A Unique Path Become CRAZY RICH

A Unique Path Become CRAZY RICH
98. Keadaan pasca pertempuran


__ADS_3

Lantai Pertama Unison Square adalah medan kehancuran setelah serangan ******* yang mengerikan. Di sini, keheningan dipenuhi dengan tangisan dan jeritan dari para korban insiden penembakan massal yang menyayat hati.


Lorong-lorong yang dulu ramai oleh langkah-langkah riang dan tawa kini dipenuhi dengan tumpahan darah, menyisakan jejak tragedi yang menyedihkan. Barang-barang yang berantakan berserakan, etalase pecah, dan toko-toko yang dahulu ramai menjadi sunyi dan suram. Para petugas keamanan berusaha menghadapi kengerian yang mereka lihat, sementara tim penyelamat berusaha dengan putus asa untuk menyelamatkan korban yang masih mungkin bertahan yang hanya mampu menggerakkan bibir mereka.


Sementara di lantai teratas Unison Square, situasi tidak kalah mencekam. Di sini, kehidupan seorang fotografer wanita terenggut ketika ia mendapati dirinya berhadapan langsung dengan seorang ******* yang menodongkan senjata mematikannya. Kamera yang biasanya menjadi sahabat setia untuk menangkap momen-momen indah, kini menjadi saksi bisu dari detik-detik kepegiannya.


Ren merasa sangat bersalah karenanya. Dia berhasil menyelamatkan nyawa Carol dan Siska namun mengorbankan nyawa wanita baik seperti Halidah. Dalam hati Ren berjanji akan menemui keluarga korban dan mengakui kekalahannya. Ren menatap Siska di ranjang rumah sakit, membayangkan dia sebagai Carol.


Kembali ke Unison Square lantai teratas, di ruangan tangga darurat rahasia. Kombo serangan BB dan SB mampu melumpuhkan Curry dan Hagi. Akhirnya semua anggota Devil Woman's tertangkap.


Namun Hasan tidak melihat Hajeera di manapun setelah penembakan yang pertama itu, dan satu anggota lagi yaitu Spiral Riot tidak terlihat di tempat ini. Silverblade kesal tidak bisa bertemu bajingan rendah diri itu. Dia memukul meja di sampingnya sampai patah.


Hasan menelepon Hajeera namun dia malah menemukan hp nya di saku Levi. Merasa Hajeera sudah pulang duluan ke rumah Hasan pun memilih mengamankan Levi terlebih dahulu.


Saat menuruni eskalator ke lantai 2 Hasan bertemu kembali dengan teman temannya yang masing masing menggotong seorang teror*s.


"Tunggu, bagaimana dengan istrimu? Dan pembantumu?" tanya BB dengan khawatir.


"Aku tidak tahu dimana Hajeera, sedangkan istriku sudah dibawa ke rumah sakit oleh Ren Kagume lewat jalur udara. Pulang yuk! Aku tidak sabar menemui istriku di rumah sakit."


Lim, BB, dan Blade saling mengangguk.

__ADS_1


Di lantai satu terjadi pertengkaran antara polisi yang datang terlambat dengan personel tim penyelamat.


Di tengah kekacauan Unison Square, anggota tim penyelamat yang cemas dan marah melihat seorang anggota keluarganya yang terluka, mulai merasa frustrasi dengan polisi yang datang terlambat. Rasa kemarahan yang membara membuat mereka mengungkapkan ketidakpuasan mereka secara tegas.


"Kalian datang terlambat! Keluarga kami terluka karena kalian!" seru salah seorang anggota tim penyelamat dengan suara yang penuh emosi. "Kami sudah berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan korban, sementara kalian tidak ada di sini!"


Perwira polisi yang datang mencoba menjelaskan, "Kami melakukan yang terbaik sesuai protokol. Situasinya sangat kacau dan kami harus berhati-hati sebelum tiba di lokasi. Kami juga mencoba untuk mengamankan area sekitar agar tidak ada lebih banyak korban."


Namun, perkataan polisi itu tidak dapat meredakan amarah anggota tim penyelamat. Kemarahan mereka memuncak karena ketidaksabaran dan emosi yang bergejolak akibat melihat kerabat terluka di hadapan mata. Beberapa anggota tim menyambut penjelasan polisi dengan mata yang menyala, sementara yang lain menghentakkan langkahnya dengan kekesalan.


"Penjelasan kalian tidak membantu! Kami sudah kehilangan banyak waktu dan nyaris kehilangan lebih banyak korban karena keterlambatan kalian!" teriak seorang anggota tim penyelamat dengan nafas terengah-engah, jari telunjuknya menuding polisi dengan geram.


Pertengkaran semakin memanas, di tengah kemarahan yang meluap-luap, ada juga sebagian anggota tim penyelamat yang berusaha untuk meredakan suasana. Mereka mencoba menenangkan rekan-rekannya yang marah, menyadari bahwa saat ini lebih penting untuk bekerja sama daripada saling menyalahkan.


Di tengah ketegangan antara anggota tim penyelamat dan polisi, tiba-tiba muncul sosok misterius yang dikenal sebagai Beyond Birthday. Dalam keheningan yang menakutkan, langkah-langkahnya yang tenang menarik perhatian semua orang. Dengan tatapan yang tajam dan wajah yang penuh teka-teki, dia maju ke tengah-tengah pertengkaran, menjadi penengah yang tak terduga.


"Dalam kekacauan dan kemarahan, kalian lupa bahwa musuh sesungguhnya bersembunyi di tempat yang tak terduga," ucap Beyond Birthday dengan suara yang tenang namun menyiratkan kebijaksanaan. "Bukan hanya masalah waktu dan kehadiran, tetapi juga masalah penebusan dan persatuan."


Anggota tim penyelamat dan polisi menatap Beyond Birthday dengan rasa ingin tahu, bingung dengan kehadiran misteriusnya dalam situasi ini. Namun, dia melanjutkan dengan kata-kata yang mencerahkan:


"Marah dan kebencian tak akan membawa solusi, melainkan hanya menimbulkan perpecahan. Kalian berdua memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan korban dan menghadapi ancaman yang sama. Saat ini, yang terpenting adalah menyatukan langkah, bekerja sama, dan menghadapi musuh bersama sebagai satu tim."

__ADS_1


Tatapan Beyond Birthday tajam dan mengesankan, mengajak semua pihak untuk merenungkan makna dari kata-kata bijaknya. Dalam momen ketegangan itu, kehadirannya seperti sinar harapan yang menyinari kegelapan suasana.


Meskipun awalnya ada ketidakpercayaan, kata-kata Beyond Birthday mulai mempengaruhi hati mereka. Perlahan, kemarahan reda dan rasa saling menyalahkan menghilang. Mereka menyadari bahwa persatuan dan kerjasama adalah kunci untuk menghadapi ancaman dan mengatasi tragedi yang terjadi di Unison Square.


Dalam momen kebijaksanaan itu, Beyond Birthday membuktikan dirinya bukan sekadar sosok petarung, tetapi penengah yang membawa pesan damai dan mengingatkan semua orang tentang pentingnya bersatu dan bersama-sama menghadapi tantangan. Ia meninggalkan kesan mendalam pada hati anggota tim penyelamat dan polisi, mengilhami mereka untuk bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar.


Perwira polisi membuang nafas keluhan lalu berjanji akan bertanggung jawab atas keterlambatan pasukannya.


Situasi menjadi lebih kondusif berkat Beyond Birthday. Hasan diberi izin menjenguk istrinya dengan syarat mengajak Ren bergabung ke DKK.


Hasan pun menyanggupinya. Dia berangkat ke rumah sakit terdekat lalu bertemu dengan Ren di depan pintu masuk.


"Hei Ren Kagume! Kau benar-benar membuatku kagum seperti namamu."


"Jangan banyak bicara. Istrimu sedang bersama oleh Carol, segeralah temui dia di ugd."


Hasan menemui Siska dan anak mereka. Air mata Hasan menetes saat ingat dirinya belum mempersiapkan nama untuk gadis kecil itu. Dia terlalu sibuk bekerja sampai melupakan doa untuk anaknya.


Carol meninggalkan mereka bertiga. Hasan meminta dengan tulus kepada istrinya. Ada kalanya penjahat tidak takut pada polisi dan melakukan hal kotor seperti menculik keluarga polisi. Kejadian ini menjadi pelajaran untuk Hasan kalau kehidupan tidak selalu manis, namun disaat yang sama hal hal manis selalu ada di balik ujian kehidupan yang datang.


Istrinya diculik oleh teror*s, sang istri sempat ambruk dan terjebak dalam baku tembak. Meskipun begitu sang istri tetap kuat dan mampu melahirkan dengan selamat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2