
Alejandro menyadarkan punggungnya di kursi pesawat pribadi milik nya, kacamata mahal bertengger di wajah tampan laki-laki itu.
Sejenak ia mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela, sesekali ia menyeruput espresso kesukaannya.
Beberapa hari belakangan, pikirannya kembali ke masa lalu keluarganya.
Sekuat apapun hatinya ingin menutup rapat kenangan itu maka semakin mengangah lebar terbuka kembali.
Huh...
Alejandro menarik nafas dalam-dalam, sambil memejamkan matanya sejenak.
Sepuluh tahun ia menolak semua khabar yang datang dari hacienda, baik itu mengenai kemajuan yang di alami perkebunan hingga hasil yang begitu meningkat dari perkebunan anggur miliknya. Apalagi khabar mengenai ayahnya dan keluarga baru yang dimiliki ayahnya itu, tentu saja Alejandro akan langsung menolak kala ada seseorang yang akan menyampaikan berita kepadanya.
Bahkan Alejandro tidak mengetahui raut wajah ibu tiri nya itu, ia telah pergi jauh dari hacienda sebelum perempuan itu dibawa Mathias ayahnya ke rumah mereka.
Yang ada dihatinya saat itu dan sekarang tetap sama, ia sangat membenci perempuan yang bernama Scarlett Damian. Karena gadis tidak tau malu itu hubungan Alejandro dan Mathias akhirnya berpisah. Walaupun Mathias terus berusaha menghubungi Alejandro, dan Mathias tak henti mencari tau tentang Alejandro. Dan hati Alejandro masih mengeras membeku, tidak mau menerima ayahnya kembali .
Tapi Mathias tau suatu saat nanti anaknya itu pasti akan kembali.
Mathias yakin jiwa Champaign yang dimiliki Alejandro akan membawanya kembali cepat atau lambat.
__ADS_1
Dan lihatlah sekarang, ucapan Mathias benar adanya. Sekarang Alejandro kembali walaupun dalam suasana berbeda dimana Mathias tidak akan bertahan lama .
Perjalanan panjang selama enam jam, sudah di tempuh Alejandro. Dari London ke Paris hingga Paris ke ke kota Champaign. Pesawat yang membawa nya telah mendarat dengan selamat di runway.
Alejandro berjalan menyusuri bandara yang dulu ingin cepat-cepat ia tinggalkan.
Sudah banyak sekali perubahan dari sepuluh tahun terakhir.
Dipintu keluar, telah siap mobil yang disediakan pengacara ayahnya.
Alejandro langsung menyandarkan tubuhnya tanpa berkata sedikit pun.
Setelah sopir menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan kota menuju langsung ke perkebunan milik nya.
Alejandro, mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil, tangannya menopang dagu. Begitu banyak perubahan di kota ini, batinnya.
Kota yang sebenarnya sangat di rindukan nya, tetapi juga yang sangat ingin dilupakan nya .
Dari bandara ke hacienda menghabiskan satu setengah jam perjalanan.
Dan mobil yang membawa nya sudah memasuki kawasan perkebunan miliknya.
__ADS_1
Alejandro memejamkan matanya. Rasa masih tidak percaya ia kembali lagi ke perkebunan dimana tempat ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa nya.
Bahkan sekarang, melewati danau yang dulu sering Alejandro jadikan tempat bermain-main ditemani ayahnya.
"Shitt..
Mata Alejandro berkaca-kaca mengingat nya.
Ia tidak tau apa kah dengan kembali ke kampung halaman nya, adalah hal yang benar.
Bahkan beberapa hari yang lalu ia masih tidak mau menerima semua berita yang akan menyampaikan tentang keadaan perkebunan ini.
Tapii..
Lihatlah sekarang, hanya melihat danau yang dulu dijadikannya tempat bermain saja matanya sudah berkaca-kaca.
Bagaimana jika ia melihat ayahnya Mathias sekarang, apakah masih membenci nya sesuai dengan ucapannya dulu ?", akan selalu membenci ayahnya... kata-kata yang selalu di gaungkan nya.
....
IKUTI TERUS KELANJUTANNYA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE
🙏