AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
UNDANGAN KELUARGA ANESTO


__ADS_3

"Kau sangat cantik Scarlett", ucap Alejandro sambil menatap intens Scarlett yang sedang menelisik penampilan nya di depan cermin yang ada di ruang wardrobe.


Scarlett mengenakan Shoulderless Coctail Dress pemberian Alejandro beberapa saat yang lalu.


Dress yang menampilkan bahu terbuka itu terlihat sangat elegan tubuh Scarlett dengan bagian bawah rok sedikit melebar. Dengan keseluruhan gaun tertutup sampai ke bawah lutut.


Scarlett memang sangat menyukai dress simpel dan nggak ribet seperti itu. Ditambah lagi dengan warna soft yang membuatnya semakin mempesona.


Untuk rambutnya, Scarlett lebih memilih untuk menggeraikan saja rambut hitam bergelombang nya.


Sementara Alejandro, terlihat semakin tampan dengan setelan jas berwarna abu-abu senada dengan dress Scarlett.


Alejandro memeluk tubuh Scarlett, "Kau selalu mempersona", bisiknya sambil mengecup lembut leher jenjang Scarlett.


"Ale, nanti kita terlambat", ujar Scarlett pada Alejandro yang terus-menerus menciumi lehernya.


"Ale, hentikan nanti leher ku merah. Aku malu dilihat orang-orang", protes Scarlett.


"Hanya sebentar saja seperti ini, kau sangat menggoda ku Scarlett. Aku suka parfum yang kau pakai", bisiknya di telinga Scarlett. Hingga Scarlett memiringkan sedikit kepalanya.


Dengan nafas terengah-engah Alejandro menghentikan cumbuhan nya.


"Kita pergi sekarang, tapi pulang nanti kau tidak bisa menolak ku", ucap Alejandro setengah berbisik di telinga Scarlett.


"Huhh, Ale kau ini...apa tubuh mu tidak ada lelahnya ?", jawab Scarlett tidak berminat sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kalau dengan mu aku tidak akan pernah lelah", jawab Alejandro sambil memijat lembut ujung hidung Scarlett.


*


Alejandro menggenggam erat tangan Scarlett setelah turun dari mobil yang di kendarai oleh supir Alejandro.


Tamu yang hadir sudah memenuhi hacienda milik tuan Anesto. Semua pandang mata menatap kearah Alejandro dan Scarlett. Tampak jelas decak kagum yang diberikan tamu undangan yang ada di sana.


Alejandro mengajak Scarlett menemui tuan Anesto dan keluarga nya yang duduk di kursi dengan meja bundar.


"Alejandro Mathias ? apakah ini benar kau ?", tanya pria paruh baya yang spontan berdiri melihat ke arah Alejandro.


"Iya paman Anesto", jawab Alejandro


"Ya tuhan, aku senang sekali melihat mu berada kembali di kota Champaign anak ku", ucap Anesto sambil memeluk erat tubuh Alejandro. Sesekali ia merenggangkan pelukannya dan menatap Alejandro dengan bangga, Anesto menepuk-nepuk pundak Alejandro. Kemudian memeluknya kembali.


"Maafkan aku paman aku belum sempat berkunjung kesini, karena aku sibuk mempelajari semua pembukuan yang ditinggalkan ayahku", ucap Alejandro


Nampak Anesto mengangguk kan kepalanya,

__ADS_1


Anesto menatap Scarlett yang berada disamping Alejandro.


"Ia Scarlett paman, yang di nikahi ayah...


"Aku tahu anak ku. Kau tidak perlu menjelaskan nya. Mathias sejak lama sudah memberi tahu ku", ucap Anesto sambil menepuk pundak Alejandro.


"Aku sudah menikah dengan Scarlett, paman".


"Alejandro, aku senang mendengarnya. Paman ucapkan selamat untuk mu dan Scarlett. Setelah acara ini datang lah keruang kerja ku ada hal yang ingin paman sampaikan kepadamu juga istri mu", ucap Anesto.


Alejandro dan Scarlett bertukar tatapan. Dengan pikiran masing-masing bertanya dalam hati gerangan apa yang akan di katakan Anesto kepada mereka.


Seperti nya suatu hal yang sangat penting.


"Ehemm, apa ada yang terlewat kan oleh ku di sini ?"


Suara bariton mengitrupsi pembicaraan antara Alejandro dan Anesto.


"Javier ...


"Alejandro", benarkah ini kau sahabatku ?"


Keduanya tertawa bahagia, sambil berpelukan erat.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, teman", ucap Alejandro.


Alejandro menepuk pundak Javier sambil tersenyum mendengar protes sahabat baiknya itu.


Alejandro dan Javier adalah sahabat kecil hingga remaja. Mereka selalu bermain bersama.


Sementara Ayah mereka ada lah teman baik juga, sehingga kedua anak-anak mereka akrab .


Alejandro masih sedikit beruntung dibandingkan Javier, karena Alejandro bersama dengan ibunya hingga remaja. Sedangkan Javier tidak bertemu dengan ibunya karena meninggal saat melahirkan Javier.


Scarlett, kagum melihat kedekatan Alejandro dan Javier, juga dengan tuan Anesto yang sangat perhatian pada Alejandro seperti anaknya sendiri.


Setelah penyerahan perkebunan kepada Javier, acara yang diadakan Anesto selesai. Tamu undangan dan rekan bisnis sudah meninggal kan kediaman keluarga itu.


Sementara Alejandro dan Scarlett sudah berada diruang kerja Anesto. Mereka ditemani oleh Javier.


Obrolan nostalgia antara keduanya tidak dapat di hentikan. Tawa canda serta guyonan membuat suasana disana tampak menyenangkan.


Asisten Anesto membuka handle pintu, ia nampak membawa amplop coklat di atas meja sofa. Setelahnya Anesto masuk ke dalam ruangan kerja tersebut.


"Duduklah kembali", ucap laki-laki paruh baya yang terlihat masih nampak gagah itu.

__ADS_1


"Alejandro, beberapa tahun yang lalu sahabat ku Mathias meninggalkan semua berkas-berkas ini ke pada ku.


Ayah mu meminta ku menyerahkan semuanya ini kalau ia sudah tiada".


"Aku senang melihat mu kembali ke perkebunan Chalons, Alejandro. Mathias selalu percaya kau akan kembali ke sini nak. Dan ternyata ucapannya itu benar adanya. Aku yakin sahabat ku sudah bahagia dan tenang di sana, ia pasti sangat senang melihat putra kesayangannya kembali".


Alejandro tidak bisa menutupi rasa harunya, matanya sudah berkaca-kaca. Mendengar penuturan Anesto.


"Terima kasih paman, kau selalu ada untuk ku", jawab Alejandro. Ia mengalihkan pandangan matanya menutupi kesedihannya.


"Mathias meminta ku menyampaikan kepada mu agar membuka berkas ini bersama Scarlett", ujar Anesto.


Alejandro dan Scarlett saling berpandangan, mereka tidak mengerti apa maksud dari permintaan ayahnya itu.


Scarlett menggenggam tangan Alejandro untuk memberikan ketenangan.


Sementara Javier hanya diam mendengarkan penjelasan ayahnya.


Setelah beberapa saat Alejandro dan Scarlett pamit pulang ke hacienda mereka.


"Alejandro, besok aku akan berkunjung ke perkebunan mu. Aku sudah lama sekali rindu dengan danau yang ada di perkebunan mu. Selama aku di Amerika aku sering mengingat masa kecil kita berenang di danau Chalons", ujar Javier


"Tentu saja Javi, aku dan Scarlett sangat senang menerima kunjungan mu. Aku akan meminta Ana memasakkan mu soup asparagus", jawab Alejandro sambil tertawa mengingat kenangan masa lalu mereka yang selalu dihabiskan bersama-sama.


"Iya Ale kau benar, aku juga rindu sekali dengan masakan bibi Lolita yang di turunkan nya ke pada Ana", jawab Javier menepuk pundak Alejandro.


*


"Scarlett apa kita harus membuka berkas yang di berikan ayah ku ini sekarang ?", tanya Alejandro pada Scarlett yang sedang membersihkan mukanya di depan meja hias tak jauh dari tempat tidur mereka.


"Semua keputusan ada pada mu, Ale. Jika kau belum siap membuka nya sekarang kita bisa melihat nya lain waktu saat kau sudah siap", jawab Scarlett sambil merebahkan tubuhnya disamping Alejandro.


"Aku sangat kagum melihat persahabatan mu dengan keluarga Javier, Ale. Tuan Anesto menganggap mu seperti anaknya sendiri".


"Hubungan keluarga kami memang sangat dekat sekali. Ayah ku bersahabat baik dengan paman Anesto. Sementara bibi Starla istri nya meninggal dunia saat melahirkan Javier. Itulah kenapa aku dan Javier sering bersama, karena Javier membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Ia banyak bersama ku, kami sama-sama di asuh ibu ku. Tetapi saat kami beranjak remaja kesehatan ibuku menurun. Kesedihan yang menghampiri keluarga kami, juga dirasakan oleh Javier dan paman Anesto ", ujar Alejandro menjelaskan hubungan dekat keluarga mereka.


Scarlett memeluk tubuh Alejandro, sambil menyandarkan kepalanya ke dada Alejandro.


"Kau sangat beruntung Ale memiliki Keluarga dan orang-orang disekitar yang sangat perhatian kepada mu", ucap Scarlett sambil memejamkan matanya.


...***...


LIKE DAN VOTE YA 🙏


.

__ADS_1


BAGI YANG NGAK MAU MENUNGGU LAMA UPDATE, YUK BACA "PENGANTIN PENGGANTI


(tamat)


__ADS_2