AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
KEMBALI MEMINTA PENDAPAT SCARLETT


__ADS_3

*Pagi har**i perkebunan Chalons*..


Scarlett, Alejandro dan Moza sedang makan pagi bersama di meja makan.


"Moza, apa kau tidak mau bekerja di pabrik saja dan menetap di perkebunan ? kau bisa menemani Scarlett kalau aku sedang tidak ada sini", ucap Alejandro.


"Iya, Ale sedang aku pikirkan. Aku masih tidak enak kepada temanku yang sudah berbaik hati memberikan aku pekerjaan begitu aku kembali ke kota ini".


Tapi jujur saja, aku sangat senang berada di perkebunan .


Suatu hari aku pasti akan menetap di sini", jawab Moza tersenyum.


"Ehm...pasti karena kau ingin selalu dekat dengan kekasih mu kan ?" ujar Scarlett tertawa menggoda Moza yang nampak merona.


"Tidak juga Scarlett toh kami ketemunya setiap hari, lihat lah malah aku tidak di izinkan Javier membawa mobil sendiri. Pergi di antar pulang kerja di jemput. Sebenarnya membosankan juga ya", bisik Moza agar tidak di dengar Alejandro.


"Kenapa kalian berbisik begitu, aku mendengarnya dengan jelas", ujar Alejandro sambil meminum teh herbal miliknya.


"Kau jangan menjadi perpanjangan telinga Javier, Ale. Kita kan bersaudara", seloroh Moza tertawa.


"Selamat pagi..


Apa yang kalian bicarakan ?", tanya Javier duduk di samping Moza.


Moza menatap Scarlett dan Ale memberikan kode dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Tanyakan saja pada kekasih disebelah mu itu, kalau kau ingin tahu", jawab Alejandro.


Moza jadi salah tingkah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Alejandro memang selalu menyebalkan dari dulu hingga sekarang", batin Moza menggerutu.


"Ada apa Moza kenapa kau seperti kesal dengan Alejandro ?" tanya Javier.


Scarlett tersenyum melihat dua sepupu itu sangat dekat, saking dekatnya sampai sering berantem seperti sekarang.


"Tidak ada Javi, ayo kita pergi nanti terlambat. Scarlett aku pergi duluan ya. Semoga hari mu menyenangkan Scarlett", ucap Moza berlalu sambil melambaikan tangan nya pada Scarlett.


"Kau tidak pamit ke pada ku Moza, atau aku ceritakan kepada pacar mu apa yang kau katakan tadi ?", balas Alejandro menggoda Moza yang cepat-cepat pergi dari saudara nya itu.


"Kau itu selalu saja menyebalkan Ale, Scarlett kau tahu suami mu itu adalah laki-laki yang sangat menyebalkan", jawab Moza sambil berlalu.


Alejandro tertawa mendengar kan komplain Moza.


"Aku pergi teman", ucap Javier.


Alejandro mengangguk kan kepalanya.


"Hati-hati Javier Moza", jawab Scarlett.


Setelah Javier dan Moza pergi. Alejandro dan Scarlett pergi juga ke kantor.


"Sayang sebelum aku berangkat ke London kita periksa kandungan mu dulu biar aku tenang meninggalkan mu sesaat", ucap Alejandro sambil mengusap perut Scarlett.


"Iya Ale, weekend ini saja kita kontrolnya".

__ADS_1


Bagaimana Olivia, apa dia sudah baikan setelah incident di perkebunan Mark ?"


"Iya Olivia tidak apa-apa Ale, ia baik-baik saja".


"Hm, Ale tapi sepertinya ada sesuatu pada Oliv dan tuan Mark Rufaro"


"Maksud mu ?"


"Seperti nya Olivia dan Mark Rufaro sama-sama saling menyukai Ale", jawab Scarlett.


"Oh ya ?, itu bagus sayang aku rasa Olivia gadis yang tangguh Mark tidak akan mudah mempermainkan gadis seperti Olivia. Sebaliknya Olivia bisa merubah seorang Mark Rufaro", jawab Alejandro.


"Maksud mu, seperti kau waktu itu Ale ? laki-laki brengsek yang berubah baik, begitu kan maksud mu sayang", ujar Scarlett sambil bergelayut mesra di lengan suaminya.


"HM... pepatah lama yang mengatakan wanita baik lah yang dapat merubah laki-laki brengsek sekali pun untuk menjadi baik ternyata benar adanya", ucap Alejandro sambil mengusap wajah Scarlett.


*


"Selamat pagi tuan Mark Rufaro" ucap bawahan nya memberikan salam hormat saat melihat kedatangan Mark di lobby kantor.


"Pagii", jawab Mark sambil tersenyum ramah kepada semua orang yang menyapanya.


Setelah ia berlalu beberapa bawahannya berbisik-bisik, mereka terkejut melihat perubahan Mark yang begitu hangat pada pagi ini. Bahkan karyawan perempuan sudah pada gede rasa karena senyuman yang diberikan pemilik perusahaan dan perkebunan tempat mereka bekerja.


Sebenarnya semenjak mengetahui pemilik perkebunan yang baru ada lah sosok tampan seperti Mark Rufaro tentu saja bawahannya sangat senang. Mereka akan memiliki pimpin pria yang tampan dan masih muda serta energik.


Tapi gede rasa yang di miliki karyawan perempuan di perkebunan Merciel sirna seketika kala mengetahui Mark Rufaro adalah laki-laki yang dingin dan tidak bersahabat. Bahkan pertama kali ia datang kekantor nya sama sekali tidak memberikan sunggingan senyuman sedikit pun pada orang nya yang menyapa.


Laki-laki terkesan sangat arogan.


Ting ..


"Selamat pagi Daniella, semoga hari mu menyenangkan", sapa Mark yang membuat sekretaris nya itu terkaget-kaget.


Bahkan kemarin sore saja Daniella seakan mati berdiri ketakutan di pecat oleh bosnya itu karena melalukan kesalahan mengizinkan perempuan yang bernama Caroline masuk ke ruangannya.


"Peter masuk keruangan ku sekarang, apa sudah kau dapat yang kuinginkan ?"


"Sudah tuan..


Peter membukakan pintu ruang kerja Mark kemudian ia mengikuti langkah bos-nya itu.


"Berikan kepada ku sekarang nomor seluler Olivia", ucap Mark sambil membuka kancing jas nya sebelum duduk di kursi ke besarannya.


Mark tersenyum begitu peter memberikan nomor Olivia kepadanya. Ia memang meminta Peter menyelidiki segala sesuatu tentang gadis itu.


Setelah Peter keluar ruangan, Mark menyandarkan punggungnya di sandaran kursi nya. Ia mengirim pesan singkat kepada Olivia.


*


Ting...


*Kau tidak lupa dengan permintaan ku semalam kan Olivia, siang ini aku menunggu mu di kantor ku*


Olivia yang sedang mencatat sesuatu di buku agenda nya, nampak membaca pesan masuk di handphone miliknya.

__ADS_1


"Huhh...


"Ada apa Olivia, kenapa kau begitu ?" tanya Scarlett yang sedang menandatangani surat kontrak yang sudah diajukan rekan bisnisnya.


Ia harus segera menyerahkan semua berkas penting kepada Alejandro sebagai pimpinan tertinggi di perkebunan Chalons, sebelum Alejandro berangkat ke London.


"Scarlett...aku tidak tahu apa yang terjadi pada ku".


Scarlett yang mendengar ucapan Olivia seketika menghentikan aktivitas nya.


"Ada apa Oliv ? Apa yang terjadi pada mu ?"


"Kemarin saat aku menemui Mark Rafuro ternyata ia sedang berada di ruangannya dan intim dengan seorang perempuan yang duduk dipangkuan nya.


Tapi aku sempat mengatakan permintaan maaf ku dan berterima kasih kepadanya karena sudah menyelamatkan aku."


"Ternyata ia semalam menemui ku di apartemen, aku sudah memintanya untuk pergi tetapi ia tidak mau dan berakhir kami berciuman dengan mesra", ucap Olivia lirih dan nampak bingung.


Scarlett terkejut mendengar pengakuan sahabat nya itu.


"Oliv, apa kau menyukai tuan Mark ?"


"Aku tidak tahu Scarlett, aku masih bingung dengan perasaanku. Sekarang Mark memaksa ku menemuinya di kantor nya siang ini".


"Aku juga tidak tahu dari mana ia mendapat kan alamat apartemen dan nomor handphone ku ini", ujar Olivia lagi.


"Olivia...tanyakan pada hati mu bagaimana perasaan mu padanya. Jika kau menginginkan nya kau bisa melanjutkan hubungan kalian tetapi kalau kau merasa tidak nyaman lebih baik kau menjauhi nya.


"Semalam Mark bilang menyukai ku, sangat menyukai aku. Tetapi ia tidak mengatakan mencintai ku Scarlett".


"Oliv setiap laki-laki itu berbeda cara mengungkapkan perasaannya, ada yang langsung menyatakan cintanya ada pula yang menunjukkan perasaannya dengan perbuatan. Kau tahu Alejandro sampai beberapa lama pernikahan kami baru menyatakan cinta kepada ku. Tetapi ia selalu menunjukkan perasaannya dengan tindakan ia selalu manis saat bersama ku.


"Aku rasa Mark Rufaro sudah jatuh hati kepada mu Oliv, tinggal kau yang harus menyiapkan hati mu membalasnya atau menjauhi nya".


"Pikirkan lah, ambillah keputusan yang tidak akan kau sesali di kemudian hari", ujar Scarlett memberikan nasihat pada Olivia.


"Iya Scarlett kau benar, sebaiknya siang nanti aku menemuinya".


Scarlett tersenyum mendengar keputusan sahabat baiknya itu .


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE YA KAKAK KESAYANGAN AUTHOR. KASIH BUNGA OR KOPI DONG 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going...

__ADS_1


__ADS_2