
Fajar telah menyingsing, Scarlett dan Alejandro telah memakai pakaian masing-masing. Alejandro memakai pakaian yang baru yang tersedia di pondok. Sementara Scarlett memakai kemeja Alejandro yang ada di pondok.
Kemeja itu begitu kebesaran di tubuhnya, hingga nampak seperti dress saat melekat di tubuh Scarlett. Scarlett berdiri di jendela bagian belakang pondok. Sambil menyeruput espresso instan yang baru saja di buat nya. Dan ada beberapa jenis cracker di atas meja kecil didekat jendela.
Alejandro bilang ia beberapa hari yang lalu beristirahat di pondok, dan paul membawakan beberapa jenis biskuit yang Alejandro sukai.
Nampak hamparan pohon anggur dan danau dengan riak air sisa hujan .
Sementara Scarlett menggelung rambutnya secara acak diatas kepalanya.
Ia nampak seksi sekali, beberapa kali Alejandro menarik nafas ia tidak bisa mengontrol dirinya saat melihat pemandangan indah didepan matanya.
Alejandro memeluk tubuh Scarlett dan mencium leher yang begitu menggoda itu.
"Kau sangat seksi, Scarlett", bisiknya ditelinga SCARLETT.
"Ale, apakah lain kali aku boleh datang lagi ke pondok mu ini ?", ujar Scarlett bertanya dan meminta izin pada Alejandro. Karena ia sangat tahu ayah Alejandro sangat melarang siapapun memasuki pekarangan pondok.
"Apa kau suka di sini, hem ?"
Scarlett mengangguk kan kepalanya,
"Iya, disini sangat indah dang tenang", jawab Scarlett.
Alejandro menarik lembut dagu Scarlett yang berdiri di depannya. Ia mencium bibir Scarlett. Sementara tangan sebelah kiri memeluk pinggang Scarlett.
"Kau boleh kemari sesuka hati mu, Scarlett ", jawab Alejandro sambil mengusap dengan lembut bibir Scarlett.
"Hm, benar kah Ale ?", ucap Scarlett tersenyum bahagia .
Alejandro memijit ujung hidung Scarlett dengan gemas. Scarlett sangat cantik saat tersenyum bahagia.
"Aku senang melihat mu tersenyum bahagia, Scarlett ", bisik Alejandro sambil menyandarkan dagunya ke bahu Scarlett.
*
Nona Scarlett maaf mengganggu anda, pupuk yang ku pesan sudah datang", ucap Albert asisten Scarlett .
Saat ini Scarlett berada di dalam ruangan kerja dikantor nya. Kantor yang berisi orang-orang lulusan terbaik di bidang pertanian.
Kantor mereka cukup jauh dari kantor Alejandro yang letaknya searah dengan pabrik. Sementara pabrik wine berdiri di wilayah perkebunan paling belakang.
Scarlett melihat beberapa orang nya telah membongkar muat pupuk untuk bibit anggur merah.
Setelah selesai melakukan bongkar muat, Scarlett nampak sedang berbicara dengan Albert.
"Besok pagi saja, mulai penaburan pupuk-pupuk obat itu, Albert. Sekarang sudah terlalu sore", ucap Scarlett.
__ADS_1
"Iya nona, sekarang saya akan berkoordinasi dengan team supaya besok pagi bisa langsung bekerja sesuai instruksi nona", jawab Albert.
"Baiklah, kau boleh melanjutkan pekerjaan mu Albert.
Albert mengangguk kan kepalanya, ", saya permisi nona".
Setelah Albert berlalu, Scarlett masih berdiam diri di tempat tumpukan karung pupuk organik yang baru saja dikirim dari pemasok yang biasa ia pesan.
Semenjak menikah, Alejandro melarang Scarlett yang pergi membeli langsung ke pemasok. Berulang kali Alejandro mengatakan tidak mau terjadi apa-apa dengan Scarlett jika ia yang pergi.
Akhirnya tugas yang selama ini Scarlett lakukan di ambil alih asisten nya Albert.
.
Scarlett hendak ke kembali ke hacienda saat melihat seorang pria yang dikenalnya dengan baik turun dari mobil mewah nya.
Kedatangan disambut Alejandro. Keduanya tampak berpelukan dengan akrab. Dan berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
"DIDIER ?"
Keduanya tidak menyadari kehadiran Scarlett.
Didier, bukan orang asing di perkebunan Chalons. Ia sudah dianggap anak oleh tuan Mathias. Sebelum ia pindah ke Italia Laki-laki itu sering mengunjungi tuan Mathias.
Tapi Scarlett tidak tahu bahwa Alejandro juga mengenal Didier. Terlihat dari gesture tubuh ke dua pria itu tadi, begitu akrabnya.
.
Scarlett mengangguk kan kepalanya, "iya levia. Sekarang aku mau naik ke kamar".
"Apa ada yang nona inginkan makanan atau minuman ?"
"Tidak usah Levia, nanti aku turun saja untuk makan malam", jawab Scarlett .
"Baik nona, sekarang saya permisi ke pantry menyiapkan makan malam ", ucap Levia
"Silahkan Levia", Scarlett menaiki tangga lengkung ke lantai atas.
*
Tok tok tokk
"Masuk..."
Levia membuka handle pintu kamar Scarlett.
"Nona, tuan Alejandro menunggu anda di meja makan", ujar Levia.
__ADS_1
"Iya Levia, aku segera turun ", jawab Scarlett
Tak lama setelah itu Scarlett turun kebawah, terlihat Alejandro sedang bercakap-cakap dengan Didier dimeja makan.
Alejandro melihat kedatangan Scarlett. "Didier, tadi aku sudah berjanji pada mu akan mengenalkan istriku", ucap Alejandro sambil melihat Scarlett.
Didier melihat ke arah tatapan Alejandro. Ia tampak terkejut melihat siapa yang dimaksud Alejandro sebagai istrinya.
"Scarlett ?", gumam Didier pelan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Apa kau mengenal istri ku, Didier ?", selidik Alejandro dengan tatapan menajam.
"Tentu saja aku mengenalnya, Ale. Scarlett istri tuan Mathias ayahmu. Setelah kepergian kau ke London aku rutin mengunjungi ayah mu Alejandro. Tentu saja aku juga mengenal Scarlett", jawab Didier menjelaskan pada sahabat nya itu .
Sementara Scarlett tak bergeming ia hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Alejandro menatapnya sekilas dengan tatapan tajam.
"Aku lapar, sekarang kita makan", ucap Alejandro sedikit ketus.
Saat makan beberapa kali Alejandro mendapati Didier menatap Scarlett yang duduk di di samping Alejandro.
"Apa kabarmu Scarlett ?"
Scarlett menatap Didier "Aku baik Didier, bagaimana bisnis mu di Italia ?" tanya Scarlett
"Kau tau Didier tinggal di Italia, Scarlett ?"
Scarlett mengangguk kan kepalanya pelan.
"Bisnis ku berjalan baik disana", jawab Didier
"Berapa lama kau berada disini Didier ?"
"Seperti nya cukup lama, teman ...", jawab Didier
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
BIAR AUTHOR SEMANGAT NIH UPDATE NYA 🤗
...***...
NOVEL AUTHOR LAINNYA
"PENGANTIN PENGGANTI"
(tamat)
__ADS_1