AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
AJAKAN MAKAN MALAM


__ADS_3

"Kenapa kau berpisah dari keluarga mu Mark ?", tanya Olivia yang tidak bisa menahan rasa penasarannya. Setelah mendengar sepenggal kisah Mark Rufaro.


Mark menarik nafas panjang, bahkan Olivia bisa merasakan hembusan nafas Mark di leher jenjangnya.


"Cerita nya sangat panjang berliku. Tapi sudah satu tahun belakangan ini aku meminta orang mencari keluarga ku itu.


Terakhir mereka berada di kota ini", ucap Mark dengan netra abu-abu nya menatap jauh ke depan.


Olivia, mengusap-usap lembut dada bidang milik Mark yang berdiri di depannya.


"Mark jika kau membutuhkan teman untuk berbagi cerita, aku siap mendengarkan", ujar Olivia dengan tatapan lembut nya.


Mark, tersenyum mendengarnya.


Ia mencium lembut bibir Olivia, dan memperdalamnya saat Olivia menerimanya dengan membuka mulutnya dan membalas ciuman itu. Mark memeluk pinggang Olivia sementara tangan Olivia melingkar di leher laki-laki itu. Siapa pun yang melihat adegan itu pasti mengira mereka sepasang kekasih yang saling mencintai.


Setelah cukup lama keduanya berbagi rasa, Mark mengendur kan ciuman mesra nya. Sementara Olivia perlahan membuka kedua matanya. Dengan tangan masih memeluk leher Mark Rufaro.


"Aku sangat menyukai mu Olivia Isabelle", ucap Mark pelan dengan suara terdengar parau dan tangannya mengusap lembut bibir Olivia yang menjadi bengkak akibat perbuatan nya.


Wajah Olivia merona. Lagi-lagi ia mendengar kata-kata Mark seperti itu, menyatakan rasa sukanya kepada Olivia.


"Mark, sebentar lagi senja sebaiknya aku pulang saja sekarang", ucap Olivia sambil melepaskan perlahan kedua tangannya yang melingkar di leher Mark.


"Makan malam lah bersama ku Oliv", ucap Mark meminta Olivia sesaat bersamanya di hacienda miliknya.


"Tapii..


"Sudahlah tidak ada tapi-tapiian, ayo ikut dengan ku ke hacienda. Temani aku makan malam", ucap Mark tanpa perduli dengan rasa kaget Olivia karena tangannya di genggam kuat oleh Mark.


Mark mengambil tas Olivia dengan tangan kanannya sementara tangan sebelah kiri menggenggam erat tangan gadis itu.


Mulai dari keluar ruangan kerjanya, Mark memperlihatkan gesture tubuh yang tampak begitu mesra dengan Olivia. Bahkan sang sekretaris Daniella di buat terbengong-bengong, melihat wajah bos nya sangat terpancar rona bahagia seperti itu.


Saat keluar lift di lantai bawah pun semua mata karyawan perusahaan Mark tampak terkejut melihat kemesraan yang di pertontonkan oleh atasan mereka secara terbuka di hadapan semua nya. Bahkan Mark memeluk mesra pinggang Olivia menuju ke mobil mewahnya.

__ADS_1


"Mark...aku membawa mobil sendiri saja, biar nanti aku bisa langsung pulang ke kota. Ke apartemen ku", ucap Olivia saat mengetahui Mark mengajak nya masuk juga ke dalam mobilnya.


"Biarkan saja mobil mu di sini, nanti orang ku akan mengantarkan ke apartemen mu.


Kau ikut mobil ku saja, nanti pulangnya aku akan mengantarmu", jawab Mark sambil membuka handle pintu utama untuk Olivia.


Olivia tidak bisa membantah lagi, jika sudah seperti itu. Ia menuruti perkataan Mark.


"Naik lah Olivia, apa kau tidak lapar hem ?" seru Mark yang sudah berada di belakang kemudi.


"Iya..", jawab Olivia sambil menyandarkan punggungnya di kursi mobil milik Mark Rufaro.


Tak butuh waktu yang lama untuk sampai ke hacienda. Tampak keamanan membukakan pintu Mark dan Olivia.


Mark menggandeng mesra jemari Olivia memasuki rumahnya.


"Selamat malam tuan...


"Selamat datang kembali di hacienda nona", ucap pelayan yang membantu Olivia malam itu.


"Rossa perkenalkan ini Olivia, mulai sekarang ia bebas kapan pun datang ke hacienda ini Rossa", ucap Mark memberikan penjelasan pada Rossa.


"Baik tuan", ucap Rossa dengan hormat.


"Aku mau mengganti pakaian ku dulu, kau mau menunggu ku di mana. Di kamarku juga boleh..", ucap Mark menggoda Olivia.


"Hmm.. aku menunggu mu disini saja, silahkan ganti pakaian mu", seru Olivia dengan cepat.


"Kau yakin tidak mau ikut dengan ku kekamar", ucap Mark melancarkan godaan nya sambil mengusap lembut wajah Olivia yang kembali merona.


"Berhentilah menggoda ku Mark, atau aku pulang sekarang", protes Olivia, sambil mengerucutkan bibirnya.


"Oke, kau bebas menunggu ku di tempat mana yang kau mau, aku hanya sebentar saja", ucap Mark sambil berlalu naik ke lantai atas.


Setelah Mark berlalu, Olivia menghampiri Rossa yang ada di pantry.

__ADS_1


"Nona Olivia apa yang anda lakukan di pantry ? nanti nona kotor, tuan bisa memarahi saya" ucap Rossa saat melihat Olivia berada didekatnya.


"Tidak apa-apa bibi, Mark tidak akan marah kepada mu", jawab Olivia sambil tersenyum ramah.


"Bibi, terima kasih karena sudah merawat ku malam itu", ucap Olivia dengan tulus.


Rossa tersenyum mendengar perkataan Olivia.


"Nona sama sekali tidak merepotkan saya. Tuan Mark sudah seperti anak bagi saya. Saya sudah merawatnya sedari kecil. Jadi kalau tuan muda sudah membawa seseorang ke rumahnya berarti orang itu sangat spesial untuk nya", ucap Rossa sambil mengusap lembut lengan Olivia.


"Apa kalian membicarakan aku ?", seru Mark yang sudah berada di pantry berdiri diantara Olivia dan Rossa.


Rossa tersenyum, "tidak ada apa-apa tuan muda. Nona Olivia hanya mengucapkan terima kasih kepada ku karena malam itu tuan".


Mark menganggukkan kepalanya, "Baiklah ayo kita makan malam sekarang, kau pasti sangat lapar Oliv. Kau harus makan banyak seperti siang tadi ya. Masakan bibi Rossa sangat enak kau pasti menyukainya", ujar Mark sambil menggandeng tangan Olivia ke meja makan.


Beberapa saat Mark dan Olivia menghabiskan waktu makan bersama dalam suasana hangat, sesekali berbicara tentang masing-masing.


Rossa sangat senang melihat tuan muda nya terlihat sangat bahagia seperti itu. Tidak nampak kesepian lagi seperti biasanya saat berada sendirian dirumahnya.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...

__ADS_1


__ADS_2