
Alejandro menggenggam erat jemari tangan Scarlett, menuju ruangan khusus di mana Caitlin di rawat saat ini.
Tampak dari kejauhan Olivia menenangkan Mark yang tampak frustasi. Penampilan nya tampak kacau walaupun tidak mengurangi ketampanannya.
Olivia memeluk pundak Mark yang sedang duduk di kursi yang di sediakan di ruang tunggu, sementara Mark menundukkan wajahnya dengan tangan memijat-mijat keningnya.
Mark...
Panggilan Alejandro menghentikan lamunan panjang Mark Rufaro. Seakan tidak percaya melihat Scarlett ada di samping Alejandro, datang ke rumah sakit di mana ibu mereka di rawat saat ini.
"Ale... aku senang melihat kalian ada di sini", Ujar Mark tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Seakan mendapatkan kunjungan orang yang sudah sangat di tunggu-tunggu kehadiran nya.
Scarlett tak bergeming, ia hanya terdiam. Alejandro mengeratkan genggaman tangannya menguatkan Scarlett.
"Scarlett sudah mengetahui semuanya, Mark", ujar Alejandro.
Tampak Mark menghela nafas nya.
"Terima kasih Scarlett kau sudah bersedia datang ke rumah sakit tempat ibu kita di rawat. Aku yakin ibu pasti sangat senang mengetahui kau ada di dekat nya", ucap Mark menatap lembut wajah adiknya yang menampakkan mata sudah memerah dan berkaca-kaca.
Scarlett cepat-cepat memalingkan wajahnya ke sisi kiri bahunya. Ia menghindari Mark melihat tangisannya.
__ADS_1
"Sayang, apa kau tidak ingin melihat ibu lebih dekat ?", ucap Alejandro menyadarkan Scarlett.
"Scarlett jika kau ingin melihat langsung bisa melalui pintu itu. Kalau ingin melihat dari ke kejauhan bisa melalui kaca di sebelah sana itu", tunjuk Mark menjelaskan kepada adiknya.
Scarlett mengangguk kan kepalanya pelan. Beberapa saat kemudian terlihat perawat dan dokter yang merawat Caitlin tergesa-gesa memasuki ruangan. Seketika wajah Mark menegang. Saat seorang perawat terburu-buru hendak masuk juga kedalam ruangan dengan wajah serius, Mark mencegatnya.
"Apa yang terjadi ?"
"Pasien, mengalami serangan jantung tuan. Saat ini Dokter sedang berusaha menangani keadaan pasien", jawab perawat.
Perawat tersebut permisi dari hadapan Mark.
"Oh Tuhan...bertahan lah ibu", lirih Mark sambil mengusap wajah nya. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding yang menjadi sekat antara ia dan Caitlin.
Scarlett berjalan mendekati kaca penghubung ruangan dimana Caitlin di rawat. Sementara Alejandro sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan seluler. Scarlett terhenyak, ia diam tak bergeming menyaksikan dari luar kepanikan para perawat yang membantu dokter menyelamatkan Caitlin.
Tubuh Caitlin yang terkulai lemah tiba-tiba dihentak menggunakan alat pacu jantung yang di letakkan di sekitar dadanya.
Seketika air mata Scarlett membasahi pipinya. Sungguh hatinya tidak tega melihat kondisi Caitlin seperti seperti itu. Walaupun masih ada sisa kebencian bersarang di jiwa nya tetapi Scarlett tetap tidak mau jika hal buruk menimpa Caitlin.
Walaupun di mulut Scarlett sering kali mengatakan membenci, tetapi tidak dengan hatinya. Scarlett sudah beberapa saat selalu menghabiskan waktu dengan Caitlin di perkebunan Merciel. Ia sangat menyayangi wanita itu yang Scarlett tahu mereka tidak ada hubungan darah sama sekali. Ternyata... Caitlin ada lah wanita yang melahirkan nya.
__ADS_1
"A-ku mohon bertahanlah", ucap Scarlett terisak sambil menempelkan tangannya di kaca penghubung antara ibu dan anak itu.
Terlihat beberapa kali dokter menggelengkan kepala. Dan wajah-wajah panik dari dalam terlihat jelas di depan mata Scarlett.
"A-ku mohon bertahanlah..
"IBU...
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
__ADS_1
...(on-going)...