
"Scarlett, sebaiknya hari ini kau istirahat saja di rumah. Besok saja kau bekerjanya", ucap Alejandro dihadapan Scarlett.
"Tapi Ale, aku ingin melihat tunas-tunas baru bibit yang aku tanam sebelum keberangkatan kita ke London", jawab Scarlett sambil memasangkan kancing-kancing kemeja kerja Alejandro.
"Besok saja melihat nya, kau pasti masih lelah setelah perjalanan bulan madu kita", ujar Alejandro sambil mengecup kening Scarlett.
"Hm, iya Ale. Tapi besok aku akan mulai bekerja", jawab Scarlett menatap Alejandro
Alejandro tersenyum sambil mengusap wajah istrinya.
"Aku pergi sekarang", ucap Alejandro sambil membuka handle pintu kamar.
Setelah Alejandro pergi bekerja, Scarlett menuju balkon kamar, sekarang sudah pukul sembilan pagi.
"Hm, setelah beberapa minggu tinggal di kota, akhirnya aku kembali ke perkebunan yang aku cintai ini. Tidak ada tempat seindah di Chalons", gumam Scarlett.
Tampak dari kejauhan mobil Alejandro keluar dari Chalons melintasi jalanan diluar perkebunan.
"Ale, mau kemana ?"
Ting...
Scarlett melihat layar handphone miliknya yang ada di genggamannya saat ini.
*Sayang makan siang hari ini aku tidak bisa bersamamu, aku ada urusan di bank. Love A*
Scarlett tersenyum membaca pesan itu, hal yang biasa Alejandro lakukan setiap kali ia tidak bisa makan bersama Scarlett pasti akan mengabarinya.
* Iya Ale, semoga pekerjaan mu lancar. Love *
Scarlett masuk kembali ke kamar, ia mengambil sesuatu didalam tas nya sepasang pahatan boneka kayu berukuran mini yang di pesannya di tempat penjualan suvenir di kota London. Pahatan sepasang kekasih pria dan wanita berambut panjang yang sedang berciuman mesra. Di bagian bawah akrilik diberi tulisan ukir Scarlett Love Alejandro.
Satu lagi tampak pria memeluk wanita dari belakang.
Di akrilik diberi tulisan ukir,
Alejandro Love Scarlett.
Scarlett mengusap lembut kedua boneka kayu itu, yang dianggap Scarlett simbol cinta ia dan Alejandro.
Scarlett menaruh satu di nakas sebelah tempat tidur Alejandro dan satunya lagi di nakas sebelah tempat tidur nya.
Saat gelap pahatan itu akan mengeluarkan cahaya.
Alejandro tidak mengetahui Scarlett mesan kedua miniatur pahat itu, Scarlett memesannya secara diam-diam saat mereka mengunjungi pusat penjualan suvenir di London.
Sesaat kemudian Scarlett mengambil buku kesukaannya dan membacanya sambil duduk di sofa.
Kriuk kriuk..
"Hmm, baru jam berapa ini kenapa perut ku lapar lagi"
Scarlett menutup buku bacaan nya, dan beranjak turun kelantai bawah menuju ke pantry.
"Selamat pagi nona", ucap Ana saat melihat Scarlett berada di pantry.
"Kau sedang membuat apa bibi Ana baunya sangat harum ?", tanya Scarlett mendekati Ana.
"Saya sedang membuat adonan roti mentega sebagai kudapan untuk sore hari", jawab Ana.
__ADS_1
"Hm, bibi apakah Levia tidak membuat jus lemon hari ini ? Aku tidak melihatnya di atas meja"
"Tentu saja ada nona, saya sudah memeras jeruknya. Sekarang nona tunggu di meja makan, tidak akan lama minuman anda akan segera saya antarkan", jawab levia sambil tersenyum tiba-tiba
"Levi, aku ingin sari buah lemon saja tidak usah ditambahkan air dan es".
Levia terkejut mendengar permintaan Scarlett, "tapi itu sangat kecut nona, nanti perut anda bisa sakit" jawab Levia dengan raut wajah bingung. Karena tidak seperti biasanya Scarlett ingin sari lemon, biasanya ia meminta es lemon atau lemon hangat saja.
"Selamat pagi, hai Scarlett kalian sudah pulang dari bulan madu ?"
Moza berdiri diambang pintu pantry.
"Selamat pagi Moza, kemarin sore kami kembali" jawab Scarlett sambil meminum sari lemon dan meneguknya hingga habis.
"Apa yang kau minum Scarlett ?" tanya Moza penasaran.
"Perasan air lemon, ini segar sekali. Tiba-tiba aku menginginkan nya begini".
"Yang benar saja Scarlett, nanti perutmu bisa sakit rasanya pasti sangat asam.
HM.. jangan-jangan kau sedang hamil muda. Ternyata dampak bulan madu kalian seperti nya berhasil", ucap Moza menggoda Scarlett.
Ucapan moza tentu saja membuat Scarlett terdiam, ia mengingat kapan terakhir masa period nya. "Oh my god, kenapa aku bisa lupa begini, bulan ini aku belum mendapatkan nya", ucap Scarlett pelan.
"Scarlett kau harus memeriksakan diri mu ke dokter untuk memastikan nya".
"Iya Moza..
"Moza, apa kau bisa menemani ku sekarang ke kota ? aku ingin memeriksa kan diri ku ke dokter sekarang juga".
"Scarlett sebaiknya kau menunggu Alejandro saja, kalian pergilah berdua", jawab Moza
"Tapi Moza, aku ingin memberikan kejutan pada Alejandro. Kau tahu Moza.. Ale sangat menginginkan segera memiliki anak, ia selalu mengatakan itu pada ku".
"Kau ini bisanya kalau merayu dengan wajah polos mu itu. Ayo kita pergi", jawab Moza.
"Terima kasih, aku mengambil tas ku dulu di kamar", balas Scarlett tersenyum bahagia.
*
"Nona Scarlett..
Scarlett beranjak dari kursinya setelah namanya dipanggil seorang perawat. Saat ini Scarlett ditemani Moza sedang mengunjungi seorang dokter kandungan perempuan di kota.
Scarlett ditemani Moza masuk keruang pemeriksaan.
Scarlett menceritakan semua yang dirasakan nya.
Dokter yang bernama Alma itu meminta Scarlett untuk merebahkan tubuhnya. Ia memberikan gel yang terasa dingin di perut Scarlett kemudian menempelkan sebuah alat yang tersambung ke layar monitor.
Wajah dokter Alma, tampak tersenyum,
"Tidak ada yang perlu dikuatirkan. Anda positif hamil, usia kandungan anda berusia enam Minggu".
"Benarkah dokter, sekarang saya hamil ?", tanya Scarlett tidak percaya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kondisi anda juga baik, janin nya juga dalam kondisi baik. Apakah nona mengalami rasa mual ?"
"Hm, tidak dok. Saya lebih sering merasakan lapar dan lebih menyukai minuman asam seperti lemon", jawab Scarlett pelan.
__ADS_1
"Iya itu hal biasa yang dialami saat seorang hamil muda", jawab dokter Alma.
*
"Apa juga ku bilang Scarlett, kau sedang hamil muda", ucap Moza sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kembali ke perkebunan.
"Iya Moza, sebenarnya pada saat di London aku sudah merasakan gejala ini. Cepat lapar dan porsi makan ku bertambah banyak", jawab Scarlett mengingat perubahan pada dirinya.
Scarlett mengusap lembut perutnya.
"Sayang, ibu akan selalu menjaga mu. Ayah pasti sangat bahagia mengetahui berita ini", batin Scarlett. Ia sudah tidak sabar menyampaikan berita penting ini pada suaminya.
"Ciittttt...
"Oh my God, Scarlett lindungi perut mu", teriak Moza saat ia membanting setir ke kiri.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti mendadak di antara semak belukar di jalanan sepi menuju perkebunan Chalons.
"Scarlett bagaimana keadaan mu ? lihat lah !", Moza menunjuk ke jalan terdapat dahan berukuran besar ditengah jalan.
Scarlett melihat keadaan sekitar dengan wajah panik, sementara Moza mencoba menghidupkan mesin mobilnya.
"Moza kita harus segera pergi dari tempat ini", ucap Scarlett dengan panik. Wajahnya sudah pucat pasi. Ia mencari handphone miliknya didalam tas, mencoba menghubungi Alejandro. Tetapi belum sempat tersambung...
"Buka pintunya...!!!"
Segerombolan orang-orang berbaju hitam dan bertopeng menggedor kaca mobil dengan keras sambil mengacungkan senjata api pada Moza dan Scarlett.
"Scarlett, apa yang harus kita lakukan sekarang, mereka orang jahat", seru Moza dengan wajah pucat dan suara bergetar menahan rasa cemas.
"Moza aku sangat takut", teriak Scarlett sambil memasukkan handphone miliknya kedalam saku celananya.
"Bukaa atau kalian akan bersimbah darah sekarang teriak salah satunya".
"Moza, kita tidak punya pilihan. Kita harus menuruti mereka"
"Ya Tuhan berikanlah pertolongan mu kepada kami", ucap Moza sambil membuka pintu mobilnya.
Orang-orang itu menarik paksa tangan Scarlett keluar dan mengangkat tubuh nya ke mobil van yang sudah menunggu di pinggir jalan. Scarlett memberontak sambil memukul-mukul punggung orang yang membawa paksa dirinya.
"Tolonggg, lepaskan Scarlett. Jangan bawa Scarlett" teriak Moza keluar dari mobil mengejar Scarlett.
Brukkk..
Tubuh Moza ambruk di samping mobilnya. Seseorang memukul pundaknya dengan keras.
"Lepaskan aku, jangan sakiti Moza", teriak Scarlett.
"Diam kau ****** !!!"
Tubuh Scarlett di dudukkan di kursi mobil, kemudian mulutnya di tutup dengan lakban serta tangannya diikat tali tambang. Mata Scarlett pun ditutup.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
"Beres bos, kita sudah menangkapnya". Terdengar suara dari salah satu penjahat yang menculik Scarlett.
Scarlett terus mengeluarkan suara tertahan, sementara tubuhnya terus meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya.
"Oh my God, tolong aku. Alejandro maafkan aku karena keluar dari perkebunan. Aku ingin memberikan kejutan untukmu", batin Scarlett, ia sambil terisak.
__ADS_1
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏