AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
MEMINTA BANTUAN ALEJANDRO


__ADS_3

"Kita harus bicara Alejandro... Sekarang juga...!!", ucap Mark dengan wajah serius dan tegas sambil melangkahkan kakinya keluar rumah.


Alejandro tak bergeming sedikitpun,


"Ada apa dengan laki-laki itu", batinnya.


Tampak dari kejauhan Mark berkacak pinggang dan sesekali memijat pelipisnya. Tak selang berapa lama ia memukul kap mobil mewahnya. Semua itu tak luput dari perhatian Alejandro.


"Ada apa dengan Mark Rufaro ?", gumamnya dengan aneh melihat tingkah laki-laki itu.


Tapi akhirnya Alejandro memutuskan menghampiri Mark yang berada di luar rumah. Ia penasaran juga apa yang ingin di bicarakan oleh Mark kepada nya.


Alejandro mendekati Mark yang saat ini tampak serius dan gusar.


"Ada apa Mark, apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ", tanya Alejandro sambil memasukkan ke dua tangan nya ke dalam saku sisi celana pantalon yang dipakainya.


Huhh..


Masih dengan wajah dingin Mark menarik nafas dalam-dalam.


"Aku tanya kau sekali lagi, Ini rumah siapa Alejandro. Siapa pemilik rumah ini ?", tanya Mark serius.


"Kenapa kau sangat ingin mengetahui nya Mark ? ada apa, katakan dulu alasannya pada ku !", jawab Alejandro dengan tegas.


Mark mengeluarkan dompetnya dari saku celananya, dan mengambil foto yang selalu di bawa nya di dalam dompet.


"Aku sudah lama mencari laki-laki yang ada di foto ini Alejandro, lihatlah foto yang ada di rumah itu sudah di gunting. Foto utuhnya seperti yang ada pada ku", ucap Mark memperlihatkan dua foto yang sama tetapi yang satunya sudah terpotong.


Alejandro mengambil foto di tangan Mark dan melihat nya dengan jeli. Ia masih belum mengerti maksud Mark memperlihatkan ke-dua foto itu.


"Wanita yang ada di foto itu ada lah ibu kandung ku. Sementara pria yang ada di foto itu dulu nya sempat menikah dengan ibu ku. Namanya Damian", ucap Mark dengan suara tegas.

__ADS_1


Alejandro terkejut mendengar semua penjelasan Mark Rufaro dihadapan nya.


"Rumah ini milik istri ku, peninggalan ayahnya yang bernama Damian", ucap Alejandro masih dengan wajah terkejutnya.


Huhh...


Mark menyandarkan punggung pada pintu mobilnya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar sambil menggenadahkan kepalanya menatap langit yang mulai meredup menjelang senja.


"Jadi maksud semua ini kau adalah kakaknya Scarlett istri ku Mark ?"


"Jika benar Scarlett ada lah putri kandung Damian artinya ia adik ku Alejandro. Kami satu ibu dengan ayah yang berbeda", jawab Mark menjelaskan duduk persoalannya.


"Sekarang bisakah aku bertemu langsung dengan tuan Damian, Alejandro ? aku ingin bertemu dengannya dan banyak sekali hal yang ingin ku sampaikan padanya", ucap Mark serius.


Alejandro terdiam mendengar ucapan Mark. Artinya Mark belum mengetahui yang terjadi sesungguhnya.


"Mark, kau tidak bisa mene...


"Ini bukan mengenai bisnis kita, tidak ada hubungan sama sekali. Tuan Damian sudah meninggal dunia sejak sebelas tahun yang lalu", jawab Alejandro.


Mark tampak kaget mendengar jawaban Alejandro.


"Oh my God..Apa yang harus aku lakukan Alejandro. Ibu ku saat ini sedang menderita sakit Demensia, daya ingat nya terus mengalami penurunan. Ia selalu menyebut nama Damian", ucap Mark frustasi ia mengusap wajahnya dan mengacak rambutnya.


"Apa aku sekarang bicara saja dengan adikku Scarlett", ujar Mark meminta pendapat pada Alejandro.


Huhh..


Alejandro menarik nafas panjang,


"Mark saat ini Scarlett sedang hamil, aku tidak mau jiwanya mengalami guncangan. Karena yang aku tahu ia tidak mau mencari ibunya yang sudah meninggalkan ia sedari bayi, bahkan Scarlett tidak mengetahui siapa ibu kandungnya. Aku mohon mengerti lah. Biarkan aku bicara pelan-pelan kepada istriku. Tiba saatnya nanti kau bisa berbicara langsung kepada Scarlett tentang ibu kalian", ucap Alejandro memberikan masukan kepada Mark.

__ADS_1


Mark menganggukkan kepalanya. Mark tahu pasti Scarlett sangat terkejut dan terguncang jika saat ini ia langsung memberi tahu semuanya, tentang ikatan darah antara mereka dan menceritakan mengenai ibu kandung mereka yang saat ini sudah sakit-sakitan.


"Baik lah Alejandro kau benar, sebaiknya kita memberi tahu perlahan-lahan pada adikku Scarlett mengingat ia sedang mengandung calon keponakan ku. Aku percayakan adikku kepada mu Ale, aku harap kau selalu menjaganya".


"Kau tidak perlu kuatir tentang itu Mark, aku sudah mencintai Scarlett saat belum mengetahui kalian bersaudara".


"Alejandro...aku harap kita bisa lebih dekat lagi dan melupakan perseteruan kita selama ini", ujar Mark serius.


"No problem kakak ipar...dengan senang hati aku menerima mu menjadi kakak ipar ku", ucap Alejandro sambil menepuk bahu Mark. Bahkan keduanya berpelukan hangat.


"Alejandro...", terdengar suara Scarlett.


"Mark..."terdengar suara Olivia.


"Apa yang kalian lakukan ?" seru Scarlett dan Olivia berbarengan. Mereka terkejut melihat keduanya berpelukan di tempat gelap seperti itu.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...

__ADS_1


__ADS_2