
"Oh my God, apa yang sudah aku lakukan. Apakah benar yang di katakan pelayan tadi, bahwa Mark Rufaro lah yang sudah menolong ku"
"Aku benar-benar lupa akan peristiwa menakutkan yang aku alami sore kemarin", Olivia bergumam sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Saat ini Olivia sudah berada di kamar apartemen nya. Masih memakai kemeja Mark yang menutupi tubuhnya, gadis itu merebahkan badannya di tempat tidur yang semalam tidak di tempati sama sekali.
Harum maskulin dari kemeja yang melekat ditubuh nya menyeruak memenuhi indera penciuman Olivia.
"Oh shitt..
Ia berdiri di depan cermin dan membuka kancing kemeja itu satu persatu. Sebenarnya kemeja itu sudah menjadi dress untuk ukuran tubuh nya. Olivia melepaskan kemeja tersebut dari tubuhnya. Harum parfum Mark memenuhi penciuman nya, walaupun kemeja itu sudah terlepas dari tubuhnya tetap saja harum laki-laki memenuhi penciuman nya seakan sudah melekat ditubuh Olivia.
"Sebaiknya aku berendam saja, aku akan menghubungi Scarlett memberitahu nya bahwa aku ke perkebunan Chalons agak siang".
Olivia, memberikan cairan aroma terapi didalam bathtub yang sudah berisi air hangat.
Ia merebahkan kepalanya pada punggung bathtub.
Suasana berendam nya sesaat membuat perasaan nya tenang dan nyaman, tetapi sesaat kemudian pikiran nya mengingat kembali kata-kata Mark yang mengatakan laki-laki itu lah yang sudah menyelamatkan nya dari rumah kaca itu.
Terlintas pula ucapan pelayan di hacienda Merciel yang mengatakan ia lah yang sudah mengganti pakaian Olivia.
"Ahh bagai mana jika aku yang telah salah menuding laki-laki itu tanpa alasan, apa yang harus aku lakukan", batinnya sambil memejamkan matanya.
*
"Scarlett, kemungkinan awal bulan depan aku akan ke London, mengurus bisnis ku di sana. Mengingat kondisi mu masih hamil muda, tentu saja aku tidak mau mengambil resiko dengan mengajak mu terbang", ujar Alejandro saat ia dan Scarlett sedang sarapan bersama di ruang makan.
"Iya Ale, kau memang harus memperhatikan juga bisnis mu di London. Semenjak kau berada diperkebunan, kau hanya mengetahui keadaan bisnis mu di sana melalui informasi William", jawab Scarlett sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
"Aku berada hanya satu Minggu saja, aku tidak akan tahan meninggalkan kau dan anak ku lama-lama", ucap Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett dan juga mengusap perut istrinya yang sudah nampak membuncit.
"Aku sangat mencintaimu dan anak ku, kalian lah keluarga yang kumiliki. Jangan pernah ragukan hal itu sayang", ucap Alejandro sambil mengecup lembut kening Scarlett.
"Ale bekerja lah dengan tenang, aku dan anak kita aman berada di perkebunan ini. Semuanya akan baik-baik saja", jawab Scarlett mengusap rahang suaminya yang sedang menatapnya dengan intens.
"Ayo sekarang kita kekantor, Bagaimana acara yang di ikuti oleh Olivia di perkebunan sebelah, apakah semuanya baik hem ?"
"Aku belum menerima laporan dari olivia, Ale. Mungkin dia akan menginformasi kan kepada ku hari ini di kantor" jawab Scarlett sambil menggenggam jemari Alejandro menuju mobil yang terparkir di depan pintu hacienda dan pergi bersama ke kantor mereka.
*
Ting..
__ADS_1
Scarlett melihat di layar handphone miliknya tertera nama Olivia yang mengirim pesan padanya.
*Scarlett, aku izin datang ke kantor agak siang ya*
Scarlett tersenyum membaca messenger dari Olivia. Tentu saja Scarlett mengizinkan nya. Ia sangat tahu teman nya itu sangat rajin bekerja. Bahkan kalau pekerjaan nya belum selesai ia akan menyelesaikan pekerjaan nya hari itu juga, tidak perduli jika harus lembur bahkan jika perlu ia akan tidur dikantor.
Tok tokk tokk
"Masuk ..
"Selamat pagi nona, ini ada titipan dari tuan Mark Rufaro untuk nona Olivia. Asisten tuan Mark baru saja mengantarkan nya", ucap Albert sambil permisi keluar karena ada pekerjaan penting.
Scarlett tertegun melihat paper bag yang di berikan Albert, katanya dari Mark Rufaro.
Scarlett penasaran, ia mengintip sedikit apa isi paper bag tersebut.
"Pakaian ? Ini bukankan kemeja yang dipakai Oliv kemarin ?", gumam Scarlett
"Sepatu Olivia, papan kerani ? Ada apa dengan Olivia", batin Scarlett penasaran.
"Ehm... sebenarnya bukan urusan ku mengetahui semuanya. Sebaiknya jika Olivia tidak ingin mengatakan semuanya kepada ku, aku tidak akan bertanya", batin Scarlett.
Ia menyandarkan tubuhnya di punggung kursi dan menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda kemarin.
Maaf kan aku, karena datang siang hari ini Scarlett. Olivia membuka pintu dan masuk kedalam ruangan. Wajahnya nampak segar seperti biasanya.
"Olivia itu lihatlah paper bag disana, itu untuk mu dari tuan Mark Rufaro", ujar Scarlett pura-pura tidak penasaran.
Mendengar nama Mark Rufaro, membuat Olivia mengeryitkan alisnya.
Ia mengambil paper bag yang dimaksud Scarlett dan melihat isinya.
Olivia menyandarkan punggungnya di sofa yang tidak jauh dari sahabat nya.
"Scarlett ..
"Telah terjadi sesuatu kepada ku kemarin di perkebunan milik tuan Mark Rufaro".
Scarlett terkejut mendengar ucapan temannya itu, ia menghentikan pekerjaannya dan berdiri mendekati Olivia.
"Ada apa Olivia", ucapnya pelan duduk di samping Olivia.
Dan Olivia menceritakan semua peristiwa yang dialami nya kemarin hingga pagi tadi di perkebunan milik Mark.
__ADS_1
"Huhh ... Scarlett hirup nafasnya dalam-dalam.
"Olivia, bagaimana jika kau telah salah menilai tuan Mark Rufaro ?"
"Itulah yang membuat ku merasa serba salah Scarlett. Kau tahu, saat aku menuduh nya pagi tadi aku melihat matanya yang sangat emosi kepada ku", ujar Olivia sambil menundukkan kepalanya.
"Olivia, sebaiknya kau temui tuan Mark dan minta maaflah kepadanya Oliv. Jika ucapan nya benar artinya kau berhutang nyawa kepadanya. Bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi pada mu jika ia terlambat menolong mu semalam ?", ucap Scarlett lagi.
Olivia nampak berpikir, ia meresapi semua ucapan sahabatnya itu.
"Huhh..
"Iya Scarlett kau benar, sebaiknya aku menemui tuan Mark Rufaro. Bagaimana pun ia telah menyelamatkan nyawaku", jawab Olivia dengan suara pelan nyaris tak terdengar.
"Terima kasih Scarlett kau selalu menjadi pendengar yang baik dari dulu", ucap Olivia sambil menggenggam jemari temannya itu.
"Aku akan menemui tuan Mark Rufaro sore ini sepulang dari kerja", ucap Olivia sambil menarik nafas panjang.
Scarlett tersenyum mendengar jawaban Olivia.
Ia berharap sahabatnya itu tidak terlalu keras dalam menghadapi semua masalah. Yang Scarlett tahu Oliv selalu seperti itu. Mungkin karena ia menguasai berbagai jenis ilmu bela diri yang membuatnya selalu percaya diri menghadapi persoalan-persoalan yang menghampiri nya.
*
"Apa kau sudah mengirimkan semua barang-barang Olivia, Peter ?" tanya Mark tanpa mengalihkan matanya dari pekerjaan nya .
"Sudah, tuan. Tetapi nona Olivia tidak nampak dikantor nya. Semua barang-barang itu saya titipkan kepada Albert asisten nona Scarlett.
Mark menganggukkan kepalanya. Setelah ini ia tidak mau berhubungan lagi dengan gadis bernama Olivia Isabelle itu. Cukup sudah wanita itu melawannya yang membuat dirinya seperti laki-laki tidak bermartabat saja di mata gadis itu.
...***...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
__ADS_1
...(on-going)...