AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
KESEHATAN CAITLIN MEMBAIK


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu...


Suasana di perkebunan Chalons dan Le Merciel semakin membaik. Para pekerja dua perkebunan anggur terluas yang di miliki kota Champaign itu terlihat semakin berhubungan hangat. Bahkan diperbatasan mereka saling berbagi cerita besama dengan pembatas pagar besi diantara mereka.


Bahkan Dante dan Lewis acap kali terlihat saling melambaikan tangan, menunjukkan persahabatan di antara ke dua mandor utama ke dua perkebunan itu.


Alejandro dan Mark sudah berencana membuka pembatas besi, menjadi sebuah pagar penghubung di antara ke dua perkebunan mereka.


Dalam waktu dekat semua akan segera di realisasikan.


Sementara Scarlett dan Olivia rutin mengunjungi Caitlin, di hacienda milik Mark. Biasanya menjelang senja Alejandro akan menjemput istri nya.


Kini usia kandungan Scarlett sudah memasuki trimester ketiga artinya sudah tujuh bulan. Perut Scarlett sudah semakin membesar, wajahnya semakin cantik.


Sementara keadaan Caitlin, semakin membaik dan nampak segar. Sorotan matanya tidak kosong seperti pertama kali bertemu. Bahkan ia tidak perlu duduk di kursi roda lagi. Caitlin bisa mengurus dirinya sendiri sekarang dan sudah mengenali Rossa, pelayan yang sudah bersamanya sangat lama dan merawat Mark. Tetapi berbicara nya masih dengan ejaan terbata-bata.


Kegiatan hari-hari Caitlin di isi dengan merajut bersama Scarlett dan Olivia. Scarlett yang membimbingnya, ia memang menguasai seni rajut itu saat Scarlett masih kecil. Kepandaiannya itu ia dapatkan dari ibu Catherine di panti.


Caitlin membuat sepasang kaos kaki bayi berwarna biru dan pink untuk bayi yang ada di perut Scarlett. Ia tahu Scarlett akan memiliki anak beberapa saat lagi. Sementara untuk Olivia ia membuat sepasang pita rambut dengan warna-warna yang indah.


"Ahh ibu, ini sangat cantik sekali", ucap Olivia sambil memeluk tubuh Caitlin. Oliv langsung memakai di rambutnya.


Scarlett membuatkan syal berwarna biru muda untuk Caitlin.


"Sebentar lagi syal ini akan selesai, aku khusus membuat nya untuk ibu. Semoga ibu suka", ucap Scarlett tersenyum.


"Suka ..", jawab Caitlin singkat.


Memang saat bicara Caitlin masih terbata karena daya ingatnya masih suka lupa.


Menjelang sore Mark pulang dari bekerja, ia tersenyum melihat ketiga wanita yang sangat dicintainya tampak kompak dalam segala hal.


"Kalian sedang membuat apa ?"


Caitlin memperlihatkan kaos kaki kecil karya nya.


"Untuk Gabby", ucapnya singkat.


Memang Caitlin tetap saja memanggil Scarlett dengan nama Gabby. Mark sudah berulangkali meminta Caitlin memanggil Scarlett. Tetapi Scarlett sendiri tidak keberatan Caitlin memanggilnya dengan nama Gabby, menurut Scarlett yang penting Caitlin suka dan bahagia.


"Sayang, ibu juga membuatkan aku pita-pita cantik ini", ucap Olivia tidak mau ketinggalan.


Mark tersenyum dan mengusap rambut Olivia.

__ADS_1


"Selamat sore..


"Masuk Ale, lihatlah istrimu mengajari ibu dan Olivia merajut".


"Kau membuat apa, hem ?" ucap Alejandro sambil mencium pucuk kepala Scarlett.


"Aku membuatkan ibu sebuah syal rajut, tadi ibu menjawab katanya suka", ucap Scarlett menjawab Alejandro.


Caitlin memberikan sepasang sepatu bayi ke tangan Alejandro. Dan Alejandro menerima nya.


"Sayang, ibu membuatkan dua buah kaos kaki bayi kita", ujar Scarlett.


"Wah bagus sekali ibu, anak kami pasti sangat menyukainya", jawab Alejandro.


Sesaat Mark mengajak Alejandro ke ruang kerjanya. Setelah keduanya menyandarkan punggungnya ke sofa, Mark memberikan amplop dari sebuah rumah sakit.


"Ale, hasilnya sembilan puluh sembilan persen akurat. Scarlett memang adik ku".


Alejandro membuka amplop itu, dan membacanya yang mengatakan hasil tes DNA deoxyribonucleic acid, yang menyatakan Mark Rufaro dan Scarlett Damian bersaudara, punya ikatan darah yang sama di dalam tubuh mereka.


"Simpan lah untuk mu jika sewaktu-waktu diperlukan, aku memegang copy nya", ucap Mark lagi.


"Sejujurnya Mark, aku senang mengetahui kau adalah kakak Scarlett, dan ibu mu juga ibunya. Kita sekarang menjadi keluarga besar karena aku dan Scarlett sebentar lagi akan memiliki anak kami, keluarga kita akan segera bertambah".


Setelah beberapa saat selesai berbicara dengan Mark, Alejandro pamit pulang karena Scarlett harus istirahat. Scarlett sudah seringkali merasakan kram pada otot kaki dan perut nya.


Melihat Alejandro dan Mark menghampiri mereka Scarlett bersiap pamit pulang ke pada Caitlin dan Olivia.


" Ibu, aku dan Alejandro pamit pulang ya. Besok kita bertemu lagi", ucap Scarlett sambil memeluk tubuh Caitlin yang di sambut juga oleh Caitlin.


"H-hati-hatii G-gabby..." jawab Caitlin terbata-bata.


"Iya ibu, ibu sekarang harus istirahat supaya semakin sehat", ucap Scarlett pelan. Dibalas senyuman Caitlin.


Dan perawat Caitlin membantunya untuk berdiri.


Mark dan Olivia mengantarkan Scarlett dan Alejandro ke depan.


Keduanya saling melambaikan tangannya.


Setelah mobil Scarlett dan Alejandro berlalu, Mark mengajak Olivia keruang kerjanya. Saat ini senja baru saja berganti malam.


Mark memeluk tubuh Olivia.

__ADS_1


"Bagaimana hari mu Oliv ?"


"Baik dan menyenangkan", jawab Olivia sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher kokoh Mark dan mengusap nya pelan.


Mark mencium lembut bibir ranum Olivia. Berangsur turun menyusuri hingga ke leher jenjang itu.


Olivia mengenadahkan kepala nya. Menikmati dan membalas setiap sentuhan Mark.


"Mark apa kau bisa mengantar aku pulang malam ini ?"


"Ehm.."


Tanpa menghentikan aktivitas nya laki-laki tampan itu, menghisap kuat leher Olivia hingga meninggalkan bekas tanda merah.


"Mark aku tidak mau kau meninggalkan tanda itu di leher ku, nanti dilihat orang".


Sesaat Mark menghentikan aktivitas nya dan menatap ke dua manik Olivia.


"Aku harus meninggalkan cap kepemilikannya dimana Olivia ? Bagaimana kalau di dada mu saja", bisik Mark didepan bibir Olivia dengan nada menggoda.


*


"Alejandro, aku membersihkan diri ku dulu"


"Hem..


Alejandro, duduk di tepi tempat tidur masih berpakaian kerjanya.


Setelah Scarlett masuk ke kamar mandi Alejandro mengambil amplop hasil tes DNA milik Scarlett. Ia menyimpan di antara lipatan kertas buku agendanya. Kemudian menaruh di bagian paling bawah di dalam nakas disebelah tempat tidurnya. Dan menguncinya.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...

__ADS_1


...(on-going)...


__ADS_2