
"Kau sudah bangun...?"
Suara bariton, khas seorang pria menghentakkan pendengaran Olivia. Spontan Olivia mendudukkan tubuhnya dengan tegap, ia mecari sumber suara itu.
Kedua netranya di kejutkan dengan sosok laki-laki yang paling ingin dihindari nya dimuka bumi ini.
"Kenapa kau ada di kamar ku ?
Keluar...!"
"Hahaaaaa...kamar mu ?"
Olivia terkejut mendengar laki-laki didepannya tertawa.
Olivia mengalihkan pandangan matanya ke seluruh kamar.
Wajahnya langsung berubah mengenaskan dan kaget mengetahui ia bukan berada di kamar apartemen miliknya.
"Di mana aku, kenapa aku bisa berada di kamar ini", ucap nya dengan wajah sangat kaget.
Olivia melihat tubuhnya sudah berganti pakaian yang bukan miliknya. Kemeja berwarna putih yang sangat kebesaran di tubuhnya.
"Apa-apaan ini, kenapa aku memakai ini. Kemana baju ku", hardiknya berlari menghampiri tempat Mark duduk santai sambil tersenyum lucu melihat tingkah Olivia yang panik.
__ADS_1
Olivia menarik kencang kaos yang dipakai Mark, ia begitu kesal melihat laki-laki itu mentertawakan nya yang terlihat sangat bodoh saat ini.
Bretttt...Kaos Mark sobek memanjang, akibat perbuatan Olivia.
"Bangun kau, apa yang sudah kamu lakukan kepada ku bajingan. Aku tidak akan memaafkan mu atas perbuatan mu pada ku seperti ini !"
Heiiii...apa kau tidak ingat di mana kau terakhir berada diperkebunan ku ini, apa kau tidak Ingat sama sekali hahh ?" ketus Mark dengan suara keras membentak Olivia.
Emosinya tersulut melihat perbuatan Olivia kepadanya.
"Kau ini benar-benar ya, bukannya berterima kasih kepada orang yang sudah membantu mu yang hampir kehilangan nyawa", hardik Mark menatap tajam wajah Olivia yang terdiam mematung di hadapannya.
"Arggh.." umpat gadis itu, ia mencari tas miliknya yang ternyata ada di nakas sebelah tempat tidur.
Olivia berlari keluar kamar, tanpa menoleh lagi ke arah Mark yang menatapnya tajam dengan netra abu-abu dan rahang semakin mengeras menahan kekesalan.
Saat sampai di bawah Rossa melihatnya,
"Syukurlah nona sudah bangun, semalam saya mengganti pakaian nona dengan kemeja tuan. Ayo sarapan nona, tuan Mark meminta saya menyiapkan semuanya untuk nona".
Olivia tak bergeming di ujung tangga, ia mencerna semua perkataan pelayan itu.
"HM, Terima kasih bibi saya buru-buru", jawab Olivia memberikan senyuman singkat pada perempuan paruh baya dihadapan nya. Ia melangkah kan kakinya dengan cepat menuju mobilnya.
__ADS_1
"Tapiii nona...
Rossa tidak melanjutkan ucapannya karena gadis itu telah berlalu dari hadapannya.
*
Mark masih kesal dengan kelakuan Olivia. Laki-laki itu tak berhenti mengumpat kesal, bahkan ia melempar bantal yang di ditiduri oleh Olivia semalaman dikamar nya itu.
"Gadis itu benar-benar membuat darah ku mendidih, enak saja ia menuding ku melakukan hal yang tidak-tidak kepada nya. Bukannya berterima kasih dengan bantuan ku, ia malah semakin bertindak anarkis", gerutu Mark sambil membuka pakaian nya yang sudah sobek besar karena ulah Olivia.
Mark melangkah ke kamar mandi, saat ini ia ingin berendam untuk menghilangkan penat tubuhnya karena semalaman tidak tidur. Dan beberapa saat yang lalu terjadi perdebatan lagi antara diri nya dan Olivia yang membuat hatinya kesal hingga sekarang.
*
KALAU MAU CRAZY UP, JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
__ADS_1
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...