AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
MENCARI KEBERADAAN OLIVIA


__ADS_3

"Dimana kau gadis keras kepala ?...


"Peter, kerahkan lagi orang kita mencari ke seluruh perkebunan. Cepat temukan gadis itu. Sekarang sudah malam dan cuaca di luar sangat dingin. Gadis itu dalam bahaya", Perintah Mark.


"Baik tuan", Peter segera berkoordinasi dengan Lewis mencari keberadaan Olivia.


Sebagian pekerja memanggil-manggil nama Olivia, supaya pemilik nama mendengar dan tahu orang-orang yang sedang mencarinya.


"Di sini hawa nya dingin sekali, sudah memakai jaket tebal pun rasanya masih menusuk sampai ke tulang. Di mana gadis itu. Saat sesi tanya jawab aku melihat ia menjauh", gumam Mark.


Mark ikut menyusuri jalanan perkebunan mencari Olivia. Bahkan orang-orangnya berteriak memanggil Olivia, tetapi masih belum ketemu juga dan tidak ada sahutan sama sekali.


Setelah beberapa saat, sebagian pekerja berkumpul dihadapan Mark menunggu perintah selanjutnya. Sebagian lagi melanjutkan pencarian sampai ke ujung perkebunan Merciel.


Olivia belum juga di temukan. Malam semakin larut gadis itu seperti hilang jejak di perkebunan itu.


Mark melihat jam tangannya, sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Ya tuhan di mana gadis itu, udara semakin dingin aku takut ia mengalami penurunan suhu tubuhnya", ucap Mark yang sudah nampak panik. Ia berkacak pinggang sambil memijat pelipisnya.


Mark meminta orang-orang nya memeriksa semua tempat dengan teliti, hingga netra Mark menatap rumah kaca yang berada di depannya berdiri.


"Peterrrr....


"Iya tuan", Peter berlari mendekati.


"Buka pintu rumah kaca sekarang, dan hidupkan semua lampu nya !" perintah mark yang sudah terlihat kepanikan di wajah kerasnya.


Peter memerintahkan Lewis untuk membuka pintu rumah kaca yang sudah di kunci dari luar. Tempat itu setiap menjelang senja di kunci rapat, untuk menghindari pencurian atau hal-hal lalai lainnya. Mengingat di sana terdapat pohon anggur unggulan milik perkebunan Merciel dengan harga yang sangat mahal.


Lewis membuka anak kunci dan mendorong handle pintu rumah kaca.


Setelah pintu terbuka lebar, Netra Mark langsung melihat tubuh Olivia tergeletak di tanah. Mark berlari dengan cepat di ikuti orang nya.

__ADS_1


"Olivia...!"


Mark mendekatkan jari telunjuk nya ke hidung Olivia dan memeriksa denyut nadi tangan kanannya. Ia melihat bekas memerah dipergelangan Olivia.


"Denyut nadi nya begitu lemah, segera hubungi dokter, Peter !"


Mark mengangkat kepala Olivia itu ke pahanya dan memasangkan jaket tebal yang dibawanya.


Sesaat ia menatap wajah cantik yang begitu pucat itu, sementara bibirnya sudah berubah menjadi keunguan. Mark memeluk erat tubuh Olivia yang begitu lemah dan tidak sadarkan dirinya. Beberapa kali laki-laki itu mengusap lembut wajah Olivia. Memberikan kehangatan lewat tangannya.


"Kau harus bertahan Olivia, bertahanlah", ucap Mark sambil mengangkat tubuh gadis itu.


Sebenarnya Peter menawarkan dirinya untuk mengangkat tubuh Olivia membawanya ke hacienda tetapi Mark tidak menggubrisnya. Dengan gerak cepat Mark mengangkat tubuh Olivia yang tidak sadarkan diri dengan tangan terkulai lemah.


Peter berlari membuka lebar pintu sebelum Mark masuk.


Dengan langkah cepat Mark menaiki tangga membawa Olivia ke kamarnya yang berada dilantai dua. Kembali Peter membukakan pintu sebelum Mark merebahkan tubuh gadis itu di tempat tidurnya.


Sebenarnya Peter sedikit aneh dengan tingkah bosnya itu, kenapa malah membawa gadis itu ke kamar pribadinya. Toh banyak sekali kamar di hacienda milik bos nya itu .


"Dokter sudah datang tuan", ucap Rossa dengan wajah panik memberitahu kan pada Mark yang duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap-usap tangan Olivia, supaya hangat.


Bertahanlah, dokter akan memeriksa mu", ucap Mark sambil mengusap lembut wajah Olivia yang begitu memutih seperti tidak ada aliran darah di wajah itu.


"Selamat malam..


"Silahkan periksa gadis ini dokter, ia mengalami hipotermia penurunan suhu tubuh karena terlalu lama di luar dalam keadaan cuaca sangat dingin", ucap Mark sambil menatap ke arah Olivia.


Dokter langsung memeriksa tubuh tergolek lemah di tempat tidur berukuran king size, tempat tidur Mark Rufaro.


Dokter langsung memeriksa keadaan pasien, memeriksa denyut nadi nya juga. Membuka kedua kelopak mata Olivia dan memeriksanya menggunakan senter mini.


"Pasien mengalami hipotermia, yang disebabkan terlalu lama berada di tempat dingin dengan suhu ekstrem. Hal ini bisa di sebabkan karena pasien memakai pakaian yang tidak memadai di tengah cuaca ekstrem begini. Sebaiknya segera ganti pakaian pasien dengan pakaian baru dan hangat. Untuk mengembalikan suhu tubuhnya ke kondisi normal", ucap dokter yang memeriksa tubuh Olivia.

__ADS_1


"Berapa lama pasien akan mendapatkan kesadarannya ?"


"Dalam kasus seperti biasanya beberapa jam, tetapi tergantung dengan kondisi fisik pasien itu sendiri".


Setelah dokter memberikan resep obat kepada peter ia pun permisi pulang.


Mark meminta Rossa membersihkan tubuh Olivia dan mengganti pakaian nya dengan kemeja milik nya


Saat rossa hendak membuka kancing-kancing kemeja Olivia, netra Mark tertuju pada tanda merah kebiruan di pinggang bagian bawah tubuh Olivia.


"Tunggu rossa..


Laki-laki itu menyingkap sedikit kemeja Olivia, ia melihat dengan lekat bekas kemerahan itu.


"Apakah bekas cengkraman tangan ku di toko buku kemarin ?", batin Mark.


"Ahh...Apa yang sudah ku lakukan padanya, aku sudah menyakiti gadis ini. Di pergelangan tangannya pun belum hilang bekas cengkraman tangan ku", batin Mark Rufaro


"Maafkan aku, Olivia", gumamnya menyesal. Ia menatap lembut wajah tergolek lemah itu.


"Bersihkan lah tubuhnya Rossa, aku ada di ruang kerja ku jika kau membutuhkan sesuatu", ucap Mark meninggalkan Rossa dan Olivia yang masih belum sadarkan diri.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, JUGA KASIH HADIAH DONG BUNGA OR KOPINYA BIAR SEMANGAT 🙏🤗


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...

__ADS_1


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...


__ADS_2