AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
BERMALAM DI PONDOK


__ADS_3

Alejandro tidak menggubris perkataan Scarlett ia menarik tangan Scarlett agar lari mengikuti nya menuju pondok yang tidak jauh dari tempat mereka.


Scarlett terkejut melihat Alejandro nekat menarik tangan nya dan menerobos deras nya air hujan di senja hari.


Setelah sampai di pintu pondok mungil namun sangat indah itu karena terdapat taman bunga Iris disisi kiri dan kanan pondok.


Bunga yang melambangkan ciri khas negara Perancis itu sangat indah bermekaran dengan beberapa jenis warna .


Alejandro memasukkan tangannya diantara lubang yang ada di atas pintu .


Ternyata itu kunci pintu pondok .


Saat pintu terbuka, Alejandro membuka jas hujannya dan menggantungkan di tempat gantungan jas yang terdapat disebelah pintu masuk.


Scarlett tidak bergeming sedikitpun, ia masih berdiri di depan pintu . Sementara Alejandro sudah masuk kedalam.


"Sampai kapan kau berdiri di sana Scarlett, masuklah diluar dingin kau bisa sakit dengan pakaian mu yang basah itu ", ujar Alejandro tanpa menatap Scarlett. Ia menyusun kayu-kayu bakar dalam tungku besi berwarna hitam.


Scarlett melangkahkan kakinya masuk, ia membuka jas hujan yang tadi di pakaikan Alejandro pada tubuhnya.


Rambutnya tampak basah kuyup. sementara kemeja putih ketat itu menampakkan dalaman yang dipakai Scarlett berwarna hitam.


Alejandro sudah membakar perapian yang akan menghangatkan ruangan.


"Bukalah kemeja mu itu, nanti kau bisa sakit sementara udara sangat dingin", ucap Alejandro, menuju lemari kecil mengambil kain tebal berwarna coklat muda dan memberikan nya pada Scarlett .


Sementara Alejandro dengan cueknya membuka pakaian yang melekat ditubuh nya dan mengeringkan nya di sisi perapian. Sementara tubuhnya berbalut selimut tebal sama seperti yang diberikan nya pada Scarlett.


"Kenapa kau belum membuka pakaian mu, atau kau ingin aku yang membukanya, hem ? ", ucap Alejandro yang sudah duduk didepan perapian sambil menggosok-gosokkan tangannya .


"Hm iya, aku bisa sendiri", jawab Scarlett dengan cepat. Ia membuka semua pakaiannya hingga pakaian dalam yang terlanjur basah terkena air hujan.


Mengikuti Alejandro mengeringkan pakaian didekat perapian.


Scarlett mengacak-acak rambutnya yang basah agar cepat kering.


Ia duduk disamping Alejandro menggosok-gosok tangannya yang membeku didepan perapian. Perapian mengeluarkan aroma terapi yang menyegarkan penciuman.


"Ale, bagaimana kau tau aku di danau ?", ucap Scarlett


"Damien memberitahu ku , kau menunggangi kuda mu ke arah danau", jawab Alejandro.


"Seharusnya kau tidak perlu menyusulku, aku bisa pulang sendiri".


"Benarkah ? dengan berdiam diri dibawah pohon ? sampai kapan itu Scarlett", jawab Alejandro sambil memijat ujung hidung Scarlett dengan gemas.

__ADS_1


Alejandro mengusap lembut wajah putih Scarlett yang sedikit memucat karena udara dingin.


Sementara hujan semakin deras di luar. Alejandro mencium lembut bibir Scarlett yang nampak bergetar karena kedinginan.


Scarlett membuka mulutnya membiarkannya Alejandro menjelajahi hingga kedalam .


Hingga kondisi di pondok terasa hangat. Scarlett tidak lagi merasakan udara dingin menusuk tulang nya.


Alejandro menciumi leher hingga pundak Scarlett. Ia melakukanya semakin jauh menarik selimut yang menutupi tubuh Scarlett sementara Scarlett memeluk pinggang Alejandro.


Alejandro merebahkan dengan lembut tubuh Scarlett diatasi lantai kayu beralaskan karpet tebal dan selimut tebal yang sebelumnya digunakan untuk menutupi tubuh polos ke duanya.


"A-Ale Ahh", Scarlett menyebutkan nama Alejandro dengan suara bergetar diliputi gairah yang sudah membuncah dalam tubuhnya.


Alejandro menciumi ke-dua dada Scarlett dan sesekali meremas nya pelan, hingga turun ke perut rata Scarlett.


Alejandro semakin jauh, tangan nya bermain di inti Scarlett membuat Scarlett mengeluarkan suara bergetar.


"Sentuh milikku", bisik Alejandro yang memeluk tubuh Scarlett dari belakang sementara ia dan Scarlett rebahan dengan menyamping.


Scarlett menyentuh inti Alejandro, yang nampak sudah menegang. Mengusap pelan hingga Alejandro mengerang erotis. "Ahh Scarlett.."


Alejandro mengarahkan miliknya ke inti Scarlett dengan pelan-pelan. Hingga menerobos masuk. Alejandro menggerakkan pinggulnya perlahan. Sambil menciumi punggung putih Scarlett .


Semakin lama Alejandro menghentak kan miliknya semakin kuat hingga Scarlett mengalami pelepasan berulang kali.


Udara dingin seketika menjadi panas, di tambah perapian yang mengeluarkan aroma terapi membuat malam mereka begitu romantis.


Hingga keduanya sama-sama menjerit kan nama masing-masing. Scarlett merasakan cairan hangat memenuhi intinya.


Sementara Alejandro mengeram saat milik Scarlett memijat-mijat miliknya dengan kuat.


*


Malam semakin larut..


Di luar hujan masih turun membasahi bumi.


Sementara dua makhluk manusia kembali berpacu menghabiskan malam yang hening dan sepi dengan suara yang bergetar lembut.


Scarlett menggerakkan pinggulnya diatas tubuh Alejandro, Scarlett begitu seksi. Hingga keduanya kembali mengalami orgasme bersamaan.


*


Alejandro tidur terlentang diatas karpet. Sementara Scarlett merebahkan kepalanya pada dada Alejandro, tangannya mengusap-usap lembut dada bidang itu.

__ADS_1


"Alejandro, apa kau sering ke pondok ini ?"


"Hem... pondok ini milikku", ucap Alejandro


Scarlett mengangkat kepalanya, menatap Alejandro.


"Apakah karena itu tuan Mathias melarang semua orang ke pondok ini Ale ?"


Alejandro mengangkat bahunya.


Scarlett mendudukkan tubuhnya dihadapkan Alejandro yang terlentang dengan kedua tangannya di jadikan bantal tempat kepalanya.


"Pondok ini sangat indah Ale, kau sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangi mu", ucap Scarlett sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan mungil yang sangat bersih dan rapi.


Scarlett memeluk kedua lututnya sambil menyandarkan wajah pada lututnya. Kedua netranya menatap lembut wajah Alejandro.


"Ale, kenapa kau tidak pernah mengunjungi tuan Mathias selama ini. Apa karena kau begitu bencinya kepada ku ?", ucap Scarlett pelan.


"Aku sibuk dengan bisnis ku di London", jawab Alejandro sambil memiringkan tubuhnya dan menopang wajah dengan tangannya . Sementara satu tangannya mengusap lembut wajah Scarlett.


"Apa kehidupan di kota besar begitu membuat mu bahagia, Ale ?"


"Kehidupan diperkebunan lebih membuat ku bahagia", jawab Alejandro cepat. Kedua netranya memandang kedua bola mata bening Scarlett dengan sangat lembut.


Scarlett tidak mampu mengartikannya. Ia hanya membalas tatapan Alejandro itu .


"Apa kau tidak pernah berpergian ke kota lain, hem ?", tanya Alejandro sambil mengusap wajah polos dihadapan nya.


Scarlett menggelengkan kepalanya, "Aku tidak memiliki banyak uang untuk menikmati hidup dengan liburan kemanapun".


"Apa kau ingin berpergian, melihat negara lain ?"


Scarlett menggelengkan kepalanya, " aku sudah bahagia tinggal disini. Tidak ada lagi yang aku inginkan", jawab Scarlett .


"Suatu hari nanti aku akan mengajak mu berpergian ketempat lain, Scarlett. Tunggulah hingga keadaan di di Chalons dalam ke adaan kondusif", ucap Alejandro.


"Negara pertama yang akan kau kunjungi adalah Inggris, aku akan membawa mu ke London seperti rencana ku beberapa waktu yang lalu".


"Kau di sana pasti sangat sibuk dengan bisnis mu Ale, aku tidak mau mengganggu mu dengan keberadaan ku", jawab Scarlett pelan .


"Aku tidak terganggu dengan kehadiran mu, aku akan mengenakan mu pada semua orang bahwa kau adalah istriku", jawab Alejandro spontan.


Tentu saja ucapan Alejandro seakan membawa angin segar untuk Scarlett. Apakah benar yang di katakan Alejandro. Ia akan mengenalkan Scarlett sebagai istrinya kepada semua orang...


...***...

__ADS_1


LIKE DAN VOTE YA 🙏


BIAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA 🙏🤗


__ADS_2