AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
AIR MATA SCARLETT


__ADS_3

Tok..tokk


"Kenapa wajahmu kesal begitu Alejandro", Javier masuk ke dalam ruang kerja Alejandro yang tampak kesal.


Huhh..


Alejandro menarik nafas panjang.


"Wanita yang sering bersamaku di London datang keperkebunan dan membuat masalah antara aku dan istriku Javi", jawab Alejandro tidak berminat.


"Apa dia pacarmu di London, Ale ?"


Alejandro mengangkat satu bahunya. Ia memijat pelipisnya.


"Aku tidak mencintainya Javi. Aku memang belum memutuskan hubungan kami secara tegas, karena awalnya aku kembali ke perkebunan ini hanya untuk sesaat saja karena ayah ku sakit. Tapi takdir ku berkata lain, aku bertemu dengan Scarlett dan mencintainya. Aku tidak bisa menahan diri ku dan menolaknya", ucap Alejandro menatap langit-langit ruangan kerja nya.


"Kau harus menjauhkan wanita itu dari Scarlett Ale, ia bisa saja nekat melukai istrimu. Lihatlah saat ini saja ia jauh-jauh datang ke perkebunan mu", ujar Javier.


Perkataan Javier seakan menyadarkan Alejandro.


"Kau benar Javi, ayo kita kembali ke hacienda", balas Alejandro beranjak dari tempat duduknya. Keduanya menaiki mobil masing-masing menuju hacienda.


Saat ini hari sudah menjelang sore.


*


"Ehm, ternyata tidak sulit memasuki rumahmu Alejandro. Dengan sandiwara yang aku lakoni kau langsung mengizinkan aku tinggal disini"


"Ya, walau pun seharusnya tempat ku bukan lah dikamar yang menjijikkan ini. Seharusnya aku berada di kamar utama disamping mu", gumam Caroline sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.


"Tapi sebagai langkah awal ku untuk kembali merebut mu hal ini tidaklah buruk, aku yakin besok atau lusa kau akan mengusir istri mu itu. Siapa namanya...? Scarlett ? Heh perempuan itu tidak tahu berurusan dengan ku CAROLINE super model papan atas. Tidak seperti Scarlett yang hanya gadis desa dengan gaya polos kampungan nya itu. Huhh..


"Apa yang Alejandro lihat dari perempuan itu, dia tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan diriku", ucap Caroline sambil menelisik penampilan nya dan tubuhnya di depan cermin besar yang ada di dalam kamar.


*


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Alejandro yang sedang berbicara dengan Javier di ruang kerja mengajak temannya itu untuk makan malam bersama.


Terlihat Moza duduk dikursi meja makan sedang fokus dengan handphone miliknya, ia tidak menyadari Javier dan Alejandro mendekati nya.


"Di meja makan pun kau masih sibuk dengan handphone mu Moza ?", ucapan Javier menyadarkan Moza bahwa ada orang lain yang duduk disampingnya.


"Kalian kapan datang, aku tidak tahu", jawab Moza membuat jengah Javier.


"Kau ini..


Alejandro meminta Levia memanggil istrinya untuk makan malam bersama mereka sekarang.


*


Tok..tokk


Masuk..!"


"Permisi nona, tuan Alejandro meminta anda makan malam bersama nya", ucap Levia dengan hormat.

__ADS_1


"Apa hanya suamiku saja yang ada di meja makan saat ini Levia ?" tanya Scarlett.


"Tidak nona, saat ini tuan Alejandro bersama tuan Javier dan nona Moza juga", jawab Levia.


Huhh..


"Baiklah aku segera turun" ucap Scarlett beranjak dari tempat tidur dan menyelipkan pembatas buku yang dibacanya.


Scarlett menuruni tangga dengan perlahan, ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


Scarlett mendengar tawa canda Alejandro dan Javier serta Moza yang sedang menunggunya di meja makan.


Levia melihat kehadiran Scarlett dan membukakan kursi untuk nya disebelah Alejandro.


"Halo sayang kau sudah lama menunggu ku ?, ayo kita mulai makan malam kita", suara genit manja membuat semuanya terdiam.


Caroline mendorong tubuh Scarlett yang hendak duduk dikursi yang sudah dibuka Levia untuknya, dan Caroline duduk di sana disamping Alejandro.


Moza tersentak langsung berdiri, Javier sempat menahannya supaya duduk kembali dan bersikap tenang.


"Nona ?", gumam Levia kesal melihat kelakuan Caroline kepada Scarlett.


"Tidak apa-apa, Levi"


Scarlett menarik kursi lain dihadapan Alejandro dan Caroline.


"Caroline...kursi itu untuk istriku", ucap Alejandro menahan kesabaran nya. Terlihat jelas wajahnya marah menahan emosi.


"Sayang, sekarang aku sudah ada di dekat mu jadi aku yang akan terus berada di samping mu mulai saat ini", ujar Caroline sambil bergelayut manja pada lengan Alejandro.


"CAROLINEE...hentikann !" hardik Alejandro dengan suara keras. Ia melempar serbet yang ada di depan nya.


"Kau membuatku muak, aku beri waktumu sampai besok pagi untuk pergi dari perkebunan ku. Jika kau tidak pergi juga maka orang-orang ku akan mengusir mu dengan kekerasan !"


"Antar kan makan malam kami keruang kerja ku", perintah Alejandro pada pelayan yang berdiri di dekat mereka.


Alejandro beranjak dari tempat duduknya, menarik tangan Scarlett dan mengajak juga Javier dan Moza melanjutkan makan malam diruang kerjanya.


"Baik tuan", jawab pelayan yang segera menyiapkan makan malam di dalam ruang kerja Alejandro.


Sementara Caroline tidak terima dipermalukan seperti itu dihadapan orang-orang.


"Kita lihat saja besok apa yang bisa kau lakukan. Aku tidak akan pergi kemana-mana, Alejandro sayang", batin Caroline, yang saat ini duduk sendirian di meja makan.


Ia membentak semua pelayan yang ada di dekatnya. Seakan menulikan pendengaran para pelayan tidak memperdulikan hardikan Caroline tersebut. Sehingga membuat emosi perempuan itu semakin meluap-luap.


*


Waktu sudah menunjukkan pukul Sebelas malam saat notifikasi email masuk di iPad milik Alejandro. Alejandro saat ini sudah berada dikamar tidur. Sementara Scarlett sudah terlelap, Alejandro masih membaca email-email yang masuk. Ia langsung membuka pesan yang dikirim asistennya di London William.


William mengirimkan beberapa foto Caroline di sebuah club mewah di London yang sedang berciuman mesra dengan seorang laki-laki. Alejandro mengamati dengan jeli siapa laki-laki bersama Caroline tersebut. Setelah melihat dengan teliti Alejandro menarik nafas dalam-dalam..


"Mark Rufaro ?


"Oh, jadi Mark lah yang menemukan keberadaan ku. Jadi kalian bekerja sama ingin menjatuhkan aku", gumam Alejandro. Sambil mengusap dagunya.

__ADS_1


Bahkan William mengirimkan beberapa foto saat keduanya sedang melakukan hubungan badan disebuah hotel.


"Kalian memang benar-benar pasangan serasi. Kenapa kalian mengusik ku jika kalian memiliki kesamaan seperti ini".


Alejandro merebahkan tubuhnya disamping Scarlett, ia membawa tangan nya mendekap erat tubuh istrinya yang sudah terlelap.


Seakan menyadari ada yang mendekapnya, Scarlett memeluk tubuh Alejandro.


"Tidurlah", bisik Alejandro sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya itu.


Besok aku akan menyelesaikan semua permasalahan ini. Aku hanya mencintaimu Scarlett. Hanya karena dirimu yang membuat ku kembali keperkebunan ini. Percayalah padaku", bisik Alejandro sambil mencium pucuk kepala Scarlett dengan penuh perasaan.


*


Fajar telah menyingsing, Scarlett mengerjapkan matanya. Ia menyadari masih berada dalam dekapan suaminya.


Scarlett pelan-pelan berusaha melepaskan dirinya. Ia ingin membersihkan tubuhnya. Dan seperti biasa semenjak hamil ia selalu berjalan-jalan di taman yang ada disamping hacienda. Menghirup udara segar yang sangat baik untuk nya juga calon anaknya.


Scarlett membuka handle pintu kamar mandi, ia berganti pakaian di walk in closet. Menggunakan dress katun berwarna biru bermotif garis-garis halus.


Saat ini suaminya masih tertidur pulas. Scarlett menuruni tangga hendak ke taman.


"Selamat pagi nona Scarlett, anda terlihat sangat cantik pagi ini", ucap Levia menyapa Scarlett.


"Pagi, Levia. Aku ingin berjalan-jalan ke taman samping", ucap Scarlett tersenyum. Sambil melangkahkan kakinya ke luar hacienda.


Levia mengangguk kan kepalanya.


Setelah beberapa saat Scarlett berada di taman, ia duduk di kursi taman. Wajahnya terlihat cantik dan segar.


"Wah, enak sekali hidup mu bersantai-santai disini", suara ketus Caroline menghentakan Scarlett.


Scarlett hendak beranjak menjauh dari Caroline, ia tidak mau berurusan dengan wanita itu.


"Hei wanita kampungan, jangan bermimpi ya hidupmu akan menjadi Cinderella. Kau itu tidak pantas bersanding dengan laki-laki seperti Alejandro.


Alejandro hanya pantas untuk wanita berkelas seperti aku", ketus Caroline sambil menarik tangan Scarlett.


"Lepaskan aku", sentak Scarlett menarik tangannya.


"Dengar kan aku wanita kampungan, aku tidak akan pergi kemana-mana. Kau lah yang harus pergi meninggalkan kekasihku Alejandro", ketus Caroline.


"Lihat ini, supaya matamu yang bodoh itu terbuka", hardik Caroline, sambil melemparkan amplop ke dada Scarlett.


Perlahan Scarlett membuka amplop yang dilempar caroline padanya.


Mata Scarlett semakin memanas melihat foto-foto yang diberikan Caroline padanya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak percaya melihat foto-foto itu adalah suaminya sendiri.


"Kau lihat hubungan ku dengan Alejandro sangat intim saat di London. Ia berulangkali menyatakan perasaan cintanya pada ku", ucap Caroline dengan tatapan tajamnya memandang Scarlett yang tidak bisa berkata-kata.


Dengan linangan air mata yang tidak bisa ditahannya lagi Scarlett berlari menjauh, ia mengambil kunci mobilnya dan pergi menjauhi hacienda.


Sementara Caroline menyunggingkan senyum culasnya melihat rencana awalnya berhasil dengan sempurna.


...***...

__ADS_1


LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏


__ADS_2