AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
PERDEBATAN JAVIER & MOZA


__ADS_3

Di perkebunan Chalons sore hari ini sangat semarak. Semua pekerja berkumpul di depan hacienda. Mereka menyambut gembira kehadiran putra pertama pemilik perkebunan tersebut.


Saat melihat iringan mobil memasuki gerbang perkebunan semua orang melambaikan tangannya. Mereka tampak antusias menyambut kembalinya nyonya rumah sehabis melahirkan di putranya.


Alejandro tampak turun dari mobil. Sementara seorang perawat membantu Scarlett duduk di kursi roda. Sebenarnya Scarlett tidak merasakan sakit lagi, ia bisa berjalan dengan seperti biasa karena melakukan proses persalinan normal.


Tetapi untuk menghindari terjadinya pendarahan dianjurkan sebaiknya ia menggunakan kursi roda dulu untuk beberapa hari.


Saat ini putra kesayangannya sedang tertidur pulas di pangkuan Scarlett yang sudah berada di dalam rumah.


Tampak pelayan mengucapkan selamat pada Scarlett, sementara Caitlin, Mark dan Olivia baru saja sampai di hacienda.


"Sayang, bagaimana keadaan mu dan cucu ibu ?", tanya Caitlin sambil memeluk Scarlett dan mengusap lembut wajah lucu Darrell.


"Baik, bu ", Jawab Scarlett sambil membalas pelukan hangat ibunya.


"Kau hebat sekali nak, mampu melahirkan anak mu dengan cara normal. Ibu bangga sekali kepada mu", ucap Caitlin lembut sambil mengusap lembut punggung Scarlett.


Sekarang para wanita berada di kamar Darrell, dan lelaki masih berbicara di lantai bawah.


"Scarlett kau berani sekali melahirkan secara normal, apa kau tidak kesakitan ?", tanya Moza sambil meringis membayangkan rasa sakit yang di alami Scarlett. Bukan hal aneh lagi zaman sekarang banyak orang lebih memilih persalinan dengan operasi Caesar. Apalagi kaum yang memiliki banyak uang. Moza sangat salut pada istri saudaranya itu.


"Tentu saja sakit Moza, kau lihat lah hasil penyiksaan ku pada Alejandro. Aku mencakar lengannya hingga penuh luka", jawab Scarlett sambil tertawa.


"Benarkah Scarlett ?", ucap Olivia ikutan tertawa mendengar penuturan sahabatnya itu.


"Tetapi suami ku sangat setia, ia selalu mendampingi aku sampai anak kami lahir", ucap Scarlett bangga pada suaminya.


"HM..aku berharap Mark juga seperti itu, jika aku melahirkan nanti", ujar Olivia


"Javier juga, aku harap seperti itu", ucap Moza

__ADS_1


"Aku yakin keduanya seperti itu apalagi anak pertama", jawab Scarlett memberikan semangat kepada kedua nya.


*


Javier dan Moza pamit pulang ke pada Alejandro dan Mark. Karena Moza akan kembali ke kota dan Javier akan mengantar nya.


Saat ini Alejandro masih bersama Mark dan Olivia menemani Scarlett di kamarnya.


Javier mengendarai mobil nya perlahan keluar dari wilayah perkebunan Chalons.


"Ehm..Javi, kau lihat putra Alejandro dan Scarlett sangat tampan. Keponakan ku Darrell pasti akan tumbuh menjadi anak yang menggemaskan nantinya. Aku tidak sabar melihat pertumbuhan nya", ucap Moza bersemangat.


Javier tiba-tiba menepihkan mobil yang dikendarainya.


"Ada apa Javier, kenapa kau menepihkan mobil mu ?" tanya Moza bingung.


"Apa kau tidak ingin memiliki anak mu sendiri, Moza ?", tanya Javier serius sambil menelisik wajah cantik kekasihnya itu. Hubungan mereka hampir dua tahun tapi sampai sekarang Moza belum siap juga untuk di ajak menikah. Gadis itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


"Javi, aku mohon jangan mulai lagi. Kau tahu aku masih sangat sibuk dengan pekerjaan dan pendidikan ku", jawab Moza.


"Usia ku tidak muda lagi, kau pun begitu. Sementara ayah ku sudah sangat mengharapkan cucu dari ku Moza, aku harap kau merubah cara berpikir mu itu", ucap Javier dengan tegas.


Javier kembali melanjutkan perjalanan, tidak ada lagi pembicaraan antara keduanya sampai di apartemen Moza pun Javier langsung pulang.


Moza menyandarkan punggungnya di sofa yang ada di ruang tamu apartemen nya. Sesaat ia menelaah semua perkataan Javier tadi.


"Apa aku memang terlalu egois selama ini ? aku tidak pernah berpikir jauh pada Javier ia terlalu baik tidak pernah melarang kegiatan ku sehingga aku mengabaikan perasaan nya.


Ternyata Javier memendam rasa begitu besar pada hubungan kami", batin Moza sambil memejamkan matanya saat merebahkan tubuhnya di sofa panjang.


"Aku harus mengambil keputusan, jika tidak ingin kehilangan Javier. Ia sudah memberikan ultimatum kepada ku hari ini, sesuatu yang tidak pernah Javi lakukan selama ini pada ku", ucap Moza pelan.

__ADS_1


*


"Shitt..


"Apa yang sudah aku lakukan kepada Moza, apa ucapan ku tadi terlalu keras kepadanya ?", ucap Javier yang saat ini masih di jalanan kota Champaign.


Ia mencengkram kuat setir mobilnya.


"Maaf kan aku Moza aku sudah menyakiti mu", ujar javier.


Tanpa pikir panjang lagi Javier memutar kembali mobilnya menuju apartemen Moza..


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


KARYA EMILY :



PENGANTIN PENGGANTI (tamat)


AIR MATA SCARLETT


(on-going)


MENJADI YANG KEDUA


(new)


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1


(on-going



__ADS_2