
Buku ini milik ku, aku sudah duluan memegangnya", terdengar suara bariton di balik rak yang membatasi antara keduanya.
"Kauu... !
"Mark Rafuro" batin Olivia.
"Kamu lagi...!"
Olivia" batin Mark
"Oh my god, sialnya hidup ku di kota ini selalu bertemu dengan perempuan jadi-jadian begini", ucap laki-laki itu yang tampak tidak perduli dengan tatapan tidak suka Olivia.
Saat laki-laki itu lengah, dengan sekuat tenaga Olivia menarik buku yang sudah ada di genggaman Mark.
"Heii, perempuan gila.. kau berani kepadaku hah", hardik Mark dengan ketus. Tangan nya berusaha mengambil buku yang di pindah-pindah kan oleh Olivia ke tangan kanannya, ke tangan kirinya. Diangkatnya tinggi-tinggi, ke bawah bahkan kebelakang tubuh nya.
Mark jadi kesal di permainkan gadis itu, ditariknya kuat tubuh Olivia dan di cengkram nya tekuk gadis itu. Dalam keadaan marah ia cium dengan kasar dan brutal bibir Olivia yang tidak menyangka Mark akan melakukan hal seperti itu kepada nya.
Olivia memberontak sekuat tenaga tetapi tenaga laki-laki itu sangat kuat. Bahkan pinggang Olivia di cengkram nya sangat keras.
Cukup lama Mark menghinakan nya seperti itu, bahkan laki-laki itu memaksanya membuka mulutnya. Sekuat tenaga Olivia merapatkan bibirnya. Beruntung toko buku itu belum ramai pengunjungnya.
Setelah puas mempermalukan Olivia seperti itu, Mark mengendur kan cengkraman tangannya pada tubuh Olivia.
"Kau harus tahu siapa pemimpin nya sekarang, gadis keras kepala..!"
"Kauuu laki-laki brengsek..
"Plakkkk..
Olivia menampar keras wajah Mark yang berani menciumnya seperti tadi dan melemparkan buku yang lumayan tebal itu pada dada Mark.
Olivia lari keluar toko buku tersebut dalam keadaan gondok. Tangannya mengusap-usap mulutnya dengan keras.
Sementara Mark tertawa penuh kemenangan melihat wanita itu pergi dan memberikan buku yang diinginkan Mark walaupun dengan cara yang tidak sopan di lemparkan. Laki-laki itu mengusap wajahnya yang terkena tamparan Olivia.
__ADS_1
"Not bad.. tenaganya cukup kuat"
"Gadis bodoh...kau tidak tahu berurusan dengan Mark Rufaro"
Olivia berlari dalam keadaan kesal. Ia menuju tempat parkir dimana mobilnya berada. Setelah kejadian dimana Mark menghinanya seperti tadi, ia semakin membenci laki-laki itu sepenuh hatinya.
"Argh kenapa hidupku sial sekali, kembali ke kota kelahiran ku, bertemu keluarga dan sahabat baikku membuat ku sangat bahagia. Tetapi kenapa rasa bahagia itu harus terusik dengan pertemuan dengan laki-laki brengsek itu", ucap Olivia dengan keras.
"Arghh..."
Olivia memukul-mukul setir mobilnya dengan keras. Ia menyesal tidak melakukan balasan fisik dengan keras ke pada Mark tadi. Menampar wajah laki-laki itu di rasanya masih terlalu lembek membalas perbuatan laki-laki itu.
"Seharusnya aku tendang keras intinya biar dia tidak berkutik lagi, huhh"
Olivia menyandarkan keningnya pada setir mobil, sesaat ia memejamkan matanya. Memulihkan kondisi pikiran sebelum mengendarai mobilnya.
Sementara itu..
Dengan santainya Mark Rufaro meninggalkan toko buku, dimana ia dipertemukan kembali dengan wanita yang dibencinya beberapa hari ini. Pertemuan ke dua kalinya.
Baru beberapa hari di kota Champaign dengan tujuan mencari kedamaian ehh malah dipertemukan dengan wanita jadi-jadian seperti Olivia. Kebahagiaan ku terusik oleh wanita itu", Ujar Mark
Bak seorang peragawan ia menyusuri jalan menuju mobil mewahnya.
"Hm.. akhirnya aku mendapatkan buku ini. Aku harus lebih banyak mengetahui perkembangbiakan anggur yang sedang di budidayakan di perkebunan ku", gumam Mark.
Ia mengambil banyak tissue dan membersihkan semua bagian buku tersebut.
"Tangan wanita itu mengotori buku ku, jangan ada sisa dirinya di sini", gumam Mark lagi.
Tapii ..
"HMM.. Bagaimana aku menghilangkan aroma bibirnya di bibirku ? Ahh shitt...
*
__ADS_1
Olivia dengan tergesa-gesa, memasuki apartemen nya yang berada di pusat kota Champaign.
Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur nya dengan perasaan kesal.
Arghh laki-laki itu benar-benar brengsek. Olivia bangun dan bercermin di kaca besar yang ada di kamarnya. Ia menatap bibirnya yang tadi di cium kasar oleh Mark Rufaro, tampak ada sedikit luka disana karena Olivia sekuat tenaga mengunci mulutnya supaya laki-laki itu tidak bisa melancarkan aksinya memasuki mulut Olivia.
Olivia membuka kaus oblong yang dipakainya, ia memperhatikan pinggangnya yang di cengkram Mark tadi.
Huhh benar saja, berbekas tanda merah yang sudah berubah menjadi sedikit kebiru-biruan.
Olivia merasakan Laki-laki itu mencengkram pinggangnya dengan saat kuat.
"Aku harus sebisa mungkin menghindari bertemu dan berurusan kembali dengan laki-laki itu jika tidak ingin ada hal yang lebih berat lagi menimpa ku", ucap Olivia pelan.
Ia menatap bibirnya bahkan harum Citrus dari pria itu masih melekat di sekujur tubuhnya.
"Aku harus menghilangkan aroma pria itu di tubuhnya ku. Bahkan wangi parfum nya masih sangat kuat melekat di pakaian ku", batin Olivia.
Ia melepaskan semua pakaiannya dan berniat berendam di bathtub demi menghilangkan aroma Mark Rufaro yang tersisa padanya.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1