AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
PERHATIAN ALEJANDRO


__ADS_3

Alejandro selesai membersihkan tubuh nya. Handuk berwarna putih menutupi tubuhnya bagian bawah. Sementara tangan kanannya menggosok-gosokkan handuk yang lebih kecil pada rambut hitamnya.


Ia menuju walk in closet, memilih pakaian santai kaos oblong dan training panjang di wardrobe nya. Pakaian yang sangat disukainya diwaktu santai, kala dirumah.


Ia menyisir rambutnya, didepan cermin.


Sesaat ia ingat kejadian tadi sore, saat mencium mesra Scarlett. Ia mencium lembut bibir Scarlett . Bahkan Bibir nya masih merasakan sensasi bergairah.


Alejandro menaruh sisir diatas meja kaca.


Ia berkecak pinggang, menatap fokus wajahnya di cermin itu.


"Apa yang terjadi pada diri ku, aku sangat menyukai ciuman dengan Scarlett, bahkan dada ku berdebar-debar merasakan sensasi yang diberikan Scarlett.


Walaupun, Scarlett tidak membalas ciuman Alejandro, tapi Scarlett juga tidak menolak lagi seperti waktu pertama Alejandro memaksa untuk mencium nya tempo hari.


"Ingat Alejandro, Scarlett adalah istri dari ayah mu", batin Alejandro pada dirinya sendiri.


.


Sementara itu, dikamar Scarlett sudah menyandarkan tubuhnya dipunggung tempat tidur. Setelah tadi Alejandro memindahkan tubuhnya dari kursi roda ke tempat tidur.


Ia membaca buku novel kesukaannya, tapi akhirnya tidak bisa fokus juga.


Huhh... Scarlett menarik nafas dalam-dalam, ia teringat ciuman Alejandro tadi sore.


"Ahh, ada apa dengan ku. Ingat Scarlett, Alejandro anak tuan Mathias. Apa yang kau harapkan dari nya. Ia pria kota, yang tentu saja akan lebih memilih untuk kembali tinggal di kota dibandingkan perkebunan ini", gumam Scarlett pada dirinya sendiri.


Huhh...


Scarlett menarik nafas dalam-dalam, ia kembali melanjutkan membaca buku novelnya.


Tok tok tokk


"Masuk..


Levia membuka pintu kamarnya. "Nona Scarlett, tuan Alejandro meminta saya membawakan makan malam anda".


"Apakah anda mau makan sekarang, nona ? saya akan membantu anda".


"Iya baiklah, levia .


Levia, mengambilkan makan malam Scarlett, kemudian ia berdiri disamping tempat tidur Scarlett.

__ADS_1


"Ya ampun Levia, sudah berapa kali aku katakan kepada mu jangan berlebihan begitu kepada ku. Apalagi kita hanya berdua dikamar ini", cicit Scarlett.


Iya, Scarlett tidak suka ketika Levia bersikap sangat kaku seperti itu.


"Duduk la di disamping ku, Levia", perintah Scarlett sambil menepuk tempat tidur disampingnya.


"Saya tidak enak nona", lirih Levia.


"Ayo kemari lah, kita sudah lama tidak mengobrol berdua", ucap Scarlett.


Levia mengangguk kan kepalanya. Ia duduk diujung tempat tidur Scarlett.


Sementara itu Scarlett menyendokkan makanan kemulutnya.


"Maaf nona, kalau saya boleh tau bagaimana keadaan kaki nona ?"


"Hampir tidak terasa lagi sakitnya, hanya...akan terasa sedikit nyeri jika ditapakkan".


"Apa nona mau saya kompresi kaki nona sekarang ?"


"Terimakasih Levia, tapi sebaiknya tidak. Karena aku baru saja memakai cream oles yang diberikan dokter Abraham."


Ceklek..


Scarlett dan Levia mengalihkan pandangan matanya ke arah pintu.


Levia nampak terkejut, ia langsung berdiri dan menundukkan kepalanya.


"Kenapa makanan mu tidak habis Scarlett ?"


"Aku sudah kenyang".


Alejandro mengambil piring yang masih berisi banyak makanan.


Dan menyuapkan ke mulut Scarlett. Tentu saja tindakan Alejandro itu mengagetkan Scarlett dan juga Levia.


Levia tau diri ia pamit undur diri keluar kamar.


"Ale, aku sudah kenyang".


"Makan atau kau mau aku hukum, hah ?"


"Kau ini, suka sekali mengancam.

__ADS_1


Bobot badan ku bisa naik kalau terlalu banyak makan malam", protes Scarlett.


Alejandro menarik tengkuk Scarlett dan mencium lembut bibirnya.


Scarlett terkejut diserang begitu, ia mendorong dada Alejandro. Tetapi tangannya di genggam Alejandro.


Alejandro memaksa menerobos masuk untuk menjelajahi lebih dalam.


Ciuman itu begitu menuntut, dan Scarlett merasakan tubuhnya meremang dan sesak seolah persediaan oksigen dikamar itu habis.


Alejandro, melepaskan bibirnya dan menatap lembut netra bening Scarlett.


Scarlett tidak bisa mengartikan tatapan itu. Dan Alejandro kembali mengulangi ciuman nya. Kali ini sangat lembut, ia memindahkan piring yang ada di pahanya ketempat tidur.


Ia mencium bibir Scarlett dengan sangat lembut, menimbulkan gelanyar aneh di tubuh Scarlett.


Kali ini Scarlett membuka mulutnya, seolah menerima Alejandro. Sementara tangan nya me remas kedua tangan Alejandro yang sedang memegang lembut tengkuknya.


Ale yang menyadari nya, semakin memperdalam ciumannya. Menjelajahi setiap jengkal rongga mulut Scarlett .


Sementara Scarlett, membalas dengan pelan ciuman lembut Alejandro. Ia belum berpengalaman, ini ciuman ke-tiga kalinya dalam hidupnya. Dan dilakukan bersama Alejandro.


Scarlett hanya menggunakan perasaannya saat itu untuk membalas setiap sentuhan Alejandro.


Tentu saja, Alejandro dapat merasakan balasan Scarlett begitu kaku. Tapi justru membuat Alejandro penasaran. Bibirnya beralih pada leher putih mulus.


Scarlett tidak bisa mengontrol dirinya lagi, ia menggenadahkan kepalanya keatas dan mengeluarkan suara erangan lembut.


"Aahh, Ale...


Alejandro, menghentikan cumbuhan nya. Sorot matanya berkabut gairah.


"Scarlett maafkan aku, aku tidak dapat menahannya", bisik Alejandro didepan bibir Scarlett.


...


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE YA 🙏🤗


.


IKUTI JUGA CERITA AUTHOR,


"PENGANTIN PENGGANTI"

__ADS_1


YANG SEMAKIN SERU LOH..


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE JUGA YA 🙏🤗


__ADS_2