
"Aku mencari keluarga ku, yang tidak pernah aku temui..
Mark, membuka handle pintu kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa. Malam semakin larut tapi rasa kantuk belum juga datang menghampiri kedua matanya.
Bahkan ia belum membersihkan tubuhnya setelah acara yang diadakannya tadi. Tampak punggung tangannya bersandar di atas kening pria tampan itu.
Drt drtt drtt..
Dengan tidak bersemangat Mark mengambil handphone miliknya di atas meja sofa didepannya.
Tertera nama Caroline dilayar.
Saat ini Mark tidak tertarik mendengarkan suara perempuan itu. Bahkan panggilan telepon berulang kali terdengar, hingga membuat Mark kesal dan melempar dengan keras handphone miliknya itu ke dinding kamar hingga layar handphone mahal itu pecah berserakan di lantai.
"Lacur murahan... mengganggu ku saja", umpat nya dengan kesal.
Mark merogoh kantong celananya, ia melihat karet rambut milik Scarlett. Laki-laki itu menarik-narik memainkan ikat rambut tersebut. "Ternyata kau milik Alejandro" gumamnya.
*
"Apa-apaan kau Mark, tidak mengangkat telepon dari ku. Laki-laki itu sudah sangat keterlaluan, akhir-akhir ini selalu menghindari ku".
Caroline yang saat ini berada di kota Milan mengumpat dengan kesal.
Tidak Alejandro tidak Mark semuanya sama saja.
"Caroline, kenapa kau datang ke Milan. Apa kau tidak menemani Mark Rufaro diperkebunan anggur miliknya yang baru saja di belinya ? Semalam semua teman-teman kita Menghadiri undangan Mark di kota Champaign Perancis", ujar salah satu teman Caroline yang sama-sama dengan nya sedang melakukan sebuah pekerjaan di sana.
Caroline berdecak kesal mendengar perkataan temannya itu. Mark ternyata benar-benar pria yang tidak mudah ditaklukkan sama seperti Alejandro. Walaupun Caroline sudah sering bersama keduanya, tetap saja ia tak dianggap.
"Tunggu saja kau Mark, aku akan segera menemui mu. Huhh...kenapa pula Mark harus membeli perkebunan di kota yang tidak menarik itu", umpatnya dengan kesal.
*
Scarlett mengerjapkan matanya, ia masih berada dalam dekapan Alejandro. "Ehm nyaman sekali seperti ini", gumamnya sambil mengusap-usap lembut dada berbulu suaminya itu.
"Kau sudah bangun, sekarang masih pagi ayo kita tidur lagi", ucap Alejandro mengeratkan pelukannya.
"Ale, aku sudah tidak mengantuk lagi. Aku ingin membersihkan tubuhku kemudian berjalan-jalan ke taman", jawab Scarlett berusaha melepaskan diri dari pelukan Alejandro.
"Nanti saja mandinya, sekarang temani aku sebentar saja", bisik Alejandro sambil mencium wajah Scarlett.
"Ale hentikan. Apa kau tidak ingin istri dan anak mu sehat ? kau dengar kan ucapan dokter Alma beberapa hari yang lalu, ia menyuruhku berjemur dan berjalan di pagi hari", ketus Scarlett sambil menjauhkan tubuhnya yang masih polos dari tubuh Alejandro yang sama halnya seperti dirinya sisa percintaan panas mereka semalam.
"Baiklah istri ku yang cerewet", balas Alejandro sambil tertawa melihat wajah cemberut Scarlett yang memukul lengannya.
Scarlett turun dari tempat tidur dan berlari cepat menuju kamar mandi, kali ini ia tidak menutup tubuh polosnya dengan selimut seperti yang biasa dilakukannya selama ini.
__ADS_1
Alejandro tersenyum melihat istrinya seperti itu. Scarlett selalu membuat hari-hari nya berwarna. Sangat berbeda jauh dengan hari-hari yang dilaluinya saat masih di London. Selalu mengisi kesepian dengan hingar-bingar dunia malam yang tak kan abis ujungnya. Alejandro bersyukur bisa lepas dari hal-hal tidak baik seperti itu. Beruntung ia dipertemukan dengan Scarlett yang merubah segalanya di kehidupan nya.
*
Alejandro baru saja menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, saat Samuel mengetuk pintu dan masuk keruangan Alejandro.
"Ada apa Sam sepertinya ada berita penting yang akan kau sampaikan", tanya Alejandro
"Maaf tuan saya membawa berita tidak baik. Beberapa klien kita memutuskan kontrak kerjasama. Mereka memilih bekerja sama dengan perusahaan milik tuan Mark Rufaro", ucap Samuel.
"Kepala divisi pemasaran produk kita tadi pagi juga mengundurkan diri, setelah saya selidiki ia telah bergabung dengan diperkebunan Merciel".
Alejandro menghunuskan tatapan tajamnya pada Samuel. Barang kali bagi yang tidak pernah bekerja sama dengan Alejandro akan syok berat menerima tatapan seperti itu.Tapi buat Samuel yang sudah bekerja di perkebunan Chalons cukup lama bahkan sebelumnya ia menjadi asisten tuan Mathias terlebih dahulu sebelum menjadi asisten Alejandro adalah hal yang biasa saja.
"Aku sudah menduga, Mark Rufaro pasti akan melakukan hal curang seperti ini. Ia akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan aku", ucap Alejandro.
"Lakukan pendekatan lagi dengan klien-klien besar yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan ku, jangan sampai mereka terpengaruh akhirnya memutuskan kontrak kerjasama dengan kita. Kau selidiki apa yang sudah di lakukan Mark sehingga sebagian klien memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan ku", ucap Alejandro.
"Baik tuan. Tuan, untuk jadwal panen besar diperkirakan akhir bulan depan atau awal bulan berikutnya", ujar Samuel
Alejandro menganggukkan kepalanya, "kau atur saja jadwal ku karena bulan depan aku ada perjalanan ke London".
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi".
*
"Nona Scarlett di luar ada yang ingin bertemu dengan mu", ucap Albert asisten nya.
"Suruh saja masuk keruangan ku sekarang Albert !"
Beberapa saat Albert kembali membuka pintu ruang kerja Scarlett.
Dan mempersilahkan seorang perempuan cantik masuk keruangan Scarlett.
"Scarlett...
"Apa kau tidak ingat kepada ku ?"
"Olivia ? Apakah ini kamu ?", jawab Scarlett tidak percaya melihat sahabat baiknya di bangku kuliah berada dihadapannya saat ini.
Olivia memeluk erat tubuh Scarlett. Ia tiba-tiba mengendur kan pelukannya.
"Scarlett apakah kau sedang..
Scarlett menganggukkan kepalanya "iya aku sedang hamil, sekarang hampir memasuki bulan ketiga", jawabnya.
"Ahh Scarlett aku senang mendengarnya aku ucapkan selamat untuk mu dan suami mu", balas Olivia yang tampak bahagia.
__ADS_1
"Oliv, mari duduk. Aku dengar kau sekarang menetap di Rusia ?
"Iya, aku baru saja kembali ke kota Champaign karena ayahku sudah sakit-sakitan. Ayahku memintaku menetap di sini sekarang. HM...tentu saja aku senang karena aku bisa sepuasnya bertemu dengan mu", ucap Olivia tersenyum bahagia.
Bahkan mereka sudah mengobrol bertukar cerita beberapa jam lamanya seakan tiada pernah bosan.
"Sayang ayo kita pulang..
Kedatangan Alejandro membuat obrolan Scarlett dan Olivia terhenti.
"Olivia, kenalkan suami ku Alejandro", ucap Scarlett .
Olivia yang melihat Alejandro, tersenyum ramah "Olivia..
"Sayang aku dan Olivia teman pada waktu kuliah", ujar Scarlett memberikan penjelasan.
Alejandro menganggukkan kepalanya.
"Scarlett, sekarang sudah menjelang sore aku pulang dulu. Lain kali aku berkunjung lagi ke sini".
"Olivia, jika kau membutuhkan pekerjaan kau boleh bekerja disini, iya kan sayang ?", ucap Scarlett sambil bertanya pada Alejandro.
"Tentu saja, aku senang kalau kau bekerjasama dengan temanmu", ucap Alejandro
"HM terima kasih Scarlett, terima kasih tuan..", Olivia melirik Scarlett
"Alejandro..
"Cukup panggil nama ku saja, Alejandro".
"Baik, Alejandro Scarlett aku permisi dulu ya", ucap Olivia ramah sambil melambaikan tangannya.
Alejandro memeluk tubuh Scarlett, "Bagaimana pekerjaan mu hari ini ?"
"Baik Ale. Aku senang melihat tanaman ku tumbuh dengan subur", jawab Scarlett dengan antusias.
"Sekarang waktunya kita pulang. kau harus istirahat", ucap Alejandro
Scarlett menganggukkan kepalanya. Setelah menyusun berkas-berkas yang sudah bisa diambil asisten nya, Scarlett pulang ke hacienda bersama Alejandro.
...***...
SELALU LIKE DAN VOTE YA 🙏
.
MAAF HARI INI SLOW UPDATE YA KAKAK SAYANG KARENA PEKERJAAN AUTHOR DI KEHIDUPAN NYATA MEMBUTUHKAN WAKTU DAN PERHATIAN 😂🤗
__ADS_1