AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
PERDEBATAN


__ADS_3

Scarlett sedang memberikan instruksi kepada para pekerja yang akan menabur pupuk-pupuk pada pohon-pohon anggur yang sudah tumbuh tunas baru.


Diperkebunan Chalons memiliki tiga jenis anggur yang ditanam di sana, anggur merah, anggur hitam dan anggur hijau.


Setiap lahannya di beda-beda kan. Selain memproduksi wine, perkebunan Chalons juga menjual buah anggur segar yang di kemas dalam wadah plastik berukuran besar .


Scarlett sangat mencintai pekerjaan nya itu. Sejak ia tinggal di perkebunan Chalons ia terus belajar dan belajar, memahami semua tehnik bercocok tanam hingga menghasilkan anggur-anggur yang berkualitas.


Terik panas sinar matahari tidak menyulut kan kegiatan para pekerja, mereka tetap bersemangat memeriksa satu persatu pohon anggur .


Diperkirakan dua atau tiga bulan ke depan, perkebunan Chalons akan melakukan panen besar.


Sudah menjadi tradisi akan dibuat pesta meriah oleh pemilik perkebunan.


Tapi untuk panen kali ini, pekerja belum mengetahui apakah tetap diadakan pesta panen besar atau tidak. Mengingat perkebunan Chalons sekarang di pimpin oleh Alejandro yang sudah lama tidak berada di perkebunan. Kemungkinan ia lupa akan tradisi yang sudah di lakukan kakek nenek serta ayahnya selama bertahun-tahun.


Para pekerja juga mengerti dengan keadaan itu sekarang. Alejandro sudah lama meninggalkan perkebunan dan baru saja kembali beberapa bulan yang lalu.


"Nona, Scarlett semua pekerjaan kita hari ini sudah selesai di kerjakan", ujar Albert memberikan informasi pada Scarlett.


"Iya Albert, kita hanya memantau saja perkembangan hasil nya dengan menjaga pH tanah dan air saja", jawab Scarlett .


Ia melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Uhhh,.. " apakah aku harus menemui Alejandro sekarang", batin Scarlett.


Scarlett tidak tahu apa yang akan dibicarakan Alejandro kepadanya.


"Scarlett..."


Scarlett menoleh kearah suara yang memanggil nya.


"Didier..."


"Aku ingin berbicara dengan mu, Scarlett"


Scarlett berpikir sejenak, karena saat ini ia ingin menemui Alejandro. Tetapi ia juga merasa tidak enak pada Didier yang saat ini sudah menemui nya.


"Baik Didier, kita bicara di ruangan ku saja", jawab Scarlett.


Scarlett melangkahkan kakinya diikuti Didier masuk ke ruang kerja nya.


"Silahkan duduk", ucap Scarlett sambil menyandarkan punggungnya di sofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Didier duduk di depan Scarlett, ia menyilangkan kakinya sambil menatap kedua netra bening Scarlett.


"Apa yang ingin kau bicarakan kepada ku, Didier ?"


Hugh..."


"Apa kau bahagia dengan pernikahan mu dan Alejandro, Scarlett ?", tanya Didier spontan dengan tatapan menyelidik.


Scarlett berpikir sejenak, menelaah pertanyaan spontan yang dilontarkan Didier kepada nya.


"Tentu saja aku bahagia, Alejandro memperlakukan aku dengan baik", jawab Scarlett dengan penuh keyakinan.


"Scarlett, sebenarnya aku datang kembali ke perkebunan ini, bermaksud ingin menemui mu. Yang aku tahu Alejandro tidak pernah sekalipun kembali ke Chalons setelah kepergian nya ke London."


"Aku sangat terkejut melihat kalian menikah dan Alejandro sudah memutuskan menetap di perkebunan nya ini. Ia sampai rela meninggalkan bisnisnya di London", Ujar Didier sambil menatap lekat wajah Scarlett yang duduk didepannya.


"Iya, Didier.


" Pada awal pertemuan kami, Alejandro memang menatapku dengan penuh kebencian. Dengan seiring berjalannya waktu, karena kami sering bersama dalam bekerja sehingga Alejandro lebih mengenalku. Ia tidak menunjukkan kebencian itu lagi ", jawab Scarlett.


Didier tampak menelisik wajah Scarlett, dan melihat kejujuran di ke-dua matanya.


"Aku senang mendengarnya, Scarlett . Jika Alejandro memperlakukan mu buruk jangan sungkan memberi tahukan nya pada ku . Aku akan membawa mu ke Italia ..."


" Apa-apaan kau Didier...Istriku tidak akan kemana-mana, Ia tetap berada di sini, di samping ku . Kau tidak perlu repot-repot menyelidiki tentang kehidupan pernikahan kami, DIDIER", ucap Alejandro yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerja Scarlett dan berdiri tegap di depan pintu.


"Ale...", Scarlett spontan berdiri dari tempat duduknya.


Sementara Didier tidak menunjukkan reaksi apapun, ia masih duduk tenang ditempat nya.


"Sebaiknya kau segera pergi dari perkebunan ku, jika tidak ada hal penting lagi yang kau lakukan disini . Aku tetap akan menandatangani kontrak kerja sama dengan mu . "


"Baik sekarang juga aku akan pergi, tetapi ingat Alejandro sekali saja kau menyakiti perasaan Scarlett aku akan membawanya jauh dari mu", ucap Didier dengan nada ketus dan tegas.


Ia beranjak dari tempat duduknya. "Scarlett segera beritahu aku jika sesuatu terjadi pada mu", ucap Didier sebelum pergi dari hadapan Scarlett dan Alejandro.


"Sudah aku katakan berapa kali, Scarlett akan baik-baik saja bersama suami nya Didier. Kau pikirkan saja diri mu sendiri, tidak usah mengurusi pernikahan kami", hardik Alejandro dengan kata-kata sindiran.


"Ale...", ucap Scarlett pelan berniat meredam emosi Alejandro.


"Aku tidak apa-apa, Scarlett. Aku pergi sekarang jaga dirimu ", sela Didier sambil melangkah kan kakinya keluar dari ruang Scarlett.


Setelah Didier pergi, Alejandro menatap tajam Scarlett.

__ADS_1


"Ada hubungan apa sebenarnya antara kalian berdua Scarlett", ujar Alejandro dengan nada ketus.


"Tidak ada apa-apa antara aku dan Didier. Antara kami hanya terjalin pertemanan biasa", jawab Scarlett


"Kau jangan membohongi ku Scarlett, aku tahu sedari makan malam kita semalam, aku memperhatikan setiap gerak gerik Didier, aku tahu ia menyukai mu", ketus Alejandro.


"Kau salah paham Alejandro, Didier selama ini selalu baik kepada ku juga kepada tuan Mathias ", jawab Scarlett tidak kalah ketusnya.


"Jelaskan di mana letak salah pahamnya, Scarlett. Aku menunggu mu diruangan ku ternyata kau lebih memilih berdua dengan Didier di ruangan mu ini", cerca Alejandro dengan suara sedikit meninggi.


"Tadi aku hendak menemui mu, Ale. Tetapi Didier menemui ku ingin berbicara sesuatu kepada ku", sanggah Scarlett


"Pembicaraan yang intim antara kau dengannya, itu maksud mu Scarlett ?"


"Atau jangan-jangan kau sedang memikirkan tawaran Didier untuk pergi meninggalkan perkebunan ini", ketus Alejandro


"Kau ini sangat menyebalkan sekali Alejandro, kau sangat yakin dengan tuduhan mu itu", ketus Scarlett tidak mau kalah dengan Alejandro.


Alejandro menarik kasar pinggang Scarlett merapat ke tubuhnya.


"Kau sangat tahu, Scarlett. Aku sangat benci dengan pengkhianatan. Jadi jangan coba-coba melakukan hal itu dibelakang ku", ucapnya tegas. Alejandro mencengkeram pergelangan tangan Scarlett dengan kencang.


"A-Ale, sakit . K-Kau menyakiti ku Alejandro", ucap Scarlett terbata-bata.


Alejandro ******* dengan kasar bibir Scarlett yang tertutup rapat. Ia berusaha masuk dan menuntut Scarlett membuka mulutnya. Tetapi sekuat tenaga Scarlett mengunci bibirnya. Hingga ia merasakan asin di mulut nya.


"Alejandro, kau menyakiti ku ", ucap Scarlett pelan. buliran bening menganak di pelupuk matanya.


Alejandro menghentikan tindakan kasarnya, ia menatap kedua mata Scarlett yang sudah berkaca-kaca .


"Arghh..."


"Apa yang sudah aku lakukan", ucap Alejandro dengan suara tercekat. Ia menyugar rambutnya .


"Maafkan aku Scarlett, kedekatan kalian sangat mempengaruhi akal sehatku", jawab Alejandro


...***...


LIKE DAN VOTE YA 🙏


.


KARYA LAIN AUTHOR,

__ADS_1


"PENGANTIN PENGGANTI"


(tamat)...bagi yang tidak mau menunggu slow update silahkan baca, siapa tahu suka 😘🤗


__ADS_2