AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
MENIKMATI KEINDAHAN SORE


__ADS_3

Alejandro berada diruang kerjanya di perkantoran yang letaknya searah dengan di pabrik pembuatan wine miliknya.


Pabrik yang berdiri megah diarea ujung perkebunan anggur itu, sangat luas. Memiliki mesin-mesin canggih sebagai penghancur anggun, yang akan diproduksi menjadi wine berkualitas.


Alejandro menyandarkan punggungnya dikursi kerja nya


Ia menggenadahkan wajah nya menatap langit-langit ruang kerjanya.


Ia menyugar rambutnya. Tampak berpikir, sudah beberapa hari ini ia memikirkan tentang perkebunan. Sejujurnya, ia sangat mencintai perkebunan ini dimana masa kecil dan remajanya ia habiskan.


Pada saat ayah nya meninggal Alejandro sudah bulat untuk menjualnya saja. Dan ia kembali ke kota London, menjalankan bisnisnya.


Tetapi Scarlett, dalam sekejap merubah rencananya itu . Ia meminta pada Alejandro untuk tinggal lebih lama lagi diperkebunan. Sekarang sudah satu bulan lebih ia mengurus perkebunan peninggalan ayahnya. Kenangan masa lalu selalu menghampiri nya. Apalagi setiap ia berkeliling diarea yang selalu banyak kenangan, seperti di danau yang akhir-akhir selalu dikunjungi nya. Entah itu hanya untuk menyepi atau untuk berenang di air nya yang dingin dan sejuk


Dalam bekerja sesekali Alejandro berinteraksi dengan Scarlett yang merupakan lulusan pertanian, ia berkerja sangat giat untuk mendapatkan bibit anggur yang berkualitas. Yang nantinya akan diproduksi menjadi wine yang berkualitas tinggi.


Tapi setiap berdekatan dengan Scarlett entah lah... Alejandro selalu ingin berlama-lama, Walaupun pada ujung nya setiap pembicaraan mereka berakhir dengan perdebatan panjang.


Alejandro tau, bahwa Scarlett wanita yang cerdas dan berpendirian teguh, ia juga sangat mandiri. Walaupun sudah menikah dengan ayahnya tapi ia masih terlihat lugu dan polos .


Drt drtt drtt


Nama Caroline, tercantum dilayar handphone miliknya.

__ADS_1


Huh.. Alejandro menarik nafasnya, ia tidak berminat menjawab panggilan telepon Caroline. Perempuan itu setiap hari menanyakan kapan Alejandro kembali ke London. Dan menagih Alejandro membelikan apartemen baru untuk nya .


Alejandro sangat tau seperti apa Caroline, yang selalu hidup glamor dan berfoya-foya.


Alejandro selalu menuruti permintaannya, ia menganggap itu sebagai bayaran untuk Caroline karena menemani nya tidur kala Alejandro butuh pelepasan.


.


"Levia...aku ingin ke taman samping, apa kau bisa membawa ku ke sana ?, aku bosan seharian berada dikamar, Levi", ucap Scarlett pada Levia yang membawakan teh herbal dan beberapa macam cemilan.


"Bisa, nona...mari saya antarkan anda ke taman."


Levia membantu Scarlett duduk di kursi roda, kemudian menuju ke taman. Hari sudah menjelang sore. Memang pas sekali sambil menikmati teh herbal yang dibuatkan Levia. Scarlett, duduk dikursi taman yang langsung menghadap ke bunga mawar warna warnai yang sangat indah.


Netra Scarlett menatap hamparan bunga dengan view perkebunan anggur yang luas.


"Ehemm...", Alejandro berdehem dibelakang Scarlett.


"Apa yang kau lakukan disini Scarlett ?"


"Menikmati sore, aku bosan dikamar seharian Ale", jawabnya dengan suara lembut.


"Bagaimana keadaan pergelangan kaki mu ?", tanya Alejandro sambil menatap kaki Scarlett yang masih ditutup perban berwarna putih.

__ADS_1


"Sakit dan bengkak nya sudah mulai berkurang, tetapi jika kakiku ditapakkan masih terasa sakit ."


Alejandro duduk di kursi panjang sebelah Scarlett, dan menuang teh untuk nya.


"Ale, bagaimana keadaan pabrik hari ini ?"


"Baik seperti biasa."


"Aku bosan dirumah. Aku ingin segera bekerja, walaupun asisten ku sangat berkompeten tapi aku ingin melihat langsung bibit yang sudah di tunaskan. Nanti bibit yang kami tunaskan akan menjadi pohon-pohon anggur yang terbaik", ucap Scarlett dengan antusias.


Alejandro mendengar kan nya sambil sesekali meminum teh.


"Scarlett..apa kau begitu mencintai perkebunan ini ?", tanya Alejandro tanpa memindahkan netranya menatap Scarlett.


"Hm.. iya", suara Scarlett sangat pelan.


"Sepuluh tahun yang lalu, tuan Mathias membawa ku ke perkebunan ini. Keadaan ku sangat memprihatikan. Kemudian tuan Mathias memintaku supaya melanjutkan kembali pendidikan ku yang terputus ditengah jalan. Aku belajar giat, sehingga mendapatkan gelar dengan cepat. Aku ingin membuat ayah ku yang sudah meninggal dan tuan Mathias bangga melihat ku.


"Setelah aku lulus kuliah, tuan Mathias memintaku kembali ke perkebunan. Supaya bisa menyalurkan hasil pendidikan yang sudah ku dapatkan. Dan aku berhasil, mengembang biakkan bibit-bibit anggur terbaik. Tentu saja dibantu oleh team yang ada disini ", Scarlett memberi penjelasan yang didengar kan oleh Alejandro dengan fokus.


"Scarlett...aku ingin menanyakan sesuatu, kenapa kau tidak memiliki anak selama menikah dengan ayah ku ?", netra Alejandro menggelap, seolah-olah pertanyaan itu hanya menunggu bom waktu saja terlontar dari mulutnya.


...

__ADS_1


__ADS_2