
Scarlett membuka matanya terlebih dahulu pagi harinya. Sementara Alejandro masih terlihat tertidur pulas .
Tubuh keduanya hanya di tutupi dengan selimut tebal.
Jemari Scarlett menyusuri setiap jengkal wajah tampan Alejandro. Mata, hidung dan berakhir di bibirnya.
Huhh...
Scarlett menarik nafas panjang, ia menarik jemari tangannya yang baru saja menyusuri wajah tampan Alejandro.
Sebelum tangan itu menjauh, Alejandro menggenggam erat dan mengecupnya.
Alejandro mengusap lembut wajah polos Scarlett di pagi hari.
"Selamat pagi", bisik Alejandro sambil menatap kedua netra Scarlett.
"Selamat pagi Ale", jawab Scarlett sambil mendudukkan tubuhnya, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Alejandro, apa yang terjadi diperbatasan perkebunan ?
Aku menunggu mu hingga larut tapi kau belum kembali juga", tanya Scarlett sambil menatap Alejandro yang masih merebahkan tubuhnya ditempat tidur nya.
"Tidak ada yang perlu kau kuatir kan, Dante sudah mengurus nya", jawab Alejandro. Ia tidak mau membuat Scarlett merasa cemas.
Scarlett tau ada yang Alejandro sembunyikan dari nya.
"Ale, aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari ku", jawab Scarlett dengan tatapan selidik pada wajah Alejandro yang tampak kembali memejamkan matanya.
"Ale, Alejandro...", panggil Scarlett sambil memukul pelan pundak Alejandro yang seakan tidak mendengar kan perkataan Scarlett.
"Ale, bangun...", seru Scarlett kesal
"Ahh sudahlah kalau kau tidak mau mengatakan sesuatu pada ku. Aku mandi saja kalau begitu", ucap Scarlett dengan ketus.
"Nanti saja mandinya bersama ku", jawab Alejandro sambil menarik tangan Scarlett hingga tubuh Scarlett jatuh menindih tubuh Alejandro.
"Ale, apa yang kau lakukan, iih Alejandro lepaskan... aku ingin mandi sekarang", protes Scarlett
"Memeluk istri ku, apa lagi ", jawab Alejandro tidak perduli dengan protes yang dilakukan Scarlett.
"Ale, aku tau ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku kan ?", tanya Scarlett sambil menatap ke dua netra coklat terang milik Alejandro.
"Alejandro, aku sangat menguatirkan kamu. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu", ucap Scarlett sambil menyandarkan kepalanya pada dada Alejandro. Tangan Scarlett mengusap lembut leher Alejandro.
"Tidak akan terjadi sesuatu pada ku", jawab Alejandro sambil mengecup pucuk kepala Scarlett.
"Semalam aku hanya memeriksa keadaan perkebunan ini saja, aku tidak mau ada seseorang yang berkhianat, Scarlett".
__ADS_1
"Apa kau sudah tau siapa pelaku pembakaran itu, Ale ?"
"Dante akan segera mengetahui nya".
"Apa kau begitu menguatirkan kondisi ku, hem ? apa yang membuat mu kuatir Scarlett ?"
"SCARLETT ??
"Sebaiknya aku membersihkan diri ku", ucap Scarlett pelan menutupi rasa yang ada di hatinya. Ia mengalihkan pembicaraan agar Alejandro tidak menuntut Jawaban.
Scarlett mendudukkan tubuhnya hendak beranjak dari tempat tidur.
"Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku", ujar Alejandro memeluk pinggang Scarlett yang masih duduk disampingnya.
Scarlett merasa salah tingkah, wajahnya sudah merona karena malu Alejandro mengetahui perasaan nya yang sesungguhnya.
"Ale ...maafkan aku, aku selalu terbawa suasana saat bersama mu", jawab Scarlett.
"Aku tau kau menikah dengan ku hanya untuk melindungi ku dari Antoine Conte, sama seperti tuan Mathias", ucap Scarlett pelan sambil menundukkan kepalanya, dengan tangan saling bertautan.
Alejandro yang mendengar perkataan spontan Scarlett tiba-tiba mendudukkan tubuhnya yang masih nude dibelakang Scarlett.
Sambil memeluk tubuh Scarlett dan menyandarkan dagunya pada pundak Scarlett.
"Apa masih ada lagi yang harus aku dengar, hem ? katakan sekarang aku ingin mendengarnya", ujar Alejandro.
Sementara Scarlett sendiri merasakan perasaan mendalam, sedangkan Alejandro tak sekalipun mengucapkan kalimat cinta padanya. Entah sudah berapa kali ia dan Alejandro melakukan hubungan intim tapi tak pernah sekalipun Alejandro mengucapkan kata cinta untuk nya.
"Ale...aku ingin mandi sekarang, lepaskan aku", ucap Scarlett.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, Scarlett "
"A-Ale, maafkan aku", jawab Scarlett absurd. Ia ingin beranjak dari tempat duduknya.
"Hei, apa yang salah kenapa kau meminta maaf", bisik Alejandro
Scarlett tidak bisa menutupi perasaan nya lagi, "Aku tau kau menikah dengan ku untuk melindungi ku sama halnya yang tuan Mathias lakukan . Tapi aku selalu terbawa suasana, Ale", ucap Scarlett .
"Apa yang kau rasakan itu, katakan pada ku", jawab Alejandro , terdengar desakan dan tuntutan dalam nada bicaranya.
"Jangan mendesak ku Ale, aku mau mandi sekarang", ujar Scarlett dengan cepat. Ia melepaskan dari pelukan Alejandro dan berlari menuju kamar mandi dengan kain tebal yang melilit di tubuhnya.
Alejandro tertawa lucu melihat tingkah Scarlett, "Ia sungguh menggemaskan", batin Alejandro sambil tersenyum dan kembali merebahkan tubuhnya .
*
"Apa yang terjadi Dante, apa kau sudah menemukan orang yang membakar lahan perkebunan semalam ?"
__ADS_1
"Saya mencurigai seorang pekerja tuan, saat ini orang itu sudah tidak terlihat datang ke perkebunan. Pagi ini saya sudah memerintahkan orang kita untuk mengikuti gerak gerik nya .
"Segera temukan dia dan bawa kehadapan ku, Dante. Aku tidak mau pekerja diperkebunan ku terancam hidupnya karena perbuatan orang yang tidak berguna itu . Dan aku tidak mau kecolongan lagi kejadian beberapa hari jangan sampai terulang", perintah Alejandro dengan tegas pada Dante sang mandor.
"Baik tuan Alejandro, sesegera mungkin saya akan menggeret pekerja yang berkhianat itu", jawab Dante dengan hormat.
"Kau boleh pergi sekarang".
Setelah Dante keluar ruangan kerja, Alejandro memijat pelipisnya sesaat. "Aku yakin kau yang melakukan semuanya Antoine Conte. Kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa Antoine. Tidak akan sejengkal tanah milik ku akan biarkan kau mengambilnya", ucap Alejandro pada dirinya sendiri .
"Aku tau kau masih berniat memiliki Scarlett, huhh tidak akan pernah kubiarkan sehelai rambut Scarlett kau miliki bajingan", batin Alejandro.
Ia akan beranjak dari tempat duduknya. Saat Scarlett membuka handle pintu .
"Ale, apa aku mengganggu mu ? ada yang ingin aku katakan pada mu", ucap Scarlett sambil menatap Alejandro yang berdiri di samping meja kerja nya di pabrik.
"Kemari lah, Alejandro menepuk pahanya sesaat setelah mendudukkan tubuhnya dikursi kebesaran nya.
Scarlett, tak bergeming sedikitpun. Tujuan nya menemui Alejandro untuk membahas pekerjaan bukan untuk bermesraan dengan nya.
"Ale, jangan salah paham aku kesini untuk membahas ...
"Kemari lah Scarlett ...!", sanggah Alejandro, memotong ucapan Scarlett .
Scarlett menuruti perkataan Alejandro, ia duduk menyamping dipangkuan Alejandro.
"Ada apa, kau menemuiku ?"
"Aku ingin membahas tentang pekerjaan ku, Ale"
"Apa begitu penting hingga tidak bisa ditunda sampai kita bertemu di rumah, hem ?", ucap Alejandro sambil membetulkan anak rambut Scarlett kebelakang telinganya.
"Aku meminta izin pada mu untuk membeli obat-obat untuk pembibitan Ale. Persediaan ku sudah menipis."
Alejandro menarik nafas nya, "minta orang lain yang membeli, aku tidak mengizinkan mu pergi. Sekarang sangat berbahaya Scarlett, aku tidak kau mengalami sesuatu yang buruk".
"Tapi Ale, selama ini aku melakukannya sendiri dan lihatlah sekarang aku masih baik-baik saja", jawab Scarlett.
"Itu berbeda Scarlett, kau lihat lah kejadian yang menimpa perkebunan Chalons beberapa kali mengalami hal tidak baik akhir-akhir ini semenjak aku menolak menjual perkebunan pada Antoine Conte", Alejandro memberikan alasan yang membuat Scarlett terdiam.
Karena memang benar apa yang diucapkan Alejandro, Antoine bisa mengancam seseorang melalui orang terdekat mereka.
"Aku mengkuatirkan keselamatan mu, Scarlett. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada diri mu, atau aku akan menyesali nya seumur hidupku", tungkas Alejandro dengan tegas.
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
__ADS_1
BIAR SEMANGAT UP NYA 🤗