AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
BANTUAN ALEJANDRO


__ADS_3

Hari berganti hari, Alejandro memutuskan tinggal diperkebunan miliknya sedikit lebih lama lagi.


Sebulan sudah keberadaan nya di perkebunan itu.


Setiap hari ia mengunjungi pabrik dan berkeliling perkebunan anggur miliknya. Melihat para pekerja yang memproduksi wine dalam jumlah besar untuk dipasarkan kedalam dan luar negeri.


Sementara untuk perusahaan milik Alejandro di London, ia percayakan pada asisten nya William. Tentu saja untuk memutuskan sesuatu hal yang penting harus atas persetujuan Alejandro.


William berkewajiban melaporkan setiap perkembangan yang terjadi di perusahaan nya tersebut. Alejandro tidak mau terlewat kan barang sesaat.


William selalu rutin melaporkan tentang perusahaannya, agar Alejandro tenang.


Sementara Scarlett kagum dengan cara kerja Alejandro. Setiap hari bertemu dan bekerja bersama membuatnya bisa menilai pribadi Alejandro yang belum di ketahui nya . Selama ini ia hanya mendengar sedikit saja perangai laki-laki itu. Baik dari Mathias selagi hidup mau pun dari Ana mau pun pekerja lain yang sudah bekerja lama di perkebunan .


Siang sudah mendekati sore, Scarlett menyandarkan tubuhnya di balik pohon besar yang berada dipinggir danau. Seperti biasa setelah bekerja berkeliling kebun memeriksa dengan detail bibit-bibit pohon anggur yang ditanam secara terpisah dengan pohon yang sudah menghasilkan buah. Ia menyandarkan tubuhnya, rasa lelahnya terbayar dengan hasil yang didapatkan oleh pabrik anggur milik Alejandro. Mutu anggur yang dipanen semakin berkualitas tinggi, itu semua berkat usaha giat Scarlett.


Huhh...


Scarlett menarik nafas dalam-dalam, ia sejenak memejamkan matanya. Tanpa sadar ia tertidur ditempat favorit nya itu.


Semilir angin yang berhembus kencang, menambah kesejukan disana.


Sementara itu, Alejandro ingin menghabiskan waktu sore hari nya dengan berenang di danau. Ia biasa melakukan hobi masa kecilnya itu sekarang.


Air danau yang sejuk akan menyegarkan kembali tubuhnya setelah rutinitas seharian bekerja. Jeans hitam dan kemeja putih fresh body membalut tubuh atletis Alejandro.


Tadinya ia ditemani Demian sang mandor ke dua di perkebunan Chalons setelah Dante, selama berkeliling perkebunan. Tetapi sesudahnya ia menyuruh Demian melanjutkan pekerjaan yang lain. Sementara Alejandro menuju danau yang ada di sepanjang perkebunan miliknya.


Ia menunggangi kuda kesayangan nya. Kuda yang ia dapatkan dari ayahnya Mathias saat usianya menginjak tujuh belas tahun.


Sekarang kuda itu kembali sering ia tungganginya.


"Ada apa Zabo kenapa kau berhenti hah ?" Alejandro mengelus lembut leher kudanya yang bernama Zabo.


Alejandro mengalihkan pandangannya ke sekitar, ternyata ada kuda yang sering ditunggangi Scarlett sedang memakan rumput disekitar danau. Kedatangan Alejandro membuat kuda itu lari pulang kearah hacienda.


Alejandro mendekat, ia masih diatas kudanya. Tatapannya beralih ke sosok perempuan cantik yang sedang tertidur dengan bersandar di pohon besar.


"Ia bisa memejamkan mata nya di manapun", Alejandro bergumam.

__ADS_1


Scarlett merasakan ada yang mendekat kearahnya ia membuka kelopak mata nya. Dan melihat Alejandro yang masih bertengger diatas kudanya.


"Ahh... aku ketiduran", lirihnya


"Apa kau biasa terlelap di mana pun tempatnya Scarlett ?"


"Mata ku tidak bisa diajak kompromi, aku ketiduran"


"Bagaimana kalau ada orang jahat yang melihat mu seperti itu hah", ketus Alejandro sambil menatap nya tajam.


"Disini tidak ada orang jahat, jangan berlebihan.."


Scarlett meniup tangan nya memanggil kudanya, hingga beberapa kali tapi kuda nya tak nampak juga.


"Dimana kuda ku"..


"Kuda mu sudah pulang Scarlett, kau lupa mengekangnya tadi", seru Alejandro merasa geli melihat tingkah Scarlett menggaruk kepalanya dan tampak kesal dengan ke ceroboh an nya.


"Shittt..


"Kenapa Scarlett", Alejandro ingin menggoda nya sambil tertawa.


"Ahh .. hentikan tawa mu Alejandro, hari yang sial untuk ku".


Scarlett berpikir, tempat mereka saat ini memang jauh dari rumah.


Kalau berjalan kaki Scarlett pasti menyerah saking jauh nya. "Bagaimana ini", gumamnya.


"Aku bisa menolong mu Scarlett, kita bisa pulang bersama. Tapi sebelumnya aku mau mandi dulu di danau", seru Alejandro.


"Aku bisa pulang sendiri..


Scarlett berjalan tertatih meninggal kan Alejandro sendirian.


Alejandro hanya acuh, ia menggelengkan kepala nya "dasar gadis keras kepala.


Alejandro berenang, menikmati sejuknya air danau. Setelah beberapa lama ia naik ke daratan , mengering kan tubuh basah nya. Kemudian naik ke punggung Zabo. Mengajaknya kembali ke hacienda.


Menyusuri jalanan setapak karena letak danau diujung perkebunan anggur yang sangat luas.

__ADS_1


Hingga Alejandro melihat sekelebat tubuh Scarlett dari belakang.


Alejandro tersenyum melihat nya. Ia berniat menggoda nya.


"Ayo pulang bersama ku, hingga malam kau tidak akan sampai ke hacienda Scarlett."


Scarlett acuh dengan ucapan Alejandro, ia terus berjalan menyusuri tapakan perkebunan.


Ia benar-benar bertindak ceroboh, lupa mengikat kekang kudanya.


Hingga, tanpa sadar Scarlett memijak batu yang yang sedikit besar. Membuat tubuhnya oleng dan terjerembab. Scarlett terpekik, karena kaget.


Alejandro yang melihatnya spontan melompat dari punggung Zabo. Ia lari kearah Scarlett yang sudah jatuh dengan posisi tubuh meringkuk.


Alejandro segera melihat keadaan Scarlett, ia mengangkat kepalanya menyandarkan ke pahanya. Tampak kening Scarlett mengeluarkan darah walau tidak parah.


"Scarlett,.


"Aww, .."


Scarlett memegang keningnya yang berdarah.


"Ayo ku bantu kau berdiri"


Pelan-pelan Alejandro membantu Scarlett berdiri.


"Aww ...kaki ku", suara Scarlett meringis menahan rasa sakit .


Alejandro mendudukkan tubuh Scarlett ke tanah, dan ia menaikkan celana jeans Scarlett. Tampak memar kebiruan di pergelangan kaki nya.


"Kau tidak bisa berjalan Scarlett, kaki mu tidak akan bisa menopang tubuh mu", Alejandro memijat-mijat lembut pergelangan kaki Scarlett.


Sementara hari sudah mendekati senja. Sinar matahari sudah berangsur berganti gelap.


"Ayo naik ke kuda ku, kau tidak akan bisa berjalan".


Tanpa persetujuan Scarlett, Alejandro mengangkat tubuh Scarlett . Scarlett hanya pasrah, ia menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Alejandro. Wajahnya menahan rasa sakit dan juga malu .


...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE 🙏


IKUTI JUGA CERITA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA , TINGGALKAN SELALU JEJAK KALIAN SEBANYAK MUNGKIN 🙏🙏🤗


__ADS_2