
"Kau terlambat Olivia, sekarang sudah pukul dua siang. Waktu makan ku sudah telat. Kau harus bertanggung jawab. Aku akan memberikan kan mu hukuman... !".
Olivia melotot kan ke dua bola matanya.
"Apa maksud mu, aku tadi sedang sibuk pekerjaan ku banyak. Ingat Mark aku tidak suka dengan pemaksaan", ketus Olivia.
"Aku tidak memaksa mu, buktinya kau datang sendiri ke sini", jawab Mark sambil beranjak menghampiri Olivia.
"Kau itu suka sekali memanipulasi keadaan. Tapi ingat, itu tidak berlaku untuk ku", balas Olivia dengan mengebu-gebu.
Mark menarik kuat pinggang Olivia merapat ke tubuhnya. Gadis itu tidak siap, karena masih sibuk menggerutu sehingga tidak menyadari Mark sudah ada di dekatnya.
"Aku suka melihat mu begini Oliv, kau gadis yang sangat bersemangat", ucap Mark menarik tekuk Olivia dan melahap dengan kuat mulut gadis itu.
"Eh..Hmm... Le-lepaskan..", Olivia memberontak bahkan tangannya hendak mendorong kuat tubuh Mark menjauh dari tubuhnya.
Dengan sigap Mark Rufaro menangkap kedua tangan itu. Bahkan ia mendorong Olivia hingga ke belakang pintu ruangan kerja nya. Mark membawa ke dua tangan Olivia keatas kepala gadis itu bahkan merapatkan nya ke pintu.
Dengan kasar Mark mencium bibir Olivia. Ciuman yang menuntut, ia berusaha menerobos masuk memaksa Olivia membuka mulutnya.
Sekuat tenaga Olivia mengunci bibirnya, saat ini perasaan nya masih di kuasai kekesalan pada Mark.
Sementara Mark melancarkan aksinya semakin jauh memaksa. Melihat perlawanan Olivia dan penolakan nya membuatnya semakin tertantang. Mark sekilas menghentikan aktivitas nya. Ia menatap lekat wajah cantik Olivia.
"Mark, tolong lepaskan aku", ucap Olivia dengan lirih dan tatapan memohon.
"Kau tahu Oliv, tidak pernah ada seorang wanita pun melawanku. Kau sangat berbeda dari mereka. Aku akan memberi tahu mu siapa pemimpin nya sekarang", balas Mark sambil menatap kedua hazel Olivia yang menatapnya dengan tatapan sayu.
Seakan terhipnotis dengan tatapan itu. Mark kembali mencium bibir Olivia, kali ini menciumnya dengan sangat lembut dan penuh perasaan.
Ciuman yang sangat mempengaruhi akal sehat Olivia, ia membuka mulutnya dan memejamkan mata nya. Menerima dan meresapi semua sentuhan Mark Rufaro saat ini.
__ADS_1
Bahkan laki-laki itu melepaskan kedua tangan Olivia begitu merasakan gadis itu menerimanya. Mark membingkai wajah Olivia dengan kedua tangannya sementara Olivia mencengkram kuat pergelangan tangan Mark.
Mark memperdalam ciumannya, hingga menjelajahi rongga mulut terdalam milik Olivia. Ciuman panjang...Mark membuat tubuh Olivia bergetar hebat menahan gairah yang sudah menguasai pikiran nya.
Bahkan ia membalas semuanya, Olivia bahkan melupakan kekesalan beberapa saat yang lalu.
Mark mendorong lembut tubuh Olivia, hingga terlentang di atas sofa. Tanpa melepaskan pangutan bibirnya, Mark mengungkung tubuh Olivia dibawah tubuh atletis nya.
"Ahhh Mark... Olivia merasakan remasan lembut di dadanya.
Entahlah sejak kapan kancing kemeja yang dipakai nya sudah terlepas, bahkan tangan laki-laki itu sudah menelusup masuk mengusap lembut puncaknya.
"Ohh Oliv...
"Hm, Mark...
"Hmm...", terdengar lenguhan tanpa menghentikan kecupannya di leher hingga dada Olivia.
Kriuk kriuk..
Terdengar bunyi dari perut Olivia.
Mark seketika menghentikan aktivitas nya, ke dua netranya menatap lembut mata indah Olivia yang juga menatapnya dengan intens.
Mark mendudukkan tubuhnya, semetara tangan kanannya masih mengungkung kedua paha Olivia. Dan tangan kirinya mengusap lembut wajah Olivia yang tampak merah merona.
Olivia masih terlentang dengan dada putih mulus yang masih terekspos dihadapan Mark Rufaro.
Entah sudah seperti apa penampilan Olivia, ia tidak tahu lagi. Sesaat ia menggerutu pada dirinya sendiri, tetapi tubuhnya berkata lain. Tubuhnya sangat menikmati setiap sentuhan Mark.
Mark memasang kancing-kancing pakaian Olivia, dan membantu gadis itu untuk duduk.
__ADS_1
"Sekarang kita makan. Apa kau mau makanan yang masih panas ? aku bisa meminta Daniella membawa kan kita makanan yang baru", ucap Mark sambil menatap lembut Olivia.
"Tidak usah, cukup yang ini saja. Perut ku sudah sangat lapar", jawab Olivia sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Jantung Olivia masih berdebar kencang antara rasa lapar, malu dan ia berusaha menenangkan dirinya menahan gairah yang membuncah.
Olivia makan dengan lahap. Mark tersenyum melihatnya. Beberapa kali tangannya mengusap lembut wajah Olivia bahkan membersihkan ujung bibir Olivia dari saos makanan yang melekat.
Dengan menarik nafas dalam-dalam Olivia menahan gelanyar yang timbul ditubuhnya akibat sentuhan lembut Mark beberapa saat yang lalu. Ia bahkan makan terlalu cepat untuk mengatasi rasa gugupnya dan mengalihkan perhatian.
Mark mengetahui Olivia sangat gugup. Ia tersenyum melihat gadis itu salah tingkah tidak karuan. "Kau harus tahu kodrat mu Olivia, sekuat apa pun dirimu kau tetaplah wanita yang membutuhkan perlindungan seorang pria", batin Mark.
...***...
MASIH MAU LANJUT NGAK NIH ?
.
LIKE KOMEN DAN VOTE YA KAKAK KESAYANGAN AUTHOR. KASIH BUNGA OR KOPI DONG 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going...
__ADS_1