AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
ALE VS JAVI


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu...


Sekarang weekend, semalam Scarlett meminta izin pada Alejandro untuk mengunjungi rumah kenangan ia dan ayahnya yang terletak dipinggiran kota Champaign.


Alejandro mengizinkannya, dan ia akan pergi menemani Scarlett ke rumah itu.


Rumah Scarlett sekarang sudah dijadikan panti asuhan untuk anak-anak yang tidak memiliki keluarga lagi.


Tadinya panti asuhan itu, terletak tepat di samping rumah nya. Semenjak Damian meninggal dan Scarlett tinggal di perkebunan Chalons, Scarlett memutuskan rumah mereka di serahkan kepada pengurus panti. Untuk ditempati oleh penghuni panti yang jumlahnya cukup banyak.


Saat masih kecil Scarlett sering di titipkan ayah di sana, karena ayahnya bekerja dari pagi hingga sore. Kadang kala sampai malam juga.


Beranjak remaja Scarlett lah yang membantu pengurus panti untuk menjaga anak-anak yang masih kecil kecil di sana.


Selama ayah Alejandro masih hidup ia menjadi donatur tetap di panti tersebut. Yang banyak dihuni oleh anak-anak yang kurang beruntung dalam hidupnya.


Semenjak Scarlett menikah dengan Alejandro, ia tidak pernah ke panti. Hanya sekarang lah ia berani meminta izin ke pada suaminya untuk berkunjung ke sana.


Scarlett juga meminta izin pada Alejandro untuk membawakan makanan dan pakaian untuk anak-anak panti yang ada didekat rumahnya.


Sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Alejandro mengendarai sendiri mobilnya. Ia mengajak Scarlett berbelanja semua makanan dan pakaian yang akan dibagikan pada anak-anak.


Alejandro juga membeli berbagai mainan berupa mobil-mobilan untuk anak laki-laki dan boneka untuk anak perempuan.


Alejandro mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, melewati pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan antara kota Champaign menuju pinggiran kota tersebut.


Setelah beberapa saat, kendaraan Alejandro berhenti disebuah rumah mungil dengan halaman luas.


Rumah bercat putih bersih itu tampak asri dan terawat.


Scarlett dan Alejandro turun dari mobil.


Tampak dari dalam rumah keluar perempuan paruh baya yang menatap ke arah mobil, mungkin ia ingin melihat siapa yang mengunjungi mereka.


"Scarlett ?"


"Apakah kamu Scarlett ?", tanya ibu panti saat melihat Scarlett berjalan dari arah bagasi mobil membawa tote bag menghampiri ia yang berdiri di depan rumah.


"Ibu Catherine, ini Scarlett ibu", ucap Scarlett menghampiri perempuan yang di panggil nya Catherine.


"Scarlett, anak ku", balas Catherine sambil memeluk erat tubuh Scarlett.


Sementara dari dalam rumah tampak keluar pengurus panti yang lainnya beserta anak-anak yang ada disana. Mereka mendengar suara Catherine memanggil Scarlett, hingga semua penghuni keluar rumah.


"Kau membuat ibu pangling nak, kau semakin cantik sayang", ujar Catherine sambil mengusap lembut rambut hitam Scarlett yang terurai.


Catherine melihat Alejandro membawa beberapa box dari dalam mobil, spontan Catherine meminta bantuan anak-anaknya yang sudah besar untuk membantu Alejandro.


Alejandro berdiri di samping Scarlett.


"Ibu kenalkan Alejandro Mathias suami ku", ucap Scarlett.


Catherine agak terkejut mendengar Scarlett mengenalkan Alejandro sebagai suaminya. Kemudian tersenyum sumringah.


"Selamat datang nak di panti kami, semoga kau nyaman berkunjung kemari", ucap Catherine sambil tersenyum ramah pada Alejandro.


Alejandro mengangguk kan kepalanya, sambil senyum juga.


"Ibu, Alejandro adalah putra tuan Mathias yang menjadi donatur panti ini", ujar Scarlett menjelaskan pada Catherine siapa Alejandro yang sebenarnya.


Catherine menatap Alejandro dan tersenyum.


"Tuan Mathias orang yang sangat baik, ia lah yang selalu membantu kami di panti ini.


Rumah ini dulunya rumah tuan Damian ayah Scarlett. Semenjak Scarlett tinggal diperkebunan tuan Mathias, ia mengizinkan anak-anak tinggal di rumah ini.


"Sementara anak-anak yang sudah besar tinggal di rumah panti yang lama, yang berada di sebelah rumah ini", ucap Catherine menjelaskan.


Alejandro mendengarkan dengan penuh perhatian perkataan Catherine.

__ADS_1


"Rumah ini menjadi rumah kenangan Scarlett, jadi tidak ada yang di rubah", ujar Catherine.


Semuanya tetap sama seperti pada saat Scarlett dan ayahnya tinggal disini. Bahkan photo kenangan Scarlett dan ayahnya masih tertempel di dinding rumah ini.


*


Scarlett membagikan hadiah yang dibawanya kepada semua yang ada di panti.


Anak-anak tampak antusias menerima pemberian kakak mereka. Bahkan anak-anak yang masih kecil memeluk Scarlett dan Alejandro bergantian.


Alejandro tampak senang melihat anak-anak itu bahagia mendapatkan hadiah dari Scarlett. Ia dulu sering di ajak ayah nya mengunjungi panti yang ada dekat perkebunannya.


Sementara Scarlett masih bermain dengan anak-anak di ruang keluarga, Alejandro melihat-lihat photo Scarlett dan ayahnya yang tertempel ruang tamu rumah itu. Scarlett sangat menggemaskan saat masih kecil bahkan tubuhnya berisi.


Alejandro tersenyum-senyum sendiri melihat photo-photo itu.


"Apa yang membuat mu lucu, Ale. Kenapa kau tersenyum-senyum begitu", tanya Scarlett dengan tatapan selidik.


"Kau sangat menggemaskan saat masih kecil. Lihatlah pipi mu begitu berisi", ucap Alejandro menggoda Scarlett sambil mencubit pipi Scarlett .


"Hentikan Alejandro, jangan mengejek ku", balas Scarlett sambil cemberut.


"Lihat lah kalau kau cemberut begitu mirip sekali seperti photo ini", ujar Alejandro tertawa semakin menggoda Scarlett.


"Ahh, hentikan Ale", balas Scarlett sambil memukul-mukul lengan Alejandro.


"Baiklah aku diam sekarang, adik yang menggemaskan", jawab Alejandro sambil merapatkan bibir nya dan dua jarinya disatukan memperagakan bahwa mulut nya telah terkunci rapat.


Setelah cukup lama Scarlett berkunjung ke panti, mereka pamit untuk kembali ke perkebunan.


Alejandro mengundang semua keluarga panti berkunjung ke Chalons.


Catherine dan yang lainnya sangat senang dan berjanji akan mengunjungi Alejandro dan Scarlett dalam waktu dekat.


*


Scarlett menyandarkan punggungnya.


"Alejandro terima kasih untuk hari ini, karena kau sudah mengizinkan dan mengantarkan aku menemui keluarga ku di panti", ucap Scarlett sambil menatap Alejandro yang sedang fokus mengendarai mobilnya.


"Keluarga mu juga menjadi keluarga ku, Scarlett", jawab Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett.


"Apa ada yang ingin kau beli di sini Scarlett ?", tanya Alejandro saat mobilnya melintas ditengah kota Champaign.


"Tidak ada Ale, kita langsung saja ke perkebunan", jawab Scarlett sambil memeluk lengan Alejandro dan menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh itu.


*


Setelah berkendara selama satu setengah jam perjalanan, mobil yang dikendarai Alejandro memasuki kawasan perkebunan Chalons. Tak lama mobil itu berhenti tepat di depan hacienda.


Terlihat Moza dan Javier sedang berbicara sambil tertawa-tawa di kursi taman yang ada di sebelah hacienda.


"Kalian sudah kembali", tanya Javier saat melihat kedatangan Alejandro dan Scarlett.


"Kau kemari menerima tantangan ku untuk berenang di danau atau menemui Moza, Javi ?", tanya Alejandro menatap Javier dan Moza bergantian.


"Keduanya", jawab Javier spontan.


Sementara wajah Moza merona mendengar jawaban Javier.


Scarlett tersenyum menggoda Moza.


"Apa kau tidak kelelahan Alejandro jika kita berenang sore ini. Kau baru saja kembali dari kota".


"No problem, tubuh ku kuat", jawab Alejandro.


Alejandro memanggil Demian untuk menyiapkan kuda mereka berempat.


Sementara Scarlett dan Moza ke pantry menyiapkan bekal mereka selama di danau.

__ADS_1


Saat ini masih pukul tiga sore, mereka memiliki banyak waktu untuk bersantai sebelum senja.


*


Keempat nya sudah mengendarai kuda masing-masing, menuju danau.


Selama menunggangi kuda, ada-ada saja joke-joke yang di lontarkan Alejandro dan Javier tentang masa kecil mereka, membuat semuanya tertawa.


Setelah sampai di pinggir danau ke-dua laki-laki itu langsung berlomba-lomba siapa yang paling cepat sampai ke seberang kemudian kembali lagi ketempat semula.


Scarlett dan Moza masing-masing memegang satu jagoan. Scarlett tentu saja mengunggulkan Alejandro. Sementara Moza dengan malu-malu memberikan support buat Javier.


Pada saat menyeberang Javier lebih unggul di banding Alejandro yang tertinggal sedikit.


Sementara saat berenang kembali Alejandro lebih ngotot dan ia lah sebagai pemenangnya.


"Wah ternyata kalian imbang, ucap Moza tertawa sambil memberikan handuk pada Javier.


"Not bad, ku akui kau semakin hebat Javi", ucap Alejandro mengangkat jempolnya .


"Kita harus melakukan lomba ulang" jawab Javier.


"Seharusnya aku bisa lebih baik lagi dan mengalahkan mu", ucap Javier lagi


"Oke, tapi jangan hari ini. Kita lakukan lain waktu lagi", jawab Alejandro.


Sementara Javier dan Alejandro mengganti pakaian mereka di pondok Scarlett dan Moza menyiapkan cemilan dan minuman yang sudah mereka bawa dari hacienda.


Canda tawa terdengar dari obrolan ke empat nya.


Sambil menikmati waktu di sore hari, yang terasa yang tenang dan nyaman di tepian danau Chalons.


"Alejandro, kenapa ditepian danau ini tidak kau bangun villa berukuran kecil", tanya Javier.


"Iya, saat remaja aku sempat berpikir seperti itu. Tetapi setelah aku kembali ke sini justru aku tidak mewujudkan rencana dulu. Aku tidak ingin merubah apa yang sudah ada sejak aku kecil".


"Kau ingat Javi, beginilah ke adaan danau pada saat dulu kita sering bermain di sini. Jika aku bangun villa di kawasan ini pasti suasananya akan berubah. Makanya aku hanya memiliki pondok saja sebagai tempat beristirahat saat ke danau", jawab Alejandro.


"Iya kau benar Ale, begitu banyak kenangan disini", ucap Javier sambil menyeruput espresso hangat.


"Apa kalian tidak ini berenang, sayang ?", tanya Alejandro pada Scarlett dan Moza.


"Lain kali saja ", jawab Scarlett berbarengan dengan Moza.


Moza mengambil kan cheese cake buat Javier. "Kau harus mencoba cake ini Javi, sangat enak dan lembut".


Sementara Moza masih memegang piring kecil berisi cheese cake, Javier mencicipi nya dengan garpu.


"HM.. benar ini sangat lembut dan enak", jawab Javier.


"Aku yang membuatnya bersama bibi Ana", jawab Moza.


"Benarkah ?, kau pintar memasak Moza ?"


"Memasak salah satu hobi yang aku miliki di kala waktu senggang", jawab Moza


"Good girl", balas Javier.


Setelah menjelang senja, mereka kembali ke hacienda.


Dan Javier langsung pamit pulang, karena ada janji bersama ayahnya. Sebelum menaiki mobil nya Javier mengingatkan Alejandro untuk kembali melanjutkan lomba renang mereka tadi.


Setelah Javier pulang, Scarlett dan Alejandro langsung naik kekamar mereka begitu pun Moza.


Alejandro meminta Levia mengantarkan makan malam ke kamar mereka. Alejandro juga minta dibuatkan teh herbal hangat untuk mengembalikan kondisi fisik yang seharian beraktivitas.


...***...


LIKE DAN VOTE YA 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2