
"Menyebalkan sekali aku harus kembali ke kota kecil ini. Mana tidak ada club yang bisa ku datangi. Tapi demi seorang Mark Rufaro, tidak mengapa lah. Sebentar lagi lelah ku terbayar kan. Mark akan menggantikan Alejandro sebagai sumber keuangan ku".
Saat ini gadis cantik yang sangat fashionable sedang berada di dalam pesawat yang akan membawa nya menjelajahi negara Perancis tepatnya di kota Champaign.
"Aku sudah tidak berharap lagi dengan Alejandro, karena dari awal ia terang-terangan mengatakan perasaannya pada ku, tidak mencintai ku. Beda hal nya dengan Mark pria itu tidak mengatakan apa-apa kepada ku, memang kami tidak berstatus pacaran tetapi Mark tidak pernah menolak menghabiskan malam bersama ku", batin Caroline sambil tersenyum penuh siasat.
Kacamata hitam mahal menghiasi wajah cantiknya, bak sosialita kelas kakap wanita itu duduk di penerbangan First class.
"Melelahkan.. demi uang Mark aku rela datang lagi ke kota ini. Mana harus melanjutkan perjalanan dengan mobil lagi. Kali ini kau harus berhasil mendapatkan semua keinginan mu CAROLINE" batinnya dengan ambisi yang meluap-luap.
"Aku akan memberikan apa pun pada Mark asalkan ia menjadi kekasih ku. Aku membutuhkan uangnya juga tubuh seksinya itu, ia laki-laki yang sangat hot saat bercinta".
*
"Scarlett, aku duluan pulang ya", ujar Olivia dengan sedikit terburu-buru.
"Apa kau akan menemui tuan Mark Rufaro, Olivia ?" tanya Scarlett
"Iya Scarlett, mau bagai mana lagi kalau laki-laki itu tidak melakukan hal jahat kepada ku, malahan dia yang menyelamatkan aku tentu saja aku akan meminta maaf kepada nya dengan tulus", jawab Olivia.
"Tindakan mu benar Oliv, kita harus mengakui salah jika salah, dan katakan itu benar jika benar", jawab Scarlett tersenyum.
"Iya Scarlett, semoga tuan Mark mau memaafkan aku yang sudah menuduhnya macam-macam, tadi pagi", ucap Olivia pelan dengan wajah menyesal nya.
Olivia pun pamit pulang, dan melajukan kendaraannya menuju perkebunan Merciel.
*
Setelah hampir satu jam lebih perjalanan dari bandara, Caroline meminta sopir langsung menuju ke perkebunan yang tempat nya sudah di beritahu kan oleh salah satu temannya yang pernah datang ke perkebunan milik Mark.
Dan mobil yang membawa nya, memasuki kawasan perkebunan Merciel. Caroline turun dari mobil tanpa membuka kacamata hitam nya. Bak sedang berjalan di atas catwalk ia masuk ke kantor Mark.
"Maaf anda ingin bertemu siapa nona ?" tanya wanita yang ada di meja resepsionis.
"Antarkan aku menemui kekasih ku Mark Rufaro pemilik perkebunan ini", ucap Caroline dengan ketus.
Wanita resepsionis itu menelepon sekertaris tuan Mark. "Silahkan anda naik kelantai tiga nona", ucap resepsionis dengan ramah.
Caroline tidak menggubris nya, dengan angkuhnya ia berlalu dihadapan wanita itu menuju lift yang dimaksud.
__ADS_1
*
Olivia memarkir mobilnya di area perkantoran milik Mark Rufaro.
Ia melangkahkan kakinya menuju lobby. Saat hendak menuju meja resepsionis, Peter melihat nya.
"Nona Olivia", sapa Peter ramah.
"Selamat sore tuan..?
"Peter, panggil saja Peter nona".
"Hmm..aku ingin bertemu dengan tuan Mark Rufaro, apakah ia ada ?" tanya Olivia dengan ramah.
"Oh, tuan Mark ada di ruangan nya. Nona langsung saja kelantai tiga. Tapi maaf saya tidak bisa mengantar kan anda ke atas karena ada pekerjaan yang harus saya kerjakan sekarang", jawab Peter tampak menyesal.
"Tidak apa-apa Peter, terima kasih karena kalian sudah menolong ku semalam".
"Nona harus berterima kasih dengan tuan Mark, karena ia yang sudah menemukan dan menyelamatkan anda. Tuan Mark sangat mengkuatirkan keadaannya nona semalam" ucap Peter
"Iya Peter..
Setelah itu Peter pamit pergi, dan Olivia masuk ke lift menuju lantai tiga di mana ruangan Mark berada.
*
Caroline keluar dari lift, tubuhnya melenggak-lenggok bak sedang melakukan pertunjukan fashion show tanpa penonton saja.
"Di mana ruangan kekasih ku Mark Rufaro"
"Silahkan ikuti saya nona..
Setelah sampai di depan pintu megah, sekertaris Mark hendak mengetuk pintu. Tiba-tiba Caroline langsung membuka handle pintu dan menyerobot masuk..
"Sayang, aku sangat merindukan mu", ucapnya manja menghampiri Mark yang sedang sibuk bekerja.
Mark seketika menghentikan pekerjaannya, terkejut siapa yang berani mengganggu nya. Tanpa ba-bi-bu lagi Caroline langsung duduk dipangkuan Mark. Tampak sekali kemarahan Mark pada sekretaris nya yang bekerja tidak becus.
Sementara sekertaris itu terdiam dengan wajah pucat pasi karena telah melakukan kesalahan yang membuat bos nya kesal.
__ADS_1
"Selamat sore..
"Bisakah saya bertemu dengan tuan Mark Rufaro, saya Olivia..
Olivia menatap wajah sekertaris yang terdiam di depan pintu dan tidak menggubris ucapan Olivia.
Olivia mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan, bertepatan dengan pandangan mata Mark yang juga tampak terkejut melihat kehadiran Olivia di depan ruangan nya.
"MAAF saya mengganggu anda t-tuan..", ujar Olivia yang tidak bisa menutupi rasa kagetnya melihat apa yang sedang dilakukan Mark dan seorang wanita di ruangannya.
Olivia secepatnya membalikkan badannya, dengan langkah cepat ia ingin segera pergi dari sana.
"Olivia ..
Mark yang mengetahui nya segera beranjak dari kursinya, ia tidak memperdulikan keadaan Caroline yang jatuh terduduk dilantai setelah tubuh Mark tiba-tiba berdiri.
"Olivia, tunggu..
Dengan langkah cepat Mark menyusul Olivia yang hampir tiba di depan lift. Saat lift itu terbuka, tangan yang begitu kuat menarik lengan Olivia. Hingga tubuh Olivia merapat ke tubuh Mark Rufaro.
"Ada apa kau menemui ku Olivia ?", tanya Mark dengan tatap tajamnya menelisik wajah gadis yang begitu dekat dengannya saat ini.
"Aku ingin meminta maaf, karena aku salah menilai mu tuan. Maafkan aku.. terima kasih karena kau sudah menyelamatkan aku", ucap Olivia dengan tulus.
Ia mencoba menjauh, tetapi tangan Mark begitu kuat menahan pinggang nya.
"Apa hanya itu saja ?", balas Mark semakin mendekat kan wajahnya pada wajah Olivia hingga tak berjarak, bahkan nafas keduanya jelas terdengar.
"Sayang..
Suara mendayu-dayu manja terdengar sangat menjijikkan, menyadarkan kedua nya.
"Saya permisi tuan..", ucap Olivia menjauh dari Mark, ia cepat-cepat masuk kedalam lift yang sudah yang terbuka.
Sebelum lift itu tertutup, keduanya bertatapan, Mark menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya yang sulit di artikan Olivia.
...***...
MAAF YA BAB INI ADA PENGGANGGU NYA. SPOILER DIKIT ...HANYA UNTUK BAB INI SAJA YA 🙏 NGAK LAMA-LAMA KOK PENGGANGGU NYA ADA, PALING JUGA DITENDANG MARK DAN OLIV 🤭😂
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 💃🤗