AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
SCARLETT & CAITLIN


__ADS_3

Saat ini Mark dan Alejandro berbicara di ruang kerjanya. Sementara Scarlett dan Olivia menemani Caitlin di ruang keluarga.


"Terima kasih Ale kau sudah mengajak Scarlett menemui ibu kami. Sesaat aku hampir tidak bisa menahan diri ku saat melihat ikatan batin ibu dan Scarlett".


"Kau tidak perlu berterima kasih pada ku Mark, karena sudah kewajiban ku juga menyatukan istriku pada ibu dan kau".


"Apakah ibu sudah lama mengalami sakit itu, Mark ?"


"Iya sudah hampir separuh hidupnya. Saat kembali kepada kami ibu masih baik-baik saja, tetapi beberapa tahun kemudian ia mulai mengalami perubahan lupa segalanya. Dan tidak ada yang bisa di lakukan, kecuali membuat pikiran nya tenang".


"Untuk saat ini aku senang dan bahagia melihat ibu dan Scarlett dekat. Tetapi entah sampai kapan itu terjadi Ale, bagaimana saat Scarlett mengetahui ibu adalah wanita yang telah meninggalkan nya. Aku tidak bisa membayangkannya tentang Scarlett apakah tetap hangat seperti sekarang atau malah berlari menjauh dari kami".


"Mark...kau tenanglah aku akan terus berusaha membuat Scarlett berada dekat dengan ibu mu. Jika hal yang kau takutkan itu benar terjadi aku tetap optimis Scarlett akan berubah. Adikmu wanita yang sangat baik dan lembut Mark. Perasaan nya berubah suatu hari nanti tentang ibu kalian. Dibalik kerasnya hati saat ini, aku yakin ada kerinduan yang mendalam di relung hati nya".


"Mark..aku ingin menanya kan siapa Gabby yang dimaksud ibu ?"


"Aku juga tidak tahu Ale, mungkinkah ibu memanggil Scarlett saat bayi dengan panggilan Gabby ?"


Alejandro tampak berpikir sejenak sambil mengusap lembut dagunya. "Iya aku pikir juga begitu Mark".


"Ayah ku hanya memberi tahu bahwa ibu memiliki seorang anak dari laki-laki yang bernama Damian di kota Champaign. Bahkan ayah tidak sempat memberi tahu anak itu laki-laki atau perempuan. Selama ini aku hanya menduga-duga saja dengan informasi yang sangat minim tentang masa lalu ibu ku dan damian, orang ku kesulitan menemukan keberadaan Damian dan adikku. Sementara saat ayah membuka semua nya, kondisi ibu sudah mengalami penurunan."


"Mark aku belum mengatakan ini kepada mu. Dulunya tuan Damian salah satu buru tani di perkebunan Merciel ini. Ia bekerja dengan pemilik sebelumnya".


"Apa ..?


Mark terkejut mendengar penjelasan Alejandro.

__ADS_1


Oh my God...


"Ale, pantas saja pagi tadi saat aku mengatakan kepada ibu bahwa ia berada di perkebunan Merciel, ibu langsung bereaksi dengan menyebut kembali nama DAMIAN. Yang ku dengar saat itu, hanya ku anggap angin lalu. Karena ibu selalu mengucapkan kata DAMIAN".


Mark mengusap kasar wajahnya. Semuanya serba kebetulan, ia begitu tergerak untuk membeli perkebunan Merciel begitu orangnya memberikan info kepadanya di London beberapa waktu yang lalu. Tanpa ia sadari, ia membawa ibunya kembali keperkebunan yang sangat ibu kenal. Yang menjadi ladang pekerjaan suaminya kala itu ".


*


Tampak Scarlett dan Olivia mengajak berbicara Caitlin. Sesekali Olivia tertawa, sementara Caitlin masih dengan wajah kaku menatap kedua wanita cantik di hadapannya yang sudah membuat nya sesekali menyunggingkan senyuman.


"Scarlett, apa kau masih ingin lebih lama disini ?", tanya Alejandro yang sudah berdiri di belakang mereka bersama Mark.


"Oh Ale, kalian sudah selesai berbicara ?, lihatlah nyonya Caitlin sudah bisa tersenyum", ucap Scarlett.


Alejandro tersenyum melihat istrinya tampak antusias dan bahagia.


"Scarlett, kita bisa datang ke sini lagi jika kau mau menemui nyonya Caitlin, boleh kan sayang", ujar Olivia bergelayut manja di lengan Mark.


"Tentu saja boleh jika itu tidak merepotkan Scarlett", jawab Mark tersenyum.


"Benarkah aku boleh kesini lagi, aku pasti akan sesering mungkin menemui nyonya Caitlin", balas Scarlett sambil memeluk pundak Catlin sambil menempelkan wajah nya ke pucuk kepala Caitlin yang sudah bisa tersenyum.


Tak lama setelah itu, Alejandro dan Scarlett pamit pulang. Tak lupa Scarlett pamit kepada Caitlin dan berjanji akan mengunjungi nya kembali.


*


Scarlett merebahkan tubuhnya di samping Alejandro dan masuk kedalam dekapan Ale.

__ADS_1


"Apa kau senang berkenalan dengan nyonya Caitlin,hem ?"


"Iya Ale aku senang. Ale kenapa saat pertama melihat ku nyonya Caitlin memanggil ku dengan sebutan Gabby... Damian ya ?"


Alejandro terdiam sesaat, sambil memikirkan jawaban apa yang tepat.


"Hmm .., mungkin kau mengingatkan nya pada seseorang yang sangat di sayangi nya dengan penuh perasaan sehingga saat nyonya Caitlin kehilangan memori seperti sekarang, seseorang itu lah yang selalu di ingatnya dan memenuhi pikiran nya", jawab Alejandro sambil menghembuskan nafasnya.


"HM...iya juga ya. Nyonya Caitlin selalu mengusap lembut wajah ku dan menggenggam tangan ku", ucap Scarlett mengeratkan pelukannya pada tubuh Alejandro sambil memejamkan matanya.


Sementara Alejandro mengusap lembut punggung Scarlett.


"Suatu saat kau pasti mengetahui semuanya sayang", batinnya.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...

__ADS_1


...(on-going)...


__ADS_2