
"Aku mencintaimu Oliv..
"Mark..
Olivia melingkarkan kedua tangannya pada leher Mark yang mengungkung tubuh nya.
Olivia memejamkan matanya saat bibir Mark mencium nya dengan sangat lembut. Hingga tubuh Olivia merasakan gelanyar aneh didadanya saat merasakan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.
Setelah beberapa saat, mobil yang membawa mereka berhenti. Mark membantu Olivia membetulkan tampilannya yang sudah berantakan.
"Ayo aku antar ke flat mu".
Olivia menganggukkan kepalanya, sekilas ia menatap kedua netra abu-abu milik Mark.
Setelah sampai di depan flat. Olivia menekan tombol kunci dengan memasukkan kode untuk membuka pintu.
"Oliv, mulai besok kau pergi bekerja dengan sopir ku saja. Jarak tempat tinggal mu ke perkebunan cukup jauh. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa di perjalanan", Ucap Mark sambil memeluk tubuh Olivia.
"Tidak apa-apa Mark aku bisa pergi sendiri, kau tidak perlu kuatir . Aku sudah biasa beraktivitas seperti itu selama aku tinggal di Rusia juga seperti itu", jawab Olivia sambil memeluk erat pinggang mark.
"Pokoknya mulai besok, kau pergi bekerja dengan sopir ku. Pulangnya biar aku yang mengantar mu", ucap Mike memaksa Olivia menurutinya.
"Baiklah tuan Mark Rufaro, aku aku menuruti mu", jawab Olivia sambil bergelayut manja pada tubuh kekasihnya itu.
Mendengar jawaban Olivia, membuat Mark mendaratkan bibirnya pada bibir Olivia. Bahkan dengan ciuman penuh gairah. Mark melahap bibir Olivia, sambil membawa tubuh mereka ke sofa. Ke-dua nya bahkan terduduk masih dengan posisi berciuman dengan bibir saling bertautan. Mark memperdalam ciuman nya. hingga keduanya bertukar saliva masing-masing.
__ADS_1
"Oh Mark", bisik Olivia sambil memejamkan matanya.
Mark mengusap lembut wajah cantik Olivia. Ia mencium lembut lehernya hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Keduanya berada diatas sofa sambil berpelukan dengan posisi menyamping. Mark memeluk erat tubuh Olivia dari belakang.
"Mark, apa yang akan kau lakukan ketika menemukan keluarga mu ? Apa kau akan kembali ke Inggris dan meninggalkan perkebunan Merciel ?", tanya Olivia sambil mengusap lembut kedua lengan Mark yang melingkar di tubuhnya.
Sebenarnya pertanyaan itu berkelebat di kepalanya setelah mengetahui tujuan utama Mark berada di kota Champaign yaitu menemukan keluarga nya.
"Ibu ku sangat mencintai kota Champaign. Dan ia sangat ingin menghabiskan sisa umurnya di kota ini".
"Pada saat itu ibu dan ayah ku menikah karena perjodohan keluarga, mereka tidak memiliki cinta. Tetapi ayah ku sangat mencintai ibu sepenuh hatinya. Ia menunggu hingga ibu mau menerima nya. Kedua orang tua ku sama-sama lahir dari keluarga terpandang yang memiliki segalanya. Sampai kelahiran ku pun ibu tidak memiliki rasa pada ayah ku. Hingga ibu meninggal kan aku dan ayah ku beberapa tahun".
"Aku masih sangat kecil saat itu bahkan aku belum menyadari peristiwa yang terjadi. Yang aku tahu beberapa saat kemudian ibu ku kembali. Dan bersama dengan ku hingga saat ini. Tetapi kesedihan teramat dalam, membuat ingatan ibu hilang. Sejak lama ibu mengalami penyakit Demensia yang menyebabkan daya ingat nya menurun. Bahkan ia lupa dengan dengan orang terdekat nya. Saat ini ibuku di rawat di sebuah rumah keluarganya yang memiliki banyak kenangan untuk ibu, supaya bisa mengembalikan kondisi ingatannya".
Seakan memberikan kekuatan kepada kekasihnya itu Olivia mengusap lembut lengannya.
"Menurut ayahku ibu tidak tahan tinggal dengan lelaki pilihannya karena faktor ekonomi yang mendera kehidupan keluarga mereka. Sehingga ibu memutuskan kembali kepada keluarga nya dan kami".
"Kakek dan nenek ku menerima ibu kembali tetapi dengan syarat ibu harus meninggalkan semua kehidupan nya di kota Champaign, termasuk anak yang baru saja dilahirkan nya".
"Karena itu lah ibu mengalami guncangan jiwa yang sangat berat membuat nya mengalami penyakit Demensia hingga saat ini. Walaupun ayah ku menyayangi nya sepenuh hati, tetapi tidak menyembuhkan sakit ibu ku. Itulah yang membuat ku bertekad menemukan suami dan anak yang dilahirkan ibu ku, mungkin dengan bertemu mereka kesehatan ibuku akan membaik", ucap Mark dengan suara parau.
Mark merogoh kantung celananya, ia membuka dompetnya mengambil sebuah foto lama yang sudah buram. Dan memperlihatkan nya ke pada Olivia.
"Perempuan itu adalah ibuku, dan pria di sebelahnya itu adalah pria yang harus aku temukan saat ini".
__ADS_1
Olivia mengambil foto itu dan memperlihatkan nya dengan seksama. Wanita muda yang sangat cantik. Berambut panjang dan memiliki kedua netra abu-abu seperti Mark. Sementara di sebelah nya laki muda tampan dengan netra dan rambut berwarna hitam.
"Mark, kau sangat mirip ibu mu", ucap Olivia sambil membalikkan tubuhnya menghadap Mark dan mengusap lembut rahang yang tampak mengeras itu.
"Iya, aku memang memiliki mata seperti ibu ku", jawab Mark.
"Semoga kau segera menemukan adik mu yang tidak pernah kau temui Mark", ucap Olivia sambil mengeratkan pelukannya.
"Aku perkirakan usia adikku hampir sama dengan usia mu, Oliv".
"Apa kau tahu jenis kelamin adik mu, ia seorang laki-laki atau perempuan Mark ?"
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
__ADS_1
...(on-going)...