
"Ale, pagi ini aku kekantor ya. Aku tidak akan bekerja berat hanya memeriksa laporan saja", ucap Scarlett sedikit memohon agar diizinkan Alejandro.
"Tidak, kau di rumah saja. Aku akan meminta asisten mu melaporkan semua proyek yang sedang kau kerjakan di rumah."
"Tapi Alejandro aku sudah tidak bekerja sejak kehamilan ku. Walaupun kau menambah asisten untuk ku tapi aku kurang puas jika tidak melihat langsung pekerjaan ku. Sesekali aku ingin melihat secara langsung Ale", ujar Scarlett memberikan alasannya.
"Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kau juga anak kita Scarlett. Kau harus mengerti, berhentilah mendebat ku", jawab Alejandro sambil mengancingkan kemejanya.
Kalau sudah begitu, Scarlett lah yang akan patuh pada Alejandro.
"Iya Ale", jawab Scarlett pelan nyaris tak terdengar.
"Nah begitu seharusnya, semuanya kulakukan demi menjaga mu dan calon anak kita", ucap Alejandro sambil mencium pucuk kepala Scarlett.
"Tapi aku tidak apa-apa Ale, kau terlalu kuatir", ucap Scarlett sambil bergelayut manja dilengan suaminya.
Alejandro mengusap lembut wajah istrinya yang semakin berisi.
"Ada apa di luar suara gaduh seperti itu", gumam Alejandro melangkahkan kakinya ke balkon kamar diikuti Scarlett dibelakangnya.
Suara perempuan memanggil Alejandro begitu jelas hingga terdengar sampai kekamar mereka.
Huhh..
Alejandro menarik nafas panjang.
Caroline..
"Ada apa perempuan itu kemari, ia mencari masalah dengan ku", batin Alejandro
"Scarlett kau di sini saja, aku akan melihat ke bawah", ucap Alejandro berlalu dari hadapan Scarlett yang tak bergeming.
"Wanita itu bukankah dia...Caroline ?" gumam Scarlett.
Kali ini Scarlett tidak mendengarkan perintah Alejandro ia melangkahkan kakinya turun kebawah.
"Ada apa ribut-ribut disini" tanya Alejandro menatap tajam penjaga dan Caroline.
"Sayang... mereka sangat kasar kepada ku. Aku tidak diizinkan masuk menemui mu", ucap Caroline dengan manja. Ia memeluk tubuh Alejandro.
Dengan kasar Alejandro melepaskan pelukannya Caroline.
"Pergi dari perkebunan ku sekarang juga Caroline atau orang-orang ku akan bertindak lebih kasar kepada mu", ketus Alejandro.
Caroline melihat Scarlett keluar dari dalam rumah, ia kembali memeluk tubuh Alejandro "Aku merindukan mu sayang", bisiknya.
__ADS_1
"Usir wanita ini teriak Alejandro pada penjaga. Ingat Caroline tidak ada apa-apa lagi antara kita, jangan sekali-kali kau menampakkan wajah mu dihadapan ku lagi", ketus Alejandro sambil membalikkan tubuhnya.
"Alejandro kau tidak bisa mengusir ku, aku membutuhkan mu disamping ku. Aku sedang sa-sakitt Ale, umur ku tidak lama lagi", ucap Caroline dengan suara bergetar ia menghambur memeluk tubuh Alejandro dari belakang.
Scarlett melihat semuanya, Scarlett mendengar semuanya. Ia tak bergeming dari tempatnya menatap perempuan lain memeluk erat tubuh suaminya. Hanya saja kristal bening sudah menganak di pelupuk matanya diluar kemampuannya menahan semuanya.
Alejandro melihat Scarlett yang berdiri mematung menatap ia dan Caroline.
Alejandro menghentak kan tangan Caroline dengan keras.
"Sudah aku katakan berulang kali Caroline, aku tidak mencintaimu. Pergilah dari perkebunan ku", ucap Alejandro dengan tegas tak terbantahkan.
Alejandro menghampiri Scarlett yang diam tak bergeming. Ia memeluk pinggang Scarlett hendak mengajak nya masuk kedalam.
"A-Ale..."
Brukkk...
"Nona..." keamanan menghampiri perempuan yang tiba-tiba ambruk.
Scarlett melihat tubuh Caroline tergeletak di tempatnya saat memeluk Alejandro tadi.
"Ale, sepertinya Caroline pingsan", ucap Scarlett menatap sekilas wajah Alejandro yang mengeras.
"Kenapa kau membantah ku Scarlett, aku sudah meminta mu tetap dikamar", ujar Alejandro dengan tegas. Ia tidak menggubris perkataan Scarlett tentang kondisi Caroline.
"Kenapa kau marah kepada ku Ale, apa ada yang tidak boleh aku ketahui dan dengarkan ?", balas Scarlett menatap kedua netra suaminya yang menggelap.
"Saat ini perempuan itu pingsan Ale. Apa kau tidak ingin menolong kekasih mu itu hah ?", ketus Scarlett dengan suara meninggi.
"Hentikan Scarlett...hubungan kami tidak seperti yang kau pikirkan", jawab Alejandro.
"Lantas hubungan seperti apa diantara kalian, sampai perempuan sesibuk itu mendatangi mu ke mari. Aku harap kau bisa menyelesaikan masalah mu dengan CAROLINE, Ale", ucap Scarlett dengan suara lirih. Ia pergi meninggalkan Alejandro sendirian di ruang kerjanya.
"Shittt..
Alejandro memijat pelipisnya. Ia tidak menyangka Caroline bisa bertindak sejauh ini. Bahkan menemukan keberadaan nya.
tok tokk tokk..
"Masuk..
"Tuan, nona itu masih pingsan dan mengalami pendarahan pada hidung nya. Apa yang harus kita lakukan padanya, saat ini ia masih di tempat keamanan" ucap Samuel yang tampak bingung.
*
__ADS_1
Scarlett berdiri di balkon dan melihat beberapa keamanan mengangkat tubuh Caroline masuk ke dalam rumah.
Scarlett terdiam melihat semuanya kemudian Ia kembali masuk ke kamar.
Scarlett tidak tahu harus bagaimana menyikapi kondisi seperti ini. Scarlett menyandarkan tubuhnya pada ujung tempat tidurnya, dan membaca buku. Walaupun pada kenyataannya ia tidak fokus pada lembaran buku yang dibacanya. pikirannya tertuju pada caroline yang berada dirumah ini.
ceklek..
Alejandro membuka handle pintu kamar, ia menatap Scarlett yang tidak perduli dengan kehadirannya. Alejandro tahu Scarlett marah padanya. Ia duduk diujung tempat tidur dan mengusap wajah Scarlett.
"Scarlett, kau tenang saja aku akan menyelesaikan masalahku dengan Caroline" ucap Alejandro.
Scarlett tidak memperdulikan nya. Scarlett masih fokus pada bacaan nya. Tak sedikitpun ia menatap Alejandro. Walaupun pada kenyataannya ia sama sekali tidak membaca tulisan yang ada di lembaran buku tersebut.
Alejandro tampak kesal melihat Scarlett mendiamkan nya seperti itu. Ia mengambil paksa buku yang ada ditangan Scarlett.
Scarlett tak bergeming, ia tetap di tempatnya dan menundukkan kepalanya. Tanpa bisa ditahannya buliran bening jatuh di pipinya.
Alejandro kaget melihat istrinya menangis seperti itu.
"Sayang..
Alejandro hendak memeluk tubuh Scarlett, tapi Scarlett menghindari nya.
"Aku tidak ingin kau menyentuh ku sebelum kau selesai kan masalah mu dengan Caroline", ucap Scarlett tak bergeming.
"Aku tidak ingin kau berpikiran macam-macam Scarlett, kau sedang mengandung anak ku. Aku tidak mau hal seperti ini berdampak tidak baik pada kehamilan mu".
"Kau tahu konsekuensinya, menjalin sebuah hubungan Ale. Seharusnya kau memutuskan hubungan mu dengan wanita itu sebelum menikahi ku", ketus Scarlett tak terbantahkan.
"Bagaimana aku bisa menolak takdir, aku tidak pernah menyangka saat kembali keperkebunan ini bertemu dengan mu. Dan jatuh cinta kepada mu. Kau sangat tahu Scarlett, pada awalnya aku kembali ke Chalons hanya untuk sesaat bukan untuk menetap selamanya. Bahkan aku berniat menjual perkebunan ini", jawab Alejandro sambil menatap Scarlett yang menghindarinya.
Scarlett terdiam mendengar penjelasan Alejandro. Iya memang benar apa yang di ucapkan Alejandro.
Saat Kepergian tuan Mathias, Alejandro berniat menjual perkebunan ini. Bahkan saat itu Scarlett lah yang memohon pada Alejandro untuk menetap di perkebunan dan pada akhirnya Scarlett berhasil membuat Alejandro melupakan keinginan nya untuk menjual perkebunan.
Laki-laki itu memutuskan menetap diperkebunan. Bahkan tak sekalipun ia kembali ke London. Alejandro benar-benar kembali mencintai tanah kelahirannya ini karena Scarlett.
Scarlett mengusap butiran bening yang keluar di pelupuk matanya dengan punggung tangannya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, kau telah memutuskan wanita itu masuk ke hacienda ini Ale", lirih Scarlett menatap kedua netra coklat terang milik Alejandro.
"Tidak merubah apapun, kau istriku yang aku cintai dan calon ibu dari anak-anakku. Aku harap kau mengerti situasi nya, tunggulah beberapa hari saat orang ku memiliki bukti kuat tentang kebohongan Caroline yang mengatakan ia sakit dan kita mengetahui apa tujuannya yang sebenarnya datang ke sini".
"Aku sangat tahu perempuan seperti apa Caroline itu ia tidak akan mau hidup di perkebunan seperti ini. Aku yakin ia merencanakan sesuatu. Dan kita akan segera mengetahui maksud dari semuanya".
__ADS_1
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏