AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
LAKI-LAKI MENYEBALKAN


__ADS_3

Sinar matahari menerobos masuk lewat celah jendela kamar Scarlett, membuat kedua bola matanya mengerjap.


"Ahh..."


"Kaki ku masih sakit", batinnya


tok tokk tokk


"Hm...masuk"


"Permisi nona Scarlett, tuan Alejandro meminta ku membawakan nona sarapan", ucap Levia sambil menaruh sarapan di meja sofa yang ada dikamar itu.


"Bagaimana keadaan nona, apakah tubuh nona masih sakit ?", Levia bertanya dengan sopan.


"Kaki ku masih sakit Levia, aku tidak bisa berjalan dengan normal", lirih Scarlett dengan suara pelan .


"Biar saya membantu nona, apakah nona sekarang mau makan atau kekamar mandi dahulu ?"


"Bantu aku kekamar mandi dulu Levia, aku ingin membersihkan tubuh ku terlebih dahulu".


"Baik, mari saya bantu ", ucap levia lembut.


Setelah Scarlett mandi, Levia membersihkan tempat tidur Scarlett. Kemudian Ia menunggu Scarlett didepan pintu kamar mandi, takut nanti Scarlett membutuhkan bantuannya.


Tak begitu lama, Scarlett memanggilnya.


Setelah selesai berpakaian, Scarlett duduk di sofa menikmati sarapan yang sudah disediakan.


tok tok tokk..

__ADS_1


Alejandro membuka kenop pintu dan masuk kekamar, ia melihat Scarlett sedang sarapan.


"Bagaimana keadaan mu, Scarlett ?", suara bariton Alejandro menyadarkan Scarlett.


"Hm...Aku baik, tapi sepertinya aku tidak bisa bekerja hari ini. Kakiku masih sakit Ale', Scarlett menjawab pertanyaan Alejandro tanpa menatap nya.


Alejandro mendudukkan tubuhnya didepan Scarlett. Seperti biasa nya ia duduk sambil menyilangkan kaki nya.


Tangannya menopang rahangnya, sementara netranya menatap tajam wajah Scarlett yang selalu terlihat cantik.


Scarlett tidak perduli, ia melanjutkan makannya. Ia tau sepasang mata coklat terang sedang menatap nya tajam.


Tapi kalau boleh jujur, tubuh Scarlett tidak bisa bohong tubuh nya bergetar kala Alejandro menatap nya dengan intens seperti itu .


"Alejandro, kenapa kau terus menatap ku", akhirnya Scarlett tidak tahan juga untuk menanyakan nya, ditatap terus seperti itu. Wajah nya pasti sudah merona merah seperti tomat segar.


"Hm... aku suka melihat mu Scarlett, kau sangat cantik.."


Setelah ia meneguk coklat panasnya, membuat tenggorokan nya sedikit lega.


"Apa semua laki-laki kota sama seperti mu Ale, suka berbicara yang manis-manis ?", mata hitam bening Scarlett baru berani menatap Alejandro.


Alejandro tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Scarlett, ia nampak seperti gadis polos dan lugu .


"Apa kau banyak mengenal laki-laki kota hah ?"


"Tidak..." Scarlett menundukkan kepalanya, ia tau pasti wajahnya sudah memerah.


Alejandro suka melihat nya seperti itu, ia sangat suka menggoda Scarlett dengan kata-kata yang akan membuat perempuan itu tersipu malu.

__ADS_1


"Alejandro, apa kau tidak ke pabrik ?"


"Aku pergi kalau aku mau".


"Kau ini...", eluh Scarlett kala mendengar ucapan Alejandro yang dinilainya seenaknya saja.


"Kau harus membuat perkebunan ini lebih baik lagi Ale, apa kau tidak ingin membuat tuan dan nyonya Lolita bahagia di sana. Pasti mereka akan sangat senang kala melihat peninggalan nya ini semakin baik lagi dari sebelumnya".


Huhh..


Alejandro menarik nafas dalam-dalam, ia kesal kalau Scarlett sudah berbicara seperti itu.


"Kau ini cerewet sekali...


"Aku pergi sekarang, kau habiskan sarapan mu itu. Berusaha lah untuk cepat sembuh supaya bisa kembali bekerja. Aku tidak mau menggaji mu kalau kau malas-malasan...kau dengar itu, Scarlett !!!'


"Kau...


Belum sempat Scarlett menjawab perkataan itu, Alejandro sudah berlalu meninggalkan nya.


"Enak saja dia mengatakan aku malas-malasan, memangnya Alejandro tidak melihat ku bekerja setiap hari dari padi hingga sore.


Huhh, laki-laki itu benar-benar membuat ku kesal. Selalu saja mengajak ku bertengkar."


"Sebenarnya apa maunya, kadang ia sangat lembut dan perhatian kemudian berubah menjadi laki-laki yang menyebalkan yang membuat ku kesal", batin Scarlett.


...


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE YA 🙏

__ADS_1


.


__ADS_2