
Hari sudah sore, menjelang senja, langit sudah berubah warna menjadi jingga yang sangat indah.
Alejandro dan Samuel hendak meninggalkan ruangan kerjanya kembali ke rumah.
tok tokk tokk
Samuel membuka handle pintu, dan mempersilakan Dante masuk.
"Maaf tuan Alejandro, saya harus menyampaikan berita penting. Orang ku sudah menangkap pekerja yang membakar perbatasan perkebunan Chalons semalam. Ia laki-laki bernama Colin. Ia belum lama bekerja di perkebunan tuan baru sebulan yang lalu mulai bekerja di sini."
"Dimana dia sekarang ?"
"Di gudang belakang, Damien dan orang-orang kita sedang mengintrogasi nya", jawab Dante
"Kita ke sana sekarang", perintah Alejandro dengan tegas.
Ia melangkah kan kaki dengan langkah cepat menuju gudang di bagian belakang perkebunan diikuti Samuel dan Dante.
Setelah sampai di depan gudang Alejandro melangkahkan kakinya menuju tempat orang-orang nya berada.
Tampak Damien dengan anak buahnya memaksa laki-laki yang diikat mengakui semua perbuatannya. Dan memaksanya membuka mulutnya atas perintah siapa ia nekat melakukan perbuatan membakar Chalons.
Wajah Colin sudah penuh dengan darah dan luka, akibat tonjokan Damien dan orang-orang nya yang bertubuh tegap dan kekar .
Alejandro duduk dikursi dengan menyilangkan kakinya.
"Buat dia bicara, siapa yang memerintahkan nya membakar Chalons", perintah Alejandro pada Dante.
Dante melangkah kan kakinya mendekati Colin.
Beberapa orang mundur, begitu melihat Dante maju kearah mereka.
"Katakan siapa yang menyuruhmu, atau peluru panas ini akan menembus kepala mu !!", hardik Dante dengan suara tinggi dan menggelegar.
Mendengar Dante yang berbicara pada nya, membuat tubuh Colin gemetar ketakutan. Ia sudah mendengar tentang kekejaman Dante kepada bawahan yang tidak setia.
"Katakan sekarang !!", ucap Dante lebih keras.
"A-mpuni saya tuan, saya mohon kasihani lah anak dan istri ku tuan. Saya akan mengatakan yang sebenarnya. "
"Tuan Antoine Conte memaksa saya untuk berkhianat terhadap tuan Alejandro. Saya terpaksa melakukan pembakaran itu karena anak dan istri saya dibawah ancaman orang-orang tuan Antoine ", ucap Colin dengan suara bergetar lirih.
Dante mendekati Alejandro,
"Apa yang harus kita lakukan kepada Colin tuan ?"
Alejandro menatap tajam Colin yang sudah terkapar tidak jauh dari tempatnya.
Alejandro beranjak dari tempat duduknya,
"Rawat dia, berikan penjagaan untuk anak dan istrinya", perintah Alejandro pada Dante dan Samuel.
__ADS_1
Alejandro melangkahkan kakinya keluar dari gudang tempat ia dan beberapa orang nya berada.
Sementara Dante memerintahkan orang-orang nya menjalankan perintah yang diberikan Alejandro.
*
Suara dentuman musik terdengar begitu keras di indera pendengaran.
Nampak seorang perempuan cantik dan seksi meliuk-liuk kan tubuhnya dilantai dansa, yang dipenuhi oleh wanita berpakaian seksi dan minim.
Setelah beberapa saat ia kembali ke kursi yang ada di club mewah di kota London. Perempuan cantik dan berpakaian begitu seksi itu mengambil gelas yang sudah berisi minuman memabukkan koktail. Ia meminum nya dengan sekali tegukan.
"Caroline, kau sudah mabuk berhentilah minum-minum", ucap seorang perempuan yang tak kalah cantiknya .
"Aku butuh minuman ini Naomi, aku kesal dengan pacar ku Alejandro yang tidak pernah menghubungi ku."
"Semua orang dekatnya menutupi keberadaan Alejandro dari ku, aku benci mereka semua ", ucap Caroline dengan suara meninggi sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.
Dari kejauhan dua orang pria parlente yang memiliki wajah tampan menghampiri Caroline dan Naomi.
"Kau sudah mabuk Caroline", bisik seorang pria yang duduk di sebelah Caroline.
"Aku kuat Mark, minuman ini tidak akan membuat tubuh ku cepat mabuk", jawab Caroline.
Sementara Naomi berciuman mesra dengan pria satu nya yang bernama Xander seorang model pria dewasa juga teman Caroline. Sesaat kemudian Naomi dan Xander meninggalkan Caroline dan Mark.
"Mark, temani aku malam ini", goda Caroline sambil mencium bibir Mark yang memangku tubuh Caroline.
*
Sinar matahari menembus jendela kaca yang menyilaukan mata.
Scarlett mengerjapkan kedua matanya. Ia melihat ke tempat tidur disebelahnya Alejandro sudah tidak ada.
Scarlett beranjak, dan melangkahkan kaki nya menuju balkon. Udara pagi begitu segar, harum udara yang belum terkontaminasi dengan polusi sangat menyegarkan.
Nampak di bawah balkon Alejandro sedang berbicara deng Damien mandor ke dua di perkebunan Chalons yang tidak kalah tegas dengan Dante.
Beberapa orang pekerja menurunkan barang-barang dari mobil pickup tidak jauh dari Alejandro berdiri dengan Damien.
Scarlett menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Hari ini ia dan teamnya akan melakukan penanaman bibit pada lahan-lahan kosong di perkebunan Chalons. Untuk pembelian bibit yang seharusnya Scarlett melakukannya akhirnya diserahkan kepada asisten nya .
*
Alejandro mendekati Scarlett yang sudah duduk di meja makan. Scarlett menelan saliva nya, saat melihat Alejandro kearahnya. Laki-laki itu memang sangat tampan saat ini kemeja putih dan celana jeans membalut tubuh atletis nya.
"Kau sudah bangun ", ucap laki-laki itu sambil mencium pucuk kepala Scarlett .
Scarlett mengangguk kan kepalanya pelan. Walaupun setiap saat selalu bersama Alejandro, bahkan selalu menghabiskan malam bersama tetap saja dalam keadaan normal begini membuat jantung Scarlett berdetak kencang. Harum parfum maskulin Alejandro sangat mempengaruhi akal sehatnya.
"Ale, kau mau makan apa ?", tanya Scarlett
__ADS_1
"Sandwich dan Cafe Au Lait ", jawab Alejandro sambil membaca emails dari iPad nya.
Cafe Au Lait sejenis kopi susu di Prancis. Bedanya dengan kopi susu dari negara lain, Susu yang digunakan di sini adalah steamed milk. Sementara untuk kopinya menggunakan espresso yang diolah melalui mesin kopi.
"Ale, sebaiknya kau makan saja dahulu. Minuman mu nanti dingin tidak akan senikmat kalau hangat", ucap Scarlett pelan. Kala melihat Alejandro belum memakan atau minum karena fokus mengetik melalui iPad nya.
Alejandro menatap sekilas pada Scarlett dan menaruh iPad-nya disamping gelas kopi .
"Setelah sarapan ikut dengan ku ke ruang kerja", ucap Alejandro
"Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan, Ale ?", jawab Scarlett menatap pada netra coklat terang milik Alejandro.
"Nanti kamu juga tahu, Scarlett. Lanjutkan makan mu itu", jawab Alejandro tanpa mengalihkan tatapannya kepada Scarlett.
Scarlett mengangguk kan kepalanya pelan " iya Ale", ucapnya pelan.
*
"Kemari lah", Alejandro duduk di sofa mewah berwarna hitam diruangan kerjanya .
Scarlett mengikuti Alejandro duduk di sampingnya.
"Orang ku sudah mendapatkan orang yang membakar perbatasan Chalons, pria itu salah satu pekerja diperkebunan ini. Bernama Colin, ia mengaku terpaksa melakukan nya karena anak dan istrinya di bawah ancaman Antoine Conte", ucap Alejandro dengan wajah mengeras menahan emosi nya.
Wajah Scarlett berubah menjadi pucat pasi mendengar nama pria jahat itu .
"Pagi ini aku akan menemui pria tua itu, dan akan membuat perhitungan kepada nya secara langsung", ucap Alejandro dengan tegas.
"Ale, aku mohon biarkan anak buah mu saja yang menemui tuan Antoine. Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada mu, pria itu sangat jahat dan kejam Ale", jawab Scarlett dengan suara bergetar lirih karena takut.
"Kau tenang saja, aku tidak akan terjadi apapun dengan ku. Aku akan pergi bersama Dante dan orang-orang ku", jawab Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett yang nampak memucat.
"Scarlett, untuk sementara waktu aku memutuskan untuk menunda perjalanan kita ke London. Situasi di perkebunan Chalons sedang tidak kondusif, benar kata mu aku menguatirkan keadaan disini jika aku tidak ada", ujar Alejandro.
Scarlett mengangguk kan kepalanya, " Iya Ale", jawabnya pelan sambil menatap kedua netra coklat terang milik Alejandro.
"Alejandro membalas tatapan itu dengan lembut, ia mengusap wajah Scarlett. Nanti aku atur ulang perjalanan kita setelah masalah disini terselesaikan".
Alejandro memeluk tubuh Scarlett yang tak bergeming sedikitpun, ia tahu Scarlett sangat ketakutan mendengar nama Antoine Conte.
"Tidak ada lagi yang perlu kau takutkan, aku ada disamping mu Scarlett. Alejandro mencium pucuk kepala Scarlett dengan lembut. Kemudian mengangkat dagu Scarlett dan ke dua pandangan mata mereka dipertemukan.
"Kau harus percaya kepada ku, aku akan selalu melindungi mu Scarlett", bisik Alejandro pelan.
"Terima kasih, Alejandro", jawab Scarlett dengan mata berkaca-kaca.
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
SUPAYA AUTHOR LEBIH SEMANGAT UP NYA 🤗
__ADS_1