mengawasi setiap sudut rumah Hasan.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, kurasa pelakunya kabur ke luar. Ngomong-ngomong bagaimana reaksi Hall Fame?"
[Dia sangat terpukul, sepertinya dia sedang mengejar si pelaku.]
"Aku punya firasat buruk soal ini. Aku sedang mencari pelakunya juga, dan berhasil menemukannya 5 detik yang lalu. Dia adalah mantan selingkuhan Hall Fame."
...***Di pinggir jurang, di atas flyover***...
Formasi Silverblade dan anjing anjingnya berhasil membuat si pelaku terkepung di flyover. Si pelaku diketahui adalah seorang wanita dengan jumpsuit hitam, serta sepeda motor ninja. Dia mahir dalam berkendara namun gagal melarikan diri dari dua polisi khusus yang mengejarnya.
Dari tangan wanita itu tercium bau darah, menjijikkan, pikir Hasan.
"Angkat tangan dan menjauh dari pinggiran! Aku tidak akan segan segan melumpuhkanmu kalau kau mendekati pinggiran!"
Silverblade mengancam dengan pistol, perhatian si pelaku pun tertumpuk pada Silverblade disaat itulah Hasan menarik pelatuk senjatanya dan menembak bokong wanita itu sebanyak dua kali.
Pelaku pun terjatuh, bersandar di pembatas flyover, Hasan membuka helm nya, dia terkejut tidak main saat melihat wajah si pelaku.
"Mbak Melinda... "
...***...
Bab selanjutnya adalah bab terakhir, terima kasih sudah membaca sampai bab ini.
Selanjutnya saya akan membuat novel bertemu fantasi kerajaan untuk event wanita kuat.
__ADS_1