AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
TERJEBAK


__ADS_3

Olivia, sama sekali tidak tertarik melihat dan mendengarkan sesi tanya jawab pengunjung dan pemilik perkebunan yang sudah berhasil mengembangkan anggur jenis Ruby Roman di tanah Merciel.


Seolah seperti super star, Mark memberikan pendapatnya dan menjelaskan secara rinci tentang budidaya ruby ramon.


Walaupun ia baru beberapa hari saja membeli perkebunan Merciel tetapi laki-laki itu sangat lugas menjawab bahkan memberikan masukan untuk para pemula yang ingin mengembangkan biakkan jenis anggur tersebut. Ia seperti sangat menguasai bidang perkebunan.


Tamu undangan tampak terkagum-kagum mendengar pandangan yang disampaikan seorang Mark Rufaro.


Apalagi undangan perempuan-perempuan mereka sangat antusias mendengarkan ulasan Mark. Eits jangan salah, pasti para perempuan itu antusias karena ketampanan Mark Rufaro.


Olivia jengah melihat situasi seperti itu, ia menjauh... Oliv melangkahkan kakinya, ke arah rumah kaca tempat pembibitan anggur Ruby Roman milik perkebunan Merciel.


Kalau boleh jujur Olivia sangat kagum melihat perkebunan Merciel berhasil membudidayakan anggur langkah jenis Ruby. Bukan saja jangka waktu panennya yang lama tetapi karena anggur jenis itu tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Harus benar-benar di perhatikan pH tanah dan kandungan air supaya menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.


Tanpa disadari, Olivia berada di dalam rumah kaca sudah cukup lama hingga hari sudah menjelang sore. Bahkan sebagian orang sudah pulang meninggalkan perkebunan Merciel.


Rumah kaca untuk anggur jenis Ruby memang harus di buat seluas mungkin karena anggur jenis itu berbeda dengan jenis anggur lain yang di bibit kan beberapa bulan saja sudah bisa ditanam di lahan terbuka. Olivia berjalan semakin jauh ke dalam rumah kaca menjauhi pintu masuk.


Semakin jauh berjalan, ternyata di bagian dalam khusus untuk pohon-pohon anggur yang sudah berbuah. Olivia semakin berminat melihatnya. Yang ia tahu Ruby Roman kuntum buah nya hanya sedikit tidak seperti anggur jenis lain yang banyak memiliki kuntumnya.


"Ruby Roman di perkebunan Merciel memang sangat menakjubkan. Wajar saja kalau perkebunan ini dijadikan percontohan bagi pengembang biakan anggur jenis Ruby", batin Olivia.


Ia melihat arloji di pergelangan tangannya. Dan terkejut ternyata hari sudah senja.


"Oh my God, apa yang ada di otakku sampai lupa waktu begini", umpatnya dengan cepat memutar tubuhnya menuju ke pintu tempat ia masuk tadi.


"Selalu menjadi kebiasaan, kalau tengah fokus aku lupa segalanya", gumam Olivia kesal pada dirinya sendiri.


Ia sudah sampai didepan pintu dan membuka handle nya.


"Kenapa pintunya tidak bisa ku buka ?"


Olivia menarik keras-keras handle itu, tetap saja tidak mau terbuka.


"Oh my God, bagai mana ini. Jangan katakan aku terkunci dari luar"


"Hello... help me

__ADS_1


"Ada yang mendengar ku ? please", Olivia mulai berteriak sambil menggedor-gedor pintu rumah kaca milik Mark Rufaro tetapi tidak ada respon apapun dari luar.


Senja telah berganti malam yang gelap. Dan cuaca daerah perkebunan di dataran tinggi akan sangat dingin dimalam hari. Hingga menusuk tulang.


Olivia, mengambil handphone miliknya ia ingin menghubungi Scarlett dan memberi tahu apa yang terjadi padanya saat ini.


"Oh Tuhan, kenapa harus mati juga handphone ku. Bagaimana ini, disini sangat dingin sekali aku bisa terkena serangan HIPOTERMIA.


Olivia hanya menggunakan kemeja katun tipis dan celana jeans saja yang membalut tubuhnya. Sementara cuaca sangat dingin di dataran tinggi seperti Merciel dan Chalons.


Gadis itu mencari tempat duduk di selah pohon anggur, ia menggosok-gosokkan tangannya. Sementara giginya sudah berbunyi gemeretukan. OLIVIA merasakan tubuhnya mengigil dengan hebat. Ia memeluk lututnya dengan kuat.


Ia berusaha berdiri, meraih pintu dan berusaha membuka handle nya lagi, sambil menggedor-gedor pintu lagi. Tapi seakan tidak memiliki tenaga lagi Olivia begitu lemah bahkan suaranya sudah mengecil walaupun ia sudah sekuat tenaga menjerit, tapi yang keluar dari bibirnya hanyalah desisan.


"To-long a-ku, b-buka pintu ..."lirihnya dengan suara tercekat. Dan pandangan matanya pun menjadi buram, tiba-tiba semuanya menjadi semakin gelap...


*


Saat ini Mark dan Peter masih berada di ruang kerja nya. Sekarang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Tok tok tokk


Ketukan di pintu menghentikan pembicaraan serius Mark dan Peter.


"Masuk ..


Tampak mandor perkebunan membuka pintu.


"Ada apa, malam-malam begini kau menemui ku Lewis, apa tidak bisa menunggu esok hari ?"


"Maaf mengganggu tuan, begini... didepan masih ada satu mobil yang parkir hingga sekarang. Keamanan tidak tahu itu mobil siapa".


"Lihatlah ke depan Peter", perintah Mark.


Peter mengangguk kan kepalanya dan keluar ruangan kerja bosnya diikuti Lewis.


Setelah di luar, Peter memperhatikan mobil berwarna putih yang terparkir tidak jauh dari pos penjagaan Merciel.

__ADS_1


"Mobil ini yang kemarin berada di perkebunan Chalons", gumam Peter, ia ingat mobil itu saat mengantar kan bibit keperkebunan sebelah .


Dengan langkah cepat Peter menemui Mark lagi, setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tuan, mobil itu kemarin ada di kantor nona Scarlett, saya ingat saat mengantarkan bibit kiriman tuan", ucap Peter.


Mark yang sedang menulis mengeryitkan alisnya. Tadi ia tidak melihat kehadiran istri Alejandro.. tetapi ia melihat Olivia, jangan-jangan, pikir Mark.


"Kau cek list siapa saja yang hadir dari perkebunan Chalons ke acara kita tadi", perintah Mark. Raut wajahnya berubah sesaat.


"Siapa Peter ?" tanya Mark ingin segera tahu untuk memastikan semuanya.


"Yang terkonfirmasi dari perkebunan Chalons bernama OLIVIA ISABELLE


Mark berdiri dengan cepat dari kursi nya. "Perintah kan orang-orang mencari nya di sekitar kebun Peter, aku tadi melihatnya berjalan ke arah sana.


Mark mengambil jaket tebal dan memakainya. Ia hendak melangkah kan kakinya keluar ruangan dan tampak berpikir. Dan berbalik lagi keruang kerjanya mengambil jaket tebal yang lainnya membawa keluar.


Tampak para pekerja menghidupkan semua lampu-lampu yang mengarah ke kebun anggur.


"Dimana kau gadis keras kepala ?...


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...

__ADS_1


__ADS_2