
*ALEJANDRO MATHIAS RODRIGUE**Z*
ALEJANDRO MATHIAS RODRIGUEZ
ALEJANDRO MATHIAS RODRIGUEZ
SCARLETT DAMIAN
SCARLETT DAMIAN
SCARLETT DAMIAN
SAMUEL
DANTE
CAROLINE
***
"Permisi tuan Alejandro, diluar ada tuan Antoine yang ingin bertemu dengan anda".
Alejandro yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya diruang kerja di pabrik, menatap Samuel.
Ia nampak berpikir sejenak, "Biar kan dia masuk Sam", perintah nya.
Samuel mengangguk kan kepalanya dengan hormat dan membuka kan pintu dengan lebar mempersilahkan tamu yang berkunjung masuk keruangan itu.
Dengan wajah angkuhnya Antoine yang belum dipersilahkan untuk duduk sudah menarik kursi dihadapan Alejandro.
"Senang berjumpa lagi dengan mu anak muda"
"Sudah berapa Minggu aku menunggu jawaban mu tentang perkebunan ini, apa kau sudah memutuskan nya untuk menjualnya pada ku ?"
Alejandro menaruh pena yang ada di tangan nya diatas lembaran berkas yang sedang ditandatangani nya.
Alejandro menarik nafas panjang..
"Aku tidak akan pernah menjual perkebunan Chalons, tuan ", ucap Alejandro dengan nada yang sangat tegas dan pasti.
Mendengar jawaban Alejandro, membuat Antoine menatap nya dengan tajam dan menghunuskan permusuhan.
"Kenapa kau merubah keputusan mu anak muda ", tanya Antoine yang terlihat menahan emosinya.
"Tidak ada yang merubah apa pun. Perlu anda tau tuan dari awal aku tidak pernah berniat untuk menjual perkebunan ku".
Antoine memberikan tepuk tangannya sambil tertawa menggelar.
__ADS_1
"Hebat...hebat, ternyata kau pemuda yang berani", ketus Antoine sambil menatap tajam Alejandro yang tidak perduli pada nya .
"Kalau tidak ada lagi yang akan kau bicarakan sebaiknya anda keluar dari ruangan ku, aku masih banyak pekerjaan", balas Alejandro dengan nada tegas.
"Baiklah aku pergi, kita akan segera bertemu lagi anak muda !" jawab Antoine dengan nada yang menyiratkan dendam dan menabuh genderang permusuhan.
Setelah Antoine pergi dari hadapannya, Alejandro menyandarkan punggungnya di kursi kerja. Sejenak memejamkan matanya.
"Perkebunan Chalons tidak akan pernah aku lepas. Diperkebunan ini lah hidup dan mati ku", batin Alejandro.
.
Scarlett yang sedang berjalan bersama asisten nya tiba-tiba berhenti. Saat dihadapannya berdiri laki-laki yang paling dibencinya seumur hidup.
"Lihat siapa ini, nyonya muda yang terhormat", sapa Antoine mengejek Scarlett.
"Aku tidak ada urusan dengan mu Antoine, pergilah dari hadapan ku sekarang ", hardik Scarlett.
"Hahahaha, ternyata kau sudah bernyali juga ****** !"
"Setelah dengan ayahnya sekarang kau dengan anaknya...kau benar-benar ****** murahan ", hardik Antoine sambil mencengkram wajah Scarlett.
"A-pa yang kau lakukan tuan, lepaskan nona Scarlett ". Asisten Scarlett menarik paksa tangan Antoine yang mencengkram rahang Scarlett .
Antoine mendorong kuat tubuh asisten Scarlett, hingga ia terhuyung ke belakang.
Beberapa pekerja yang melihat, berlarian mendekati mereka.
"Kalian jangan ikut campur", bentak Antoine dengan nada ancaman.
"Karena kau, pemuda itu tidak melepaskan perkebunan ini, ******..
"Lepaskan tangan mu dari istri ku", geram Alejandro dengan murka.
"Oohh...Lihatlah siapa yang melindungi ****** ini, ternyata anak tirinya", balas Antoine.
"Samuel, usir bedebah ini dari hadapan ku, jangan biarkan ia memasuki Chalons untuk kepentingan apa pun", perintah Alejandro dengan tegas.
Alejandro menarik tangan Scarlett pergi meninggalkan Antoine.
"Aku akan menghancurkan mu Alejandro Mathias, kau ingat itu !!!...akan kubuat hidup mu secepatnya berada di neraka ", teriak Antoine dengan murka dan amarah yang menggebu-gebu sampai Alejandro dan Scarlett masuk kedalam pabrik.
Alejandro tidak menggubris ucapan Antoine tersebut, ia membawa Scarlett ke ruangan kerjanya dan mendudukkan tubuh Scarlett di sofa.
Wajah Scarlett memucat dengan mata berkaca-kaca. Rahangnya memerah akibat cengkraman kuat tangan Antoine. Tubuhnya gemetaran.
Dengan berjongkok dihadapan Scarlett, Alejandro memeluk nya.
"Tenang lah Scarlett, ada aku..."
"Aku akan selalu menjaga dan melindungi mu, Scarlett", bisik Alejandro .
Dekapan hangat Alejandro membuat Scarlett sedikit tenang.
Sementara Alejandro menahan emosinya, tangannya terkepal.
Ia tidak menyangka begitu berbahaya nya laki-laki tua bernama Antoine Conte.
Tentu saja Alejandro tidak akan membiarkan laki-laki itu berbuat sesuka hatinya apa lagi sampai melukai orang yang disayanginya.
.
Setelah mengantar kan Scarlett pulang ke rumah dan memintanya untuk istirahat, Alejandro kembali ke kantornya.
Ia memanggil Samuel dan Dante keruangan nya.
__ADS_1
"Ketatkan penjagaan perkebunan Chalons, jangan biarkan Antoine dan orang-orangnya mendekati perkebunan ku", ucap Alejandro memberikan perintah kepada Samuel dan Dante.
"Tambah orang-orang mu Dante, tempat kan di penjuru perkebunan. Aku tidak mau satu orang pun yang bekerja dengan ku terluka oleh bajingan itu maupun orang-orang nya.
"Baik tuan, saya akan melaksanakan perintah anda tuan Alejandro", jawab Dante dengan tegas. Laki-laki berambut panjang itu terkenal dengan ketegasan nya dan juga sangat setia pada majikannya.
Dante salah satu orang kepercayaan Mathias. Ia di didik dengan baik oleh Mathias. Bahkan ia menguasai berbagai ilmu bela diri. Membuat ia di segani oleh para pekerja lainnya.
Alejandro pun hanya melanjutkan hal yang dinilainya baik dari ayahnya. Tidak ada satu orang kepercayaan ayahnya yang ganti Alejandro. Itu tandanya ia menganggap pilihan Mathias sudah sangat tetap dan cocok untuk bekerjasama dengan nya .
.
Scarlett berusaha memejamkan matanya. Setelah mengalami hari yang tidak mengenakkan yang dilakukan Antoine .
Beruntung Alejandro datang tepat waktu.
Scarlett tidak tau sampai kapan ia tidak aman seperti sekarang. Selama masih ada Antoine laki-laki itu akan selalu menjadi ancaman untuk hidupnya.
.
Hari sudah menjelang sore, ketika Alejandro dan Samuel hendak pulang ke rumah .
Dante tergesa menerobos masuk ke ruang kerja Alejandro. Nafasnya masih menderu,
"Maaf tuan, pagar ujung perkebunan dirusak orang tak di kenal.
Orang-orang kita berhasil menangkap salah satu pelaku. Saat ini orang kita sudah menempatkan nya itu di gudang dekat istal.
"Kita ke sana..."
Dengan langkah cepat Alejandro, Samuel dan Dante beriringan menuju gudang .
Nampak sudah ada orang-orang nya yang berjaga-jaga didepan gudang. Alejandro berjalan mendekati pemuda yang sudah terikat tangannya.
Dengan tatapan tajam, dan rahang mengeras Alejandro menelisik pemuda dihadapan nya.
"Siapa yang memerintahkan mu, hah?" tanya Alejandro dengan suara meninggi.
"Sa-ya hanya suruhan, saya tidak pernah diberi tahu siapa yang menyewa kami. Orang-orang itu membayar kami TU-tuan".
"Siapa atasan mu, hahh ?" teriak Alejandro dengan suara semakin meninggi.
"Sa-ya sering memanggil nya Diego..."
Alejandro berpikir sejenak.
Ia memanggil Dante mendekat padanya.
"Lepaskan, suruh orang kita mengikuti nya", perintah Alejandro .
"Baik, tuan...
Dante meminta orangnya melepaskan ikatan tangan pemuda itu.
.
"Aku yakin ini ulah Antoine, Sam", geram Alejandro.
"Iya tuan, saya pun menduga begitu. Karena selama ini hanya tuan Antoine lah yang berambisi merebut perkebunan Chalons dari tuan Mathias".
"Laki-laki itu benar-benar berbahaya", pantas saja ayah ku melindungi Scarlett dari nya.
...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
__ADS_1