
Weekend..
"Alejandro, apakah kita jadi makan siang bersama Javier dan Moza di danau ?", tanya Scarlett membuka handle ruang kerja Alejandro.
Alejandro menatap kearah pintu menatap Scarlett yang tampak cantik menggunakan dress pendek diatas lututnya bermotif floral.
"Kemari lah", ucap Alejandro menepuk pahanya.
"HM...kau mau apa Ale", tanya Scarlett absurd. Saat ini Ia tidak mau Alejandro menggoda nya seakan tiada lelahnya suaminya itu selalu meminta jatahnya saat berada didekat Scarlett.
"Kemarii", jawab Alejandro.
Scarlett masuk kedalam ruangan kerja itu dan mendekati Alejandro, duduk diatas pangkuan suaminya.
"Kau sangat cantik sekali hari ini", bisik Alejandro sambil mengecup leher Scarlett. Sementara tangannya melingkar di perut Scarlett yang sudah nampak dan terasa membesar.
"Ale, kenapa weekend kau masih bekerja juga ?", tanya Scarlett yang melihat banyak sekali kertas diatas meja kerja Alejandro.
"Aku hanya mengisi waktu kosong ku saja sayang. Sambil menunggu jam makan siang kita", jawab Alejandro sambil membuka dress Scarlett di bagian pundak nya. Dan mengecupnya dengan lembut.
"Ale, aku ingin ke pantry menyiapkan bekal makan siang kita", ujar Scarlett mengalihkan perhatian Alejandro yang semakin jauh.
"HM..kau tinggal minta pelayan melakukannya, sedangkan aku tidak mungkin kan minta dengan pelayan", seloroh Alejandro yang membuat Scarlett kesal.
"Alejandrooo...
"Kau menggodaku sayang, aku sedang bekerja tiba-tiba kau datang. Kau menghilangkan konsentrasi ku", bisik Alejandro lagi sambil tangannya bergerilya menjamah setiap jengkal tubuh Scarlett.
Ahh kalau sudah begini mau tidak mau akhirnya pertahanan Scarlett jebol juga, dengan pasrah ia menerima semua keinginan Alejandro. Dan melayaninya hingga tuntas.
*
"Kau sudah datang Javier ? masuklah !"
Moza menekan tombol smart lock dipintu apartemen nya, hingga pintunya terbuka secara otomatis. Dan mempersilahkan Javier masuk ke dalam apartemen nya untuk yang pertama kali.
"Silakan duduk dimana pun yang kau inginkan, ehm anggap rumah sendiri", ucap Moza dan pamit kekamar sebentar untuk menyelesaikan riasan tipis nya.
Javier menganggukkan kepalanya, ia pun duduk di sofa yang terasa empuk di bokongnya.
Javier mengedarkan pandangannya, ke penjuru apartemen moza yang terlihat cukup mewah untuk seorang diri.
Javier melihat-lihat foto yang tertempel rapi di sudut ruangan.
Ia tersenyum menatap foto-foto Moza, bahkan ada foto saat ia masih kecil hingga beranjak remaja.
"Hmm..gadis yang sangat lucu", gumam Javier sambil tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu Javi ?" ujar Moza menghentikan lamunan Javier.
"Kau saat kecil lucu", jawab Javier spontan.
Moza tersenyum mendengar jawaban pacarnya itu.
"Javi, kau mau minum apa ?"
__ADS_1
"HM..tidak usah", ucap Javier sambil memeluk pinggang Moza.
Moza tampak terkejut, tetapi ia tidak protes. Javier mengusap lembut wajah Moza yang sudah merona. Dan mencium lembut bibir ranum dihadapan nya.
Javier memperdalam ciumannya, Moza membalasnya juga.
Setelah puas Javier menghentikan ciumannya, ia menatap kedua netra Moza.
" Kita pergi sekarang", ucapnya sambil menggenggam tangan Moza keluar dari apartemen.
"Javi sebentar...Hmm Kau harus ingat PIN apartemen ku, aku sudah merubahnya dengan tanggal jadian kita", ucap Moza pelan membisikkan nya di telinga Javier.
Javier tersenyum mendengar nya. "Iya akan aku ingat", jawab Javier.
Kemudian keduanya berjalan ke basemen, menaiki mobil Javier menuju ke perkebunan Chalons. Meraka sudah berjanji akan makan siang bersama di tempat Alejandro.
*
Scarlett dan Moza mempersiapkan bekal untuk makan siang mereka di danau.
Sementara Alejandro dan Javier masih berada di ruang kerja.
"Scarlett, ada yang ingin aku beritahu kan kepada mu", ucap Moza membuat aktivitas Scarlett terhenti.
"Iya Moza, ada apa ?
"Aku dan Javier sudah jadian. Kami resmi pacaran Scarlett", ucap Moza tersenyum bahagia.
"Aahh, benarkah Moza", balas Scarlett memegang pelan tangan Moza.
"Ahh...aku turut bahagia untukmu dan Javier, Moza", jawab Scarlett bersorak bahagia.
Mereka bahkan tertawa cekikikan.
"Kau tau Scarlett, kami bahkan sudah berciuman mesra dua kali".
"Awww", Scarlett menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya tampak melotot dan kemudian tertawa .
"Aku tahu, pasti ada sesuatu diantara kalian, aku melihat gesture tubuh kau dan Javier sama-sama saling menyukai...Ahh akhirnya dugaan ku benar", ucap Scarlett.
"Baiklah sekarang sudah semakin terik sebaiknya kita hampiri lelaki kita di ruang kerja. Kalau tidak diingatkan mereka itu pasti lupa waktu", seru Moza.
Di ruang kerja..
"Alejandro aku ingin memberi tahu sesuatu kepada mu, teman "
"Ada apa Javi ? seperti nya sesuatu yang penting.
"Aku sudah menyatakan perasaan ku pada Moza beberapa hari yang lalu, Ale. Dan ia menerima cinta ku, kami sudah menjadi sepasang kekasih sekarang", ujar Javier dengan wajah serius.
"Ohh ya, aku senang mendengarnya nya Javi. Tentu saja aku mendukungmu, kau sahabat ku yang sudah sangat aku kenal lama. Sementara Moza juga sepupuku, ia gadis yang sangat baik. Tentu saja aku senang mendengar kabar dari mu ini. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua", jawab Alejandro.
"Kami sudah siap", Moza membuka pintu.
"Ayo kita pergi ke danau", ucap Scarlett dengan antusias.
__ADS_1
"Hmm, kita gunakan mobil saja ke sana, karena Scarlett sedang hamil", ujar Alejandro.
Dan di setujui yang lainnya.
"Javi, apakah kita akan berenang ?"
"Boleh juga, aku sudah membawa baju ganti di mobil ku" balas Javier .
"Wahh, hari ini bakalan seru acara kita Scarlett", ucap Moza.
"Aku mendukung suamiku, Moza. Ale ku pasti akan menang melawan pacarmu" seloroh Scarlett.
"HM ..aku yakin Javier ku akan mengalahkan suami mu kali ini", balas Moza tidak mau kalah dari SCARLETT.
Dan akhirnya semua yang mendengar tertawa bersama.
*
Olivia berada di toko buku langganan nya sejak dulu di pusat kota Champaign. Ia tampak memilih-milih buku favorit nya.
Yang ingin di carinya saat ini buku tentang pengembang biakan anggur Ruby Roman. Ia harus mengetahui cara bercocok tanam tentang anggur satu itu karena ia yang ditugaskan Scarlett untuk mengembang biakkan bibit-bibit baru yang tadi pagi dikirim orang Mark Rufaro ke perkebunan Chalons.
Mumpung hari ini weekend, Olivia mempergunakan waktu nya untuk hunting buku tentang pembudayaan anggur jenis langkah Ruby Roman yang berasal dari Jepang itu.
Netra Olivia, tiba-tiba tertarik dengan sebuah buku yang cover nya jelas menampakkan jenis anggur yang ingin dipelajarinya lebih mendalam.
Olivia mengambil buku itu. Tetapi buku yang tertata di rak berukuran besar dan tinggi itu tertahan karena ada yang menariknya juga.
"Buku ini aku yang duluan mengambilnya", ucap Olivia sedikit keras.
"Buku ini milik ku, aku sudah duluan memegangnya", terdengar suara bariton di balik rak yang membatasi antara keduanya.
"Enak saja...hardik Olivia sambil sekuat tenaga menahan buku itu.
"Aku tidak mau tahu, aku yang yang duluan memegangnya", balas laki- laki itu, sambil sekuat tenaga menarik buku yang mereka perebutkan.
"Kauu...
"Kamu lagi...!
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1