
Terdengar tangisan bayi laki-laki di ruang persalinan.
Selamat tuan Alejandro nona Scarlett putra kalian sudah lahir dengan selamat.
Alejandro tidak dapat menutupi rasa bahagianya, begitu juga dengan Scarlett. Keduanya tampak bahagia. Setelah berjuang semalaman akhirnya bayi mungil mereka lahir dengan selamat.
Alejandro tak henti mencium wajah Scarlett. "Terima kasih sayang kau sudah berjuang demi anak kita".
Scarlett menatap lengan Alejandro yang penuh dengan luka bekas cakaran tangannya. Scarlett mengusap lembut lengan Alejandro.
"Ale, maafkan aku tanganmu aku cakar dan terluka", ucap Scarlett merasa bersalah.
"Aku tidak apa-apa yang, ini tidak seberapa dengan perjuangan yang sudah mempertaruhkan nyawa mu untuk putra ku", jawab Alejandro.
"Selamat pagi tuan nona, putra kalian sudah bersih. Karena kondisi bayi sehat dokter memberikan izin berada di dekat ibunya. Sekarang sudah waktunya nyonya memberikan susu pada bayi tampan ini", ucap seorang perawat dengan ramah.
Perawat lainnya membantu Scarlett duduk bersandar di tempat tidur, dan membimbing Scarlett supaya dapat memberikan air susunya.
"Sayang apa kau sudah memiliki nama untuk anak kita ?" tanya Scarlett sambil memangku bayinya.
"Tentu saja, aku akan menamakan putra kita
DARRELL MATHIAS DAMIAN
bagaimana apa kau menyukainya, atau kau ada ide lain, hem ?"
"Tentu saja aku suka dengan nama yang kau berikan pada putra kita, Ale", jawab Scarlett tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Tuan, beberapa saat lagi pasien sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap", ujar perawat yang membimbing Scarlett dalam memangku dan memberikan air susu pada Darrell yang tampak lahap menghisap pucuk dada Scarlett.
"Ehm, daddy sekarang punya saingan", bisik Alejandro sambil mengecup pipi anaknya yang sedang menyesap susu dari dada mommy nya.
"Daddy harus banyak mengalah, sekarang Darrell lebih membutuhkan nya", balas Scarlett sambil mengusap lembut kepala bayinya.
*
"Scarlett, mana keponakan ku aku ingin melihat nya", ujar Olivia menghambur masuk ke dalam kamar yang ditempati Scarlett dan keluarga kecil nya.
"Olivia..
Tampak di belakangnya Mark.
"Tampan sekali keponakan ku", ucap Mark turut berbahagia melihat Darrell yang saat ini berada di dalam box bayi yang terdapat di sebelah tempat tidur Scarlett.
"Huhh Scarlett, kakak mu membuat ku kelelahan seperti orang pingsan saja", cicit Olivia.
Keduanya kemudian cekikikan menahan tawa dengan menutup mulut dengan kedua tangan.
"Mark... Oliv, apa kalian sudah lama datang ?
"Baru saja Ale, kau dari mana ?"
"Dari ruangan dokter Scarlett dan Darrell. Keduanya di nyatakan sehat, besok pagi sudah bisa pulang", ujar Alejandro tersenyum bahagia.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Ibu sudah sangat ingin melihat cucunya. Karena kondisi ibu, aku tidak mengizinkan ia ikut ke mari saat ini. Setelah Scarlett dan keponakan ku pulang saja ibu melihatnya".
__ADS_1
Alejandro dan Mark duduk di sofa, sementara Scarlett dan Olivia bercerita berbagi pengalaman yang satu bercerita tentang melahirkan normal yang sangat luas biasa rasanya. Menurut Scarlett Alejandro sudah memutuskan agar mengambil tindakan operasi Caesar saja, tetapi Scarlett bertekad melahirkan anak mereka dengan kelahiran normal. Ia ingin merasakan menjadi seorang ibu seutuhnya.
"Sementara Olivia menceritakan saat-saat memegang dalam hidupnya. Bahkan ia meminta Mark untuk tidak melanjutkan percintaan mereka semalam karena rasa teramat menyakitkan. Tetapi beberapa saat kemudian ia begitu menikmatinya. bahkan saat Mark merayunya kembali ia menuruti nya.
Keduanya tampak tertawa begitu berbagi pengalaman.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
KARYA EMILY :
PENGANTIN PENGGANTI (tamat)
AIR MATA SCARLETT
(on-going)
MENJADI YANG KEDUA
(new)
SERPIHAN HATI ELLENA
(on-going
__ADS_1