
Keesokan paginya...
Scarlett terbangun dalam dekapan Alejandro. Sinar matahari pagi menyinari bumi.
Saat ke duanya membuka mata dan beradu pandang.
"kau sudah bangun ?"
"Iya Ale..."
Scarlett mendudukkan tubuhnya dan mengambil iPad yang ada di nakas sebelahnya. Ia membaca email yang dikirim oleh Albert asisten nya.
"Apa email yang begitu penting sampai kau membalasnya pagi-pagi begini ?", tanya Alejandro sambil memeluk perut rata Scarlett dan menyandarkan kepalanya pada pangkuan Scarlett.
"Email dari Albert, ia mengirim email berkas-berkas penting yang harus aku lihat. Albert hari ini masih berada di kota Marseille, menghadiri pemakaman ayahnya", ucap Scarlett dengan mata masih fokus pada layar iPad-nya.
"Scarlett seperti nya kau harus memiliki seorang asisten lagi, jadi kalau Albert tidak bersama mu kau ada yang mendampingi".
"Masih ada orang ku yang lain juga Ale, aku tidak sendirian. Orang-orang ku adalah lulusan terbaik di bidang agrobisnis dan agribisnis, kau tidak perlu kuatir", jawab Scarlett tersenyum.
"Scarlett, apa kita buka sekarang saja amplop dari ayah ku yang diberikan paman Anesto semalam ?", tanya Alejandro yang masih merebahkan kepalanya pada paha Scarlett. Sambil menatap lekat wajah Scarlett dari tempatnya.
Scarlett menghentikan tangannya yang saat ini mengetik membalas email yang sudah masuk untuk nya.
"Menurut ku kita memang harus melihat nya, Ale siapa tahu itu hal penting. Apa lagi tuan Mathias meminta tuan Anesto memberikan nya kepada mu setelah ia tiada", jawab Scarlett.
Huhh..."Alejandro menarik nafas panjang.
"Iya kau benar", ucap Alejandro sambil beranjak dari tempatnya. Ia membuka laci nakas dan mengambil amplop coklat yang diterima nya dari Anesto semalam.
Ia menatap lekat amplop yang sudah dipegangnya.
Scarlett duduk disamping Alejandro yang menyandarkan kan punggungnya disandaran tempat tidur. Scarlett memeluk lengan Alejandro.
"Alejandro, bukalah ! Sekarang ataupun nanti kau pasti membuka nya", ucap Scarlett pelan.
"Hmm...
__ADS_1
Alejandro menarik nafas dalam-dalam tangannya pelan-pelan merobek amplop berwarna coklat yang ia pegang dari tadi.
Netra coklat terang milik nya menatap kedua bola mata bening Scarlett. Scarlett membalas tatapan lembut itu. Dan menggenggam tangan Alejandro untuk memberikan ketenangan pada laki-laki itu agar kuat melihat apa diberikan ayahnya.
Alejandro sejenak memejamkan kedua matanya, menarik nafas panjang. Dan melihat ke dalam amplop yang terdapat tiga lembar surat tulisan tangan ayahnya .
Dengan fokus Alejandro membaca lembar demi lembar surat itu. Saat membaca lembaran ke tiga, raut wajah Alejandro berubah dratis. Rahang nya mengeras sementara kepalanya ia menatap langit-langit kamar. Ia mengusap wajahnya dengan ke dua tangan.
"Alejandro, ada apa", tanya Scarlett pelan.
Alejandro menatap Scarlett dan memberikan kertas yang ada ditangannya. "Baca lah !", jawab Alejandro.
Scarlett mengambil kertas itu dan membacanya. Ia tampak mengeryitkan alisnya.
"Alejandro, tuan Mathias dan ayah ku menjodohkan kita ?"
"Iya Scarlett itu yang ayah tulis", jawab Alejandro.
Ayah ku belum sempat menyampaikan semuanya kepada ku saat aku meninggalkan perkebunan ini, karena pada saat itu aku begitu marah padanya.
Sementara pada saat dulu Alejandro pergi usianya masih sembilan belas tahun, sementara Scarlett baru menginjak tujuh belas tahun.
Tidak pernah terpikirkan oleh Alejandro, bahwa ayah menikahi Scarlett selain untuk melindungi nya dari Antoine juga mempersiapkan Scarlett agar menjadi istri Alejandro kelak.
Tapi dahulu Alejandro kekeuh tidak mau mendengar semua alasannya yang akan disampaikan oleh ayahnya Mathias. Bahkan ia meninggalkan perkebunan dalam keadaan emosi yang membuncah di hatinya, ia pergi begitu saja tidak pamit pada siapapun.
Di surat yang ditulis Mathias, ia menjelaskan bagaimana persahabatan antara dirinya dengan Damian ayah Scarlett. Sebelum Damian pergi untuk selamanya ia menitipkan Scarlett putri tunggalnya yang tidak memiliki siapa pun lagi. Sambil menunggu usia Alejandro dan Scarlett menginjak usia dewasa Mathias mengambil keputusan penting yaitu menikahi Scarlett sebagai status nya saja demi melindungi ia dari kejahatan Antoine yang ingin menikahi Scarlett secara paksa.
"Alejandro...", ucap Scarlett lirih dengan mata berkaca-kaca menatap kedua manik coklat terang milik Alejandro.
"Scarlett, aku tidak tahu bahwa ayah ku dan ayah mu memiliki kesepakatan seperti ini sebelumnya. Bahkan dulu disaat ayah akan memberikan penjelasan, aku tidak mau mendengarkan nya", jawab Alejandro sambil membalas tatapan lembut kedua netra bening Scarlett.
"Sejujurnya sejak pertama melihat mu, aku sudah bingung dengan perasaanku Scarlett. Mulut ku mengatakan membenci mu tetapi tidak dengan hati ku. Apalagi saat aku menatap kedua matamu", bisik Alejandro didepan bibir Scarlett.
"Aku mencintaimu Scarlett", bisik Alejandro.
"Ale...",
__ADS_1
Dengan mata berkaca-kaca Scarlett menatap lembut wajah Alejandro yang hanya beberapa inci dari wajah nya. Seakan tidak percaya mendengar Alejandro menyatakan perasaannya saat ini.
"Alejandro...aku juga mencintaimu ", jawab Scarlett pelan nyaris tidak terdengar.
"Semenjak kita menikah aku selalu terbawa suasana kala bersama mu. Aku sudah jatuh cinta padamu sejak pernikahan kita Ale bahkan aku selalu berharap pernikahan ku dengan mu untuk selamanya Alejandro", suara Scarlett terdengar bergetar.
Alejandro mencium lembut bibir Scarlett, sementara Scarlett memeluk tubuh atletis nya.
"Ahh Scarlett, saat pertama melihat mu wajah mu selalu ada dalam pikiran ku. Tapi selalu saja ada perasaan yang mengganjal dihati ku karena kau menikah dengan ayah ku. Hingga beberapa waktu sebelum aku membaca surat ini ", bisik Alejandro.
"Aku ingin pernikahan yang kita bina menjadi benar-benar Scarlett, aku ingin menghabiskan waktu ku bersama mu memiliki anak dari mu dan kita menua bersama", ucap Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett.
Buliran bening menetes dari pelupuk mata Scarlett, ia sangat bersyukur memiliki suami seperti Alejandro yang menginginkannya sepenuh hati. Hidup berat yang di alami Scarlett saat kecil hingga remaja begitu membuatnya diliputi perasaan takut. Tetapi semenjak ia tinggal di perkebunan Chalons ia merasakan kenyamanan. Tuan Mathias menjadi pengganti ayahnya Damian melindungi dan menjaga nya.
Pun saat menikah dengan Alejandro, laki-laki itu selalu berlaku lembut kepadanya.
"Aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungi mu, sayang. Kau tidak perlu takut menghadapi masa depan mu, aku akan selalu berada disamping mu", ucap Alejandro memeluk tubuh Scarlett.
"Scarlett hari ini mari kita mengunjungi makam ayah ku dan ayah mu, aku belum pernah berkenalan dengan ayah mu. Sementara sejak ayah ku meninggal kita belum pernah kemakan nya".
"Iya Ale", jawab Scarlett
"Sebaiknya kita pergi pagi ini karena kemungkinan siang, Javier akan berkunjung ke Chalons", ucap Alejandro
Scarlett mengangguk kan kepalanya "iya Ale, aku akan bersiap-siap", jawab Scarlett.
...***...
LIKE DAN VOTE YA, BANTU KARYA INI VIEWER NYA MENINGKAT 🙏🤗
.
BAGI YANG TIDAK SUKA MENUNGGU LAMA CERITA YANG STATUSNYA MASIH ON-GOING, SILAHKAN BACA NOVEL AUTHOR YANG LAIN.
"PENGANTIN PENGGANTI"
(tamat) 🙏🤗
__ADS_1