
"Kau mau menonton film apa Moza ?"
"Bagaimana kalau kita menonton film horor saja Javi atau film-film detektif juga boleh? Aku sangat menyukai gendre itu, bahkan aku mengoleksi banyak buku horor dan buku-buku Agatha Christie serta Sidney Sheldon di apartemen ku", jawab Moza sambil menyesap minuman nya yang di genggamnya.
Javier memicingkan matanya,
ia sedikit aneh mendengar ucapan Moza.
"Kau ini perempuan aneh, apa kau tidak suka film romantis ?"
"Tidak, aku tidak menyukainya. Itu buat wanita melankolis. Tapi tidak untuk wanita seperti aku", cicitnya cuek.
"Oke, aku mengikuti selera mu kali ini. Next time, kau harus mengikuti pilihan ku", ucap Javier .
"Oke...deal"
Javier memesan dua karcis di loket bioskop. Untuk menghilangkan penat tubuhnya setelah seminggu bekerja, mereka Javier mengajak Moza menonton film. Maksudnya menonton film romantis, ehh ternyata Moza menyukai gendre horor dan detektif. Terpaksa Javier mengalah dan mengikuti keinginan perempuan yang akhir-akhir ini akrab dengan nya.
Sesaat film horor itu di mulai, tak sedetik pun Javier tertarik mengikuti alur ceritanya. Ia malah lebih menikmati suasana dimana Moza menjerit ketakutan dan menggenggam jemari Javier. Bahkan sesekali merapatkan wajahnya pada bahu Javier.
"Not bad lah kalau begini kejadiaannya", batin Javier sambil tersenyum penuh kemenangan.
Saat film itu selesai pemutaran nya dan lampu ruangan dinyalakan, wajah Moza masih terlihat tegang. Seperti nya alur cerita mengerikan itu masih mempengaruhi nya.
"Kalau kau tidak kuat menonton film begituan kenapa kau masih nekat juga menontonnya ?"
"Ahh kau ini, berhenti menggoda ku", balas Moza sambil memukul lengan Javier.
"Ayo kita makan malam perutku sangat lapar", ucap Javier menggenggam tangan Moza menuju restoran mewah yang ada di mall itu.
Tampak pelayan mengantarkan keduanya ketempat duduk diruangan romantis. Javier memilih tempat duduk di sudut ruangan yang lebih private.
Tampak pelayan membawa hidangan di hadapan mereka.
Keduanya tampak lahap menyantap hidangan makan malam pertama mereka.
"Javier apa kau menyukai suasana seperti ini ?"
"Maksud mu?"
"HM... Suasana nyaman, hening...hmm, tepatnya romantis", jawab Moza menatap netra coklat Javier.
__ADS_1
"Iya, aku memang menyukai suasana nyaman seperti ini.
"Kau sendiri bagaimana ?"
"Aku justru suka keramaian. Karena bisa membuat suasana hatiku bersemangat".
"Kau tau Javi, aku ini orang nya tomboi. Bahkan ibu ku selalu protes karena putrinya tidak pernah menggunakan gaun", ucap Moza sambil tertawa Mengingat wajah ibunya yang komplain jika melihat gaya berpakaian nya.
Javier menatap lekat wajah cantik Moza yang tertawa lepas.
Moza baru menyadari kalau Javier menatapnya dengan lekat.
Membuat ia batuk-batuk.
Kemudian menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau berhenti tertawa", ucap Javier sambil membetulkan anak rambut Moza ke belakang telinga nya.
"Hm..kenapa kau menatapku seperti itu, Javi ?"
"Aku menyukai mu, Moza. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kita bertemu"
Moza menelan salivanya. Ia membalas tatapan Javier yang masih menatap nya dengan lembut.
"Javi...
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang kalau kau belum ada jawabannya. Aku akan menunggumu", ucap Javier sambil menggenggam tangan Moza yang ada diatas meja.
"Sekarang sudah malam, aku akan mengantarmu pulang. Malam ini kau pulang ke apartemen mu atau ke Chalons ?"
"Aku menginap keperkebunan", jawab Moza
"Baiklah, ayo kita pulang".
Moza menganggukkan kepalanya.
Diperjalanan menuju perkebunan, tampak Javier lebih banyak bicara sementara Moza lebih banyak diam seperti memikirkan sesuatu.
Setelah satu jam lebih berkendara, mereka sampai di perkebunan Chalons.
Javier hendak membuka pintu mobil, tetapi Moza mencegahnya. Ia memegang lengan Javier yang tidak melanjutkan membuka handle pintu mobilnya.
__ADS_1
"Javi, aku sudah memiliki jawabannya sekarang", ucap Moza nyaris tak terdengar.
"Aku ingin menjalaninya bersama mu. Aku juga merasakan perasaan yang sama dengan mu, Javi".
Javier menarik nafasnya, wajahnya tampak tersenyum mendengar jawaban Moza, gadis yang akrab dengannya sudah beberapa bulan ini.
Javier menatap Moza begitupun sebaliknya. Javier menarik tengkuk Moza dan mengecup lembut bibir wanita yang di cintai nya itu.
Moza pun membalasnya perlahan. Setelah cukup lama berciuman mesra keduanya mengatur nafas yang tersengal-sengal. Dan merapikan pakaian yang nampak kusut.
"Javi, aku turun sekarang"
Javier menganggukkan kepalanya, sambil mengusap lembut wajah Moza.
"Hati-hati Javi..
"Aku harap kau memimpikan aku malam ini, Moza", ucap Javier sebelum melajukan mobilnya keluar dari perkebunan Alejandro. Ia melambaikan tangannya pada Moza yang berdiri membalas lambaian tangan nya.
Moza melangkahkan kakinya memasuki hacienda. Tampak diluar perkebunan orang-orang sepupunya berjaga-jaga.
Ia langsung naik kekamar nya dilantai atas dan merebahkan tubuhnya. Berguling-guling di tempat tidur. Sesekali duduk sambil mendekap guling nya sambil tersenyum. Berakhir dengan memegang bibirnya.
Bahkan harum Citrus tubuh Javier masih tertinggal di tubuh Moza saat ini. "Aku mencintaimu Javier", ucapnya sambil tersenyum bahagia.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏
MAAF BANGET SLOW UPDATE HARI INI YA 🤗
.
KARYA :
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
__ADS_1
...(on-going)...