
Alejandro baru saja selesai membersihkan tubuh nya.
Ia memakai pakaian yang sudah disiapkan Scarlett.
Saat Alejandro bangun tidur beberapa saat yang lalu, ia tidak melihat istrinya. Alejandro tahu pasti Scarlett berada di taman sebelah hacienda seperti yang biasa ia lakukan setiap pagi hari semenjak hamil.
Alejandro selesai memasang kancing-kancing kemejanya.
Ia melangkahkan kakinya keluar kamar menuju lantai bawah.
"Selamat pagi tuan Alejandro", pelayan menyapanya.
"Dimana istriku ?" tanya Alejandro mengarahkan pandangannya ke sekitar.
"Nona Scarlett di taman samping tuan", ucap Levia yang kebetulan mendengar pertanyaan Alejandro pada temannya sesama pelayan.
Alejandro melangkahkan kakinya ke taman, ia mencari sosok Scarlett tetapi tidak menemukan keberadaan istrinya itu di sana. Bahkan Alejandro berjalan menyusuri jalan setapak diantara bunga-bunga iris tiga kelopak yang berwarna warni sangat indah, ia tetap tidak melihat sosok istrinya di taman.
"Dimana Scarlett", ucap Alejandro sambil berdiri tegap dengan berkacak pinggang.
Ia kembali masuk kedalam rumah dan menuju ruang makan. Alejandro melihat Caroline masih berada di rumahnya dan makan pagi di meja makan.
"Siapa yang mengizinkan mu makan di sini Caroline. Aku sudah meminta mu untuk pergi meninggalkan perkebunan ku pagi ini", ketus Alejandro dengan tatapan tajam menusuk.
Alejandro melihat Levia, ia memanggil Levia menanyakan keberadaan Scarlett.
Levia menjelaskan tadi Scarlett menuju taman seperti biasanya dan mengatakan akan menikmati udara pagi yang segar.
"Kau mencari istri kampungan mu itu Alejandro ? ia sudah pergi jauh", ucap Caroline dengan entengnya.
"Apa maksud mu hah ?", balas Alejandro menatap tajam Caroline yang tampak santai menikmati makan pagi nya.
"Apa maksud mu ?"
__ADS_1
Alejandro menarik kuat lengan Caroline hingga perempuan itu bangkit dengan terpaksa dari tempat duduknya. Bahkan minuman yang tersaji di meja tumpah berantakan.
"Aww, kau menyakiti ku sayang".
Caroline mengibaskan rambut nya dengan tangannya. Perempuan itu tampak menggunakan pakaian seksi yang menampakkan kedua gundukan dadanya yang berukuran kecil itu.
"Aku sudah mengingatkan mu, Lacur. Kau lupa berurusan dengan siapa hah ?".
"Hahahaaa, aku tidak takut dengan ancaman mu itu Alejandro. Kau tidak akan mudah menyingkirkan aku. Istri mu sudah melihat semua bukti-bukti hubungan intim kita", ketus Caroline seakan tidak terjadi apa-apa.
Terlihat Samuel dan Dante memasuki hacienda.
"Samuel berikan semua bukti pada lacur ini, agar mulutnya berhenti berucap dengan berkoar-koar", seru Alejandro sambil berkacak pinggang tanpa mengalihkan sedikit pun tatapan nya pada Caroline yang masih tampak enjoy saja.
"Perempuan ini benar-benar..
Samuel memberikan beberapa foto panas Caroline dan Mark Rufaro bahkan ada foto saat mereka sedang melakukan hubungan intim disebuah kamar.
"Ada yang ingin kau katakan hah ? kau bekerja sama dengan Mark Rufaro ingin menjatuhkan aku. Itu tujuan kalian Caroline ?"
Argh...
"Kau akan menyesal telah mempermalukan aku Alejandro", ketus Caroline dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Danteee, bawa perempuan ini pergi dari perkebunan ku sekarang juga jangan biarkan ia mendekati Chalons lagi", perintah Alejandro pada Dante.
Dengan cepat Dante menyeret Caroline yang meronta tidak mau pergi dari sana.
"Lepaskan aku, jangan sentuh aku. Atau kalian akan merasakan akibatnya", teriak Caroline dengan suara keras.
"Kalian semua akan menyesal telah memperlakukan
super model terkenal kasar seperti sekarang ini, Cuihh"
__ADS_1
Caroline terus saja berteriak-teriak kencang, bahkan dirinya sudah berada di dalam mobil pun masih terdengar teriakan nya.
Sementara Levia membawa tas dan koper yang milik Caroline keluar hacienda. Ia memasukkan semua barang Caroline ke dalam bagasi mobil Dante.
Setelah tidak terdengar lagi teriakan Caroline, Samuel berbicara dengan Alejandro.
"Tuan, penjaga pagi melihat nona Scarlett mengendarai mobil miliknya menuju kota Champaign, penjaga tidak mencegat karena tidak mengetahui telah terjadi sesuatu kepadanya", ucap Samuel menjelaskan pada Alejandro
"Siapkan mobil ku !"
Alejandro berusaha menghubungi seluler Scarlett tetapi tidak diangkat.
Alejandro kembali kekamar mereka, dan kembali menghubungi Scarlett. Ternyata handphone miliknya istrinya itu tertinggal di nakas. Handphone itu tampak bergetar.
"Shitt...
Dengan langkah cepat Alejandro menuruni tangga dan menuju ke mobilnya yang sudah di siapkan orang nya.
Tanpa berpikir panjang Alejandro mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Dimana kau sayang, kenapa kau pergi begitu saja", lirih Alejandro sambil memukul-mukul setir mobilnya.
"Apa yang telah Caroline katakan kepada mu", Alejandro bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Ia sangat tahu istri nya itu bukanlah perempuan cengeng dan suka lari dari permasalahan.
Scarlett adalah perempuan kuat yang sudah tertempa dengan kehidupan nya yang sangat keras dan berat. Kalau hanya masalah sepele tentu Scarlett tidak akan lari begitu saja. Alejandro yakin pasti ada hal lainnya.
Tapi saat ini Scarlett sedang hamil tentu saja memiliki perasaan yang sensitif.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏
__ADS_1