AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
MENYESALI TAKDIR


__ADS_3

Di taman tengah kota Champaign..


Scarlett menepikan mobilnya di seberang taman kota.


Ia menyeberangi jalan yang belum begitu ramai.


Saat ini sudah menunjukkan pukul sebelas. Scarlett mengusap air matanya dengan punggung tangan sebelah kanan.


Sementara tangan sebelah kiri memegang amplop yang diberikan Caroline kepadanya pagi tadi.


Perlahan Scarlett membuka kembali amplop coklat itu. Melihat satu persatu foto-foto Alejandro dan Caroline yang begitu intim dan berciuman mesra memperlihatkan Alejandro memangku tubuh Caroline yang menghadap kepadanya. Mereka berciuman sangat mesra.


Bahkan ada satu foto yang memperlihatkan Alejandro dan Caroline sedang melakukan hubungan badan Sepertinya di kamar hotel yang sangat mewah.


Tiba-tiba kristal-kristal bening kembali jatuh di pipi Scarlett. Tanpa bisa ditahannya lagi.


Netra bening itu kembali berkabut kesedihan.


Ia ingat bagaimana Caroline mengatakan bahwa hubungan ia dan Alejandro sangat intim saat di London bahkan Alejandro selalu mengucapkan kata-kata cinta untuknya.

__ADS_1


Jika melihat foto-foto yang diberikan caroline kepadanya, semua ucapan caroline benar adanya. Mereka memang sangat intim sekali.


Scarlett benar-benar syok melihat foto-foto itu. Ia tidak menyangka hubungan Alejandro dan Caroline sejauh itu. Sangat tidak sesuai dengan perkataan Alejandro selama ini yang mengatakan ia tidak mencintai perempuan itu. Alejandro selalu mengatakan ia berhubungan dengan Caroline hanya hubungan bisnis semata.


Bukti foto mengatakan hal sebaliknya, Alejandro tampak menikmati kebersamaan mereka kala menghabiskan waktu bersama.


"Aku benar-benar bodoh, benar kata Caroline aku wanita kampungan yang tidak pantas untuk Alejandro.


Scarlett sangat sadar, ia dan Alejandro sangat berbeda. Alejandro terbiasa hidup di kota besar seperti London, sementara ia hanya berkutat dengan kehidupan yang menyedihkan. Dalam hidupnya Scarlett berjuang sendiri. Bekerja keras demi mencapai cita-cita nya.


Hingga ia bertemu tuan Mathias pun Scarlett tidak mau hanya mengandalkan bantuan dari tuan Mathias. Melihat kegigihan Scarlett akhirnya Mathias memberikan gaji untuk nya.


Air mata tak henti membasahi wajah cantik itu. Banyak orang-orang yang lalu lalang dihadapan nya tidak di perduli kan nya. Dengan tubuh berguncang hebat karena terisak, Scarlett mengusap air matanya.


"Aku benar-benar bodoh buta Kate cinta, bahkan aku lah yang memohon kepada Alejandro supaya tinggal di perkebunan Chalons", batin Scarlett meratapi nasibnya.


"Seharusnya aku tahu, laki-laki kota seperti Alejandro pasti tidak akan pernah menyukai apalagi mencintai wanita Seperti aku", lirih Scarlett dengan terisak-isak.


"Tapii..mau bagai mana lagi aku sedang hamil anak ini, Alejandro selalu mengatakan ia menginginkan anak dari ku ternyata semuanya bohong belaka.

__ADS_1


Rambut hitam legamnya tampak indah tertiup angin.


Scarlett berdiri beranjak dari kursi taman yang didudukinya. Ia kembali melangkahkan kakinya hendak menyeberangi jalan menuju ke mobilnya yang ada di seberang jalan.


Tiba-tiba Scarlett terdiam menatap mobil dengan kecepatan tinggi mendekati tubuh. Seketika Scarlett menutup menutup wajahnya sambil berteriak-teriak panik.


"Sregkkkkk...


Terdengar ban mobil berdesis dengan keras, menunjukkan bahwa pengendara menginjak rem dengan full.


Seakan bermimpi, Scarlett merasakan tubuhnya tidak


mengalami kesakitan apapun.


Scarlett terduduk ditengah jalan sambil memeluk lututnya. Dengan wajah pusat pasi dan air mata yang berlinang dengan sendirinya.


"Nona...apa kau tidak apa-apa ?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2