AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
EKTRA PART MARK DAN OLIVIA


__ADS_3

Sebulan telah berlalu..


Pagi hari di perkebunan Merciel..


Huekkk huekkk..


"Ahh perut ku kenapa terasa sangat mual sekali, kepala ku pusing", gumam Olivia sambil memejamkan kedua matanya sambil menekan perut dan bersandar di dinding kamar mandi.


"Ahh, rasa mual ini kembali datang huekkk huekkk.."


Ceklek..


"Oliv ada apa ? Apa kau sakit ?", ujar Mark dengan panik. "Wajah mu sangat pucat".


Huekkk huekkk..


Olivia kembali ingin muntah namun tidak ada yang keluar.


"Kepalaku sakit dan perut ku mual sekali".


"Ayo, sebaiknya kau rebahan aku akan memanggil dokter agar memeriksa keadaan mu", ujar Mark sambil mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya dengan pelan ke tempat tidur berukuran king size milik mereka.


Mark segera menghubungi Peter asistennya agar memanggil dokter untuk memeriksa Olivia. Keadaan Olivia benar-benar membuatnya kuatir. Istrinya itu selama menikah dengannya tidak pernah sakit sekali pun. Ia selalu energik bahkan tak mengenal lelah. Kadang kalah Olivia membuat Mark kesal karena terlalu kuat untuk ukuran perempuan.


Namun saat bertarung di tempat tidur, Olivia tidak bisa berbuat apa-apa. Tetaplah Mark sebagai pemenangnya. Pemain cinta sejati. Bahkan Mark setiap saat menggoda tubuh Olivia, membuainya agar mengikuti permainan Mark dan berakhir ditempat tidur dengan jeritan-jeritan lirih Olivia memenuhi kamar tidur mewah mereka.


Tok tok tok


Masuk..


"Tuan, dokter sudah datang", ucap salah satu pelayan di perkebunan Merciel.


"Antarkan masuk ke mari", perintah Mark.

__ADS_1


Nampak pelayan menganggukkan kepalanya dan berlalu. Tak lama berselang ia kembali bersama seorang dokter pria yang sudah di hubungi asistennya.


"Periksa istriku ia sakit kepala dan mual-mual", ucap Mark sambil menatap lekat kearah tempat tidur dimana Olivia merebahkan tubuhnya sambil sesekali merintih memijat pelipisnya.


Mark mendekati nya "honey... dokter akan memeriksa mu, kau tenanglah hem".


Beberapa kemudian, nampak wajah dokter tersenyum. "Istri anda hamil. Perkiraan saya usia kehamilannya sudah enam minggu", ucap dokter.


"A-pa maksud dokter a-ku akan segera memiliki anak ?".


"Iya tuan, untuk lebih memastikan sebaiknya tuan langsung perikanan istri tuan ke dokter kandungan. Saat ini saya memberikan vitamin penguat", ucap dokter sambil pamit pulang.


Setelah dokter pulang..


"Oh my God, aku akan segera memiliki anak. Kau dengar itu sayang, ayo sekarang kita kerumah sakit", ucap Mark sambil memeluk tubuh Olivia dan me*umat bibir ranum Olivia yang selalu menjadi candu Mark Rufaro.


"Ahh, Mark ...sekarang aku masih tidak enak badan, mual dan kepalaku sakit. Tunggulah sebentar lagi setelah obat yang di berikan dokter bekerja baru kita ke rumah sakit".


"Kau ini semakin mbuat kepalaku sakit saja. Aku pasti tetap kuat walaupun sedang mengandung. Pasti masih sanggup bekerja..


"Tidak akan aku biarkan kau bekerja mengurusi anggur-anggur itu lagi, mengertilah Oliv. Aku tidak mau ada apa-apa dengan anak ku dan kau juga", ketus Mark menatap tajam istrinya yang nampak memijat keningnya.


"Lihatlah sekarang saja kau sakit kan. Berhentilah mendebat ku. Kalau aku katakan tidak artinya tidak".


"Iya...tapi berhenti lah berbicara kepalaku semakin pusing saja".


"Ayo kita ke kota sekarang..


*


"Selamat siang tuan Mark Rufaro. Dokter Asencio sudah memberi tahu kedatangan tuan", ucap dokter kandungan dengan ramah.


"Hm...istriku tadi pagi mual-mual dan kepalanya sakit".

__ADS_1


Dokter tersenyum dan menganggukkan kepalanya "baik.. sekarang mari kita periksa dulu, silahkan nona".


Seorang perawat membantu Olivia rebahan di tempat tidur pasien. Dokter memeriksa dengan teliti dan mendetail kondisi Olivia.


Senyuman terlukis di wajah dokter "Diagnosa dokter Daniel benar, nona hamil enam minggu. Sekarang detak jantung janin anda sudah bisa di dengar dengan jelas", ucap dokter.


Terdengar suara detak jantung yang sudah sangat jelas dari alat yang tersambung ke monitor.


Olivia spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tak berbeda jauh dengan Mark yang tercekat saat pertama mendengar jantung calon anak mereka.


"Kondisi janin baik, namun sepertinya nona mengalami morning sickness. Selagi masih wajar itu tidak membahayakan kesehatan nona dan janin. Namun jika terus terjadi morning sickness yang parah menimbulkan nona tidak bisa makan sebaiknya segera datang kemari. Atau bisa hubungi saya agar saya bisa segera memeriksa nona", ucap dokter tersenyum.


Setelah di dalam mobil..


Olivia merebahkan tubuhnya bersandar pada dada Mark sementara Mark sudah menutup sekat pembatas mobil.


"Aku akan menjadi seorang ayah, hahaaa. Oh sayang aku sangat bahagia mengetahui kau akan memberi ku seorang anak", ucap Mark sambil mencium lembut bibir Olivia.


"Jangan pernah membantah aku lagi, hem. Sekarang kau benar-benar hamil jadi keputusan ku tidak bisa di ganggu gugat kau harus cuti dari pekerjaan mu di perkebunan Chalons dan Merciel, oke".


Olivia menganggukkan kepalanya, "Iya Mark aku akan menuruti mu", jawab Olivia sambil membalas ciuman lembut suaminya.


"HM...good wife, I love you honey. Hai...kau harus sehat-sehat di dalam sini ya, tiba waktunya kita akan bertemu I love you", ucap Mark mengusap lembut perut Olivia yang masih terlihat datar.


...**...


HAI, EXTRA PART DULU YA. KARENA MASIH SIBUK DI PEKERJAAN DUNIA NYATA JADI BELUM SEMPAT BIKIN SEKUEL AMS... SEMOGA SUKA 🙏


YUK BACA JUGA KARYA EMILY :


* MENJADI YANG KEDUA


* PENGANTIN PENGGANTI

__ADS_1


__ADS_2