
Sinar matahari sudah menyilaukan.
Scarlett baru saja selesai mandi. Tubuhnya masih dibalut bathrobe warna putih.
Ia baru saja berduka ditinggal pergi Mathias untuk selamanya. Scarlett tidak tau apa yang akan terjadi setelah kepergian Mathias.
Hatinya sesungguhnya begitu rapuh, ia tidak memiliki siapa pun lagi. Mathias lah pelindung nya semenjak sepuluh tahun belakangan ini. Status sebagai istrinya. Tetapi tidak untuk hubungan layaknya suami-istri. Mathias lebih menganggapnya sebagai seorang anak. Menyayangi nya dan melindungi nya seperti anaknya sendiri. Memenuhi kebutuhan nya. Tetapi Scarlett seorang perempuan yang mandiri, ia pekerja keras.
Suatu hari niatnya ingin membuat bangga Mathias padanya, ia ingin membangun perkebunan itu lebih baik lagi dan menghasilkan mutu yang berkualitas. Dan janji itu bertahap namun pasti satu persatu sudah diwujudkan Scarlett.
Sekarang Mathias telah tiada, meninggalkan nya sendirian untuk selama-lamanya.
Tentu saja Scarlett tidak bisa menggambarkan perasaan nya saat ini. Ia begitu kehilangan.
tok tok tokk
"Masuk...
"Maaf nona Scarlett, anda ditunggu tuan Alejandro dan tuan Luther pengacara tuan Mathias diruang kerja."
Scarlett mengeryitkan alisnya, "aku akan berganti pakaian dulu Levia, tunggu sebentar lagi aku akan menemui mereka", jawab Scarlett.
"Baik nona, kalau begitu saya permisi".
Scarlett berpikir sejenak, ada apa Alejandro dan pengacara Mathias ingin bicara dengannya.
__ADS_1
Setelah selesai berganti pakaian, Scarlett melangkah kan kakinya keruang kerja Mathias. Diruangan itu sudah ada pengacara Luther dan Alejandro yang duduk di sofa mewah dengan menyilangkan kakinya. Sementara wajah nya yang dingin menatap layar iPad nya.
"Silahkan duduk nona Scarlett..
Scarlett memilih duduk dihadapan Alejandro.
"Saya ingin membaca kan wasiat yang di tulis klien saya, tuan Mathias Rodriguez.
Luther menatap Alejandro dan juga Scarlett bergantian.
Alejandro mengangguk kan kepalanya.
Sementara Scarlett hanya diam saja, ia menatap tajam Alejandro yang tidak memperdulikan tatapan itu.
"Baca kan saja sekarang pengacara Luther !"
Nampak Luther membuka amplop coklat yang masih di segel rapat. Dan membaca kan setiap lembar an kertas' yang ada di dalam amplop itu .
"Semua harta tuan Mathias diberikan kepada tuan Alejandro Pabrik, hacienda dan juga perkebunan. Sebagian lagi perkebunan diberikan pada nona Scarlett. Tetapi dengan syarat tuan Alejandro harus bisa memajukan perkebunan itu. Tuan Mathias juga meminta tuan Alejandro untuk menjaga dan melindungi nona Scarlett, serta memenuhi kebutuhan nya.
"Apa-apaan ini Luther, kenapa ayahku memberiku tanggung jawab pada Scarlett. Aku tidak mau !!!_
"Aku juga tidak mau kau menjaga ku, aku tidak butuh uang mu, aku tidak butuh perlindungan mu...tuan yang terhormat", ketus Scarlett menggebu-gebu.
Scarlett menatap tajam netra coklat Alejandro.
__ADS_1
"Aku akan menjual perkebunan ini !! aku tidak membutuhkan nya", ucap Alejandro dengan nada yang ketus dan tegas.
Mendengar ucapan Alejandro, membuat Luther, menarik nafasnya. Ia tidak menyangka Alejandro secepat itu mengambil keputusan, yang akan disesali nya di kemudian hari.
Sementara Scarlett sangat terkejut mendengar ucapan Alejandro.
"K-Kau tidak bisa melakukan itu, tuan Mathias sangat menyayangi perkebunan ini, Alejandro", suara Scarlett terdengar bergetar dan lirih.
Ia menatap manik Alejandro. "A-aku mohon rubah pikiran mu Alejandro", lirihnya lagi dengan mata berkaca-kaca.
Alejandro terdiam mendengar namanya disebut Scarlett, tanpa embel-embel tuan atau tuan muda seperti biasanya.
"Tinggalkan kami Luther..." perintah Alejandro pada pengacara ayahnya.
"Baik tuan Alejandro saya permisi".
...
IKUTI TERUS KELANJUTAN NYA
JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE
🙏
BACA JUGA KARYA AUTHOR YANG
__ADS_1
LAINNYA YA ,. LIKE DAN VOTE 🙏🙏