AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
SEPENGGAL KISAH MARK RUFARO


__ADS_3

"Mark... bolehkah aku menambah porsi ku ? aku masih lapar", ucap Olivia merengek seperti anak kecil yang tidak di beri permen.


Mark semakin aneh melihat Olivia. Setelah berciuman dengannya gadis itu lapar dan melahap semua makan hingga abis. Bahkan Mark sudah dari tadi selesai makan, perut Olivia seakan tiada rasa kenyang bahkan ingin menambah lagi.


"Ck ck ck... benar-benar gadis aneh Olivia ini, bukan saja kuat berkelahi tetapi juga kuat makan", batinnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu, kau yang membuatku seperti ini. Asal kau tahu Mark porsi makan ku akan meningkat dratis saat mengalami rasa gugup. Kau pemicunya yang terjadi pada ku saat ini", ucap Olivia menjawab tatapan aneh di netra abu-abu milik Mark.


"Kau boleh memakan semua, setelah itu aku akan memakan mu", ucap Mark menggoda Olivia sambil membetulkan anak rambut Olivia ke belakang telinga nya.


Seketika Olivia menghentikan makannya. Dan menatap tajam Mark yang duduk disampingnya.


Tok tokk tokk


"Lanjutkan makan mu", ucap Mark sambil mengusap lembut wajah Olivia.


Mark beranjak dari sofa dekat Olivia dan duduk di kursi meja kerja nya.


"Masuk...!


Nampak sekertaris Mark Daniella, mempersilahkan tamu yang datang untuk masuk.


Jarak tempat duduk Olivia dan Mark sekarang cukup jauh karena ruangan kerja Mark yang luas.


"HM...perutku akhirnya merasa kenyang juga", ucap Olivia pelan sambil mengusap-usap perut nya.


"Aku bingung bagaimana mengobati penyakit ku ini, kala stres atau gugup yang mendera ku pasti pelariannya ke porsi makan yang akan meningkat", lirih Olivia.


"Ahh sudahkah aku tidak akan mengambil pusing dengan keadaan ku ini. Aku justru berharap Mark akan mundur dan menjauhi ku, setelah melihat aku makan sangat rakus di hadapannya", ucap Olivia bergumam sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Ehm ada balkon juga ternyata, aku ke sana saja", ucap Olivia sambil melangkahkan kakinya menuju balkon.


Olivia terdiam tak bergeming melihat view menjelang sore hari yang sangat indah dari kantor Mark.


"Oh my God, di sini pemandangannya sangat indah. Dengan hamparan luas pepohonan anggur yang di dominasi oleh pohon jenis Ruby Roman terlihat sangatlah indah", batin Olivia.


Bahkan Olivia memejamkan matanya, menikmati suasana sore yang begitu sejuk. Rambut nya pun tak henti di terbang ditiup angin yang berhembus.


Dari kejauhan batas akhir perkebunan Merciel, terlihat lautan yang membentang biru cerah. "Oh indah sekali di sini, sangat memanjakan mata ku", gumamnya.


Tanpa disadari Olivia, Mark sudah memperhatikan nya sedari tadi. Laki-laki itu sudah berdiri cukup lama menyandarkan satu bahunya di pintu kaca yang menghubungkan ruangan kerjanya dengan balkon.


Mark tersenyum melihat Olivia tampak mengagumi perkebunan milik nya.


Ia tidak tahan melihat Olivia seperti itu. Mark tidak bisa menahan dirinya. Ia memeluk tubuh Olivia dari belakang dan mencium lembut leher gadis itu.


"Markkk...kau mengagetkan aku", ucap Olivia sambil memukul pelan lengan Mark yang melingkar di perut nya.


"Perkebunan mu sangat indah, Mark", jawab Olivia berterus-terang.


"Apa kau menyukainya ?", tanya Mark sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Olivia.


"HM..tentu saja aku menyukai perkebunan seperti milik mu ini" jawab Olivia spontan.


"Perkebunan mu, di dominasi anggur Ruby Roman. Beruntung sekali anggur jenis langkah bisa kalian budidaya kan dengan baik di tanah Le Merciel ini".


"Anggur-anggur itu sudah tumbuh di perkebunan ini sebelum aku jadi pemiliknya", jawab Mark menjelaskan.


Olivia mencerna ucapan Mark, berarti Mark belum lama tinggal di perkebunan ini ? jadi selama ini ia tinggal di mana ?

__ADS_1


Semua pertanyaan berkelebat di kepala Olivia.


"Jadi kau bukan pemilik perkebunan Merciel sebelumnya Mark ?"


"Bukan, aku baru membelinya. Dan melanjutkan saja yang sudah aku nilai baik dari perkebunan ini", jawab mark, tanpa melepaskan pelukannya.


"Hmm...selama ini kau dimana ? apakah kau asli berasal dari Champign ?", tanya Olivia penasaran.


"Aku selama ini tinggal di London. Aku memang berminat dengan bisnis perkebunan dan tanaman jenis lainnya. kenapa aku memilih perkebunan di kota Champaign Perancis ? karena aku mencari keberadaan keluarga ku yang belum pernah aku temui seumur hidup ku", ucap Mark sambil menarik pelan dagu Olivia dan menciuminya dengan lembut.


Olivia membalikan badannya menghadap pada Mark.


"Kenapa kau berpisah dari keluarga mu Mark ?", tanya Olivia yang tidak bisa menahan rasa penasarannya. Setelah mendengar sepenggal kisah Mark Rufaro.


...***...


MASIH MAU LANJUT NGAK NIH ?


.


LIKE KOMEN DAN VOTE YA KAKAK KESAYANGAN AUTHOR. KASIH BUNGA OR KOPI DONG 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...

__ADS_1


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going...


__ADS_2